
Tuan Paulo bertanya sambil memelototi putra nya, laki-laki tersebut berjalan dengan penuh amarah menuju ke arah Helix dan Kanna.
Melihat pergerakan tuan Paulo, Kanna jelas langsung mengangkat senjata Helix yang telah berpindah ke tangan nya, dia langsung mengarahkan senjatanya ke arah tuan Paulo.
Klatakkkkk.
Tuan Paulo jelas langsung menghentikan langkah kakinya.
Bisa dilihat bagaimana ekspresi Helix saat ini, dia baru menyadari jika senjatanya telah berpindah tangan, laki-laki tersebut kemudian menoleh kearah Papa nya.
"Kau lihat bagaimana kebodohan mu berlanjut? kau memberikan kesempatan pada gadis pengkhianat itu untuk memanfaatkan kamu"
Ucapan Tajam laki-laki tersebut terdengar begitu penuh amarah, tuan Paulo ikut menaikkan senjata api nya ke arah Kanna.
Klatakkkkk.
"Kau tahu nak? tidak ada tempat mu untuk bisa melarikan diri saat ini"
Laki-laki itu bicara sambil menatap tajam kearah Kanna, tuan Paulo seolah-olah siap menarik pelatuk pistol nya.
"Bergerak dan ambil senjata nya, bodoh"
Tuan Paulo Bicara sambil memerintah Helix agar merampas pistol yang ada di tangan Kanna.
Gadis itu jelas semakin mengencang kan pegangan pistol nya, dia mencoba bergeser agar sedikit memasang jarak dari Helix.
__ADS_1
Tapi laki-laki tersebut mencoba untuk bergerak mendekati Kanna.
"Apa kau akan mendengar kan ucapan Papa Mu, Helix? tidak kah kau tahu? orang tua yang mencintai anaknya tidak akan berkata anak nya seseorang yang bodoh"
mendengar ucapan Kanna seketika Helix menghentikan gerakan kakinya, seolah-olah hatinya berkata ucapan Kanna itu benar.
"jangan dengarkan ja..lang itu bicara, cepat tangkap dia dan selesaikan semuanya sekarang juga, Helix"
Tuan Paulo membentak kesal, dia menatap tajam ke arah Helix kemudian bergantian menatap bola mata kanna dengan tetapan membunuhnya.
"Dia akan menjadi perempuan yang merusak hubunganmu dan Felix, kau tahu? seperti Elia yang akan berpaling dan lebih memilih Chriss, pada akhirnya gadis ini juga akan memilih Felix dari pada kamu"
Tuan Paulo bicara dengan penuh keyakinan, mencoba mendoktrin kepala Helix dengan ucapan nya.
"Dia menipu mu Helix"
"Elia tidak pernah mengkhianati kamu atau memilih Chriss, Papa mu menipu mu agar kamu menyingkir kan Chriss, dia tahu jika Chriss mengetahui rahasia besar tentang penggelapan, penipuan juga tindak pemerkosaan yang dilakukan Papa mu, dia manipulasi otak mu untuk bisa melenyapkan Chriss melalui Elia, dia membodohi mu"
Gadis itu jelas paham kini kenapa Tuan Paulo mencoba melenyapkan Chriss, kakaknya pasti menyimpan bukti kejahatan tuan Paulo tanpa sengaja, karena merasa Chriss akan menjadi ancaman besar, dia mengkambing hitamkan Elia.
Apalagi laki-laki itu memang tidak menyukai kekuarga Pratama, memanipulasi keadaan menjadi satu-satunya jalan untuk memusnahkan kakak laki-laki nya itu.
Elia hanya gadis tidak beruntung, yang ikut terserah ke dalam kekejaman tuan Paulo atas keserakahan dan uang serta ketidaksukaan nya pada keluarga Pratama.
Dan dia mendoktrin Helix seolah-olah Helix kah pelaku pembunuhan nya.
__ADS_1
"Tutup mulut mu bocah sialan"
Tuan Paulo terlihat begitu marah, laki-laki itu menggeram.
"Jangan dengarkan dia, tangkap dan habisi gadis itu bodoh"
Ulang tuan Paulo lagi, laki-laki itu melangkah maju namun Kanna buru-buru mencoba terus mengarahkan pistol nya pada tuan Paulo.
tapi tiba-tiba secepat kilat Helix langsung menghantam tubuh Kanna, hingga membuat gadis tersebut terkejut.
Laki-laki itu menggenggam erat telapak tangan Kanna, dia mencoba merebut pistol tersebut kemudian dengan gerakan kasar Helix Meraih wajah Kanna dan menekan nya tanpa perasaan.
Kanna jelas kesakitan, dia meringis dan berusaha melepas diri dengan sekuat tenaga.
Gadis itu pada akhirnya memaksakan diri nya untuk bicara.
"Mau aku beritahukan sesuatu?"
Ucap Kanna cepat, cukup panik saat Tuan Paulo mencoba untuk ikut meraih tubuh nya.
"Tidak kah kau tahu? jika dia bukan Papa kandung mu dan Felix"
Lanjut Kanna lagi.
Mendengar ucapan Kanna seketika Helix membulatkan bola matanya.
__ADS_1
"Apa?"
Tuan Paulo seketika ikut Terkejut.