
kembali ke sisi Kanna dan Helix
Sejenak Kanna mencoba menggerakkan telapak tangan nya secara perlahan sembari dia mencoba untuk membuka bola matanya yang terasa begitu berat.
Bagi Kanna tidak tahu apa yang terjadi saat ini tapi rasanya bola rasanya begitu sulit dibuka dan tubuhnya terasa begitu sakit sekali dan berat.
Dia berusaha untuk terus menekan kesadaran nya, setelah mencoba membuka bola matanya, Kanna berusaha menatap ke arah depan untuk beberapa waktu.
bisa dia lihat Helix terlihat tengah tengah duduk di atas sebuah kursi sofa tepat di ujung sana.
Bisa dia lihat laki-laki itu terlihat menatap Kanna dengan tatapan yang tidak dapat gadis itu mengerti.
Kanna berusaha untuk menatap keseluruh tempat dimana dia berbaring saat ini, dia pikir di mana dirinya berada saat ini.
ingatan terakhirnya mereka seharusnya masih berada di atas mobil, mengobrol tentang beberapa hal bersama, dia berusaha mengulur waktu dan membuat Helix lupa dengan keadaan.
tapi tiba-tiba Papa Helix datang dan berjalan mendekati mereka.
awalnya Kanna pikir mungkin yang akan mereka temui adalah Papa Helix.
Atau mungkin laki-laki tersebut ingin membantu dirinya, mencoba menyelamatkan dirinya dari tindakan putra nya.
Hingga akhirnya dia menyadari soal sesuatu, ketika laki-laki tersebut menghantam belakang tengkuk putra nya.
__ADS_1
Kanna seolah-olah menyadari soal satu rahasia besar yang disembunyikan oleh laki-laki tersebut.
"Kau sudah bangun?"
Suara Helix terdengar begitu mendominasi.
Laki-laki tersebut bertanya sambil berdiri dari posisi duduknya.
Di tangan laki-laki tersebut terdapat sebuah senjata api yang terus di genggam Helix dengan erat.
dia berjalan mendekati Kanna dengan langkah pelan.
Gadis itu sejenak terdiam sambil menelan salivanya, menatap ke arah Helix kemudian bola mata nya bergantian menatap senjata yang ada di tangan laki-laki tersebut.
"Dimana kita?"
Dan pada akhirnya Kanna bertanya pada Helix secara perlahan, dia mencoba menelisik wajah laki-laki dihadapan nya Tersebut untuk beberapa waktu.
"di suatu tempat yang cukup aman untuk kita berdua"
Jawaban Helix cukup membuat Kanna diam.
setelah berkata seperti itu Helix langsung duduk tepat di samping Kanna, laki-laki tersebut kini mulai menelisik wajah Kanna untuk beberapa waktu.
__ADS_1
"Apa kamu punya permintaan terakhir?"
Tanya Helix kemudian kepada gadis tersebut.
Mendengar pertanyaan tersebut seketika membuat Kanna menelan air ludahnya.
*******
Disisi lain.
Begitu mereka mulai mendekati lokasi, semua orang memisahkan diri dan mulai keluar dari dalam mobil mereka masing-masing.
Mereka mulai bergerak menuju ke sebuah gudang tua dimana gudang tersebut memiliki halaman yang begitu luas dan lebar.
masing-masing dari mereka mulai bergerak memecah barisan, mengepung tempat tersebut untuk masuk dengan cara mereka masing-masing.
Beberapa anggota berpakaian lengkap dengan senjata dan rompi khusus CIA ikut bergerak dengan tenang.
Bisa Cooper lihat di setiap sudut tempat yang ada dihadapan mereka dikelilingi oleh banyak penjaga bertubuh kekar dan berotot dilengkapi oleh senjata api di masing-masing tangan mereka.
Beberapa anggota terlihat bergerak satu persatu dan mulai berusaha menyeruak masuk dan melumpuhkan para penjaga tersebut satu persatu.
Cooper secepat kilat Bergerak menuju ke sisi kanan bangunan, dia meraih senjata di pinggir nya secara perlahan.
__ADS_1