
Beberapa hari kemudian
Mansion utama Cooper Anderson
pada akhirnya kehidupan semua orang berjalan normal seperti biasanya, mereka kembali ke aktifitas semula seperti sediakala.
Setelah seluruh kasus terpecahkan Papa Cooper pada akhirnya memilih bungkam dan tidak lagi bicara soal perceraian Cooper dan Rihanna.
Mereka merencanakan pesta perayaan pernikahan kedua orang itu dan berusaha mempersiapkan semuanya dengan Sematang mungkin.
Yang paling sibuk jelas adalah Kanna, dia menjadi gadis yang paling banyak mengurusi persiapan pernikahan Cooper dan Kakak ipar nya Rihanna.
Hubungan semua orang jelas menjadi baik-baik saja.
Dua keluarga yang pecah pada akhirnya menjadi baik-baik saja, bahkan kesehatan mental Elia menjadi semakin membaik berkat kesabaran Lexus dalam membimbing dan membawa Elia ke dokter khusus untuk perempuan tersebut.
Kedekatan Kanna dan Felix belum banyak dipertanyakan karena sibuknya urusan persiapan pernikahan yang akan dilakukan Cooper dan Rihanna, tapi tidak bisa dipungkiri jika kedua orang itu menjalin hubungan bukan sekedar teman atau pasien dan dokter pribadinya.
Cooper terlihat baru selesai menggunakan kameja nya, dia perlahan mulai mengancing lengan kameja milik nya secara perlahan.
Rihanna bergerak menuju kearah sang suami nya kemudian langsung membantu laki-laki tersebut membenahi kerah kameja dan lengan kameja nya.
"Malam ini apakah pulang terlambat?"
Rihanna bertanya sambil sibuk mengancingkan lengan baju cooper di bagian sebelah kirinya.
"Aku fikir tidak"
Cooper menjawab cepat, menatap sang istri nya untuk beberapa waktu.
"Kenapa?"
__ADS_1
Dia bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Bukan apa-apa, Mama dan Papa bilang akan datang Kemari, mereka ingin melewati makan malam bersama kita"
Perempuan itu bicara pelan kemudian menoleh kearah sang suami nya, dia kemudian kembali merapikan kerah pakaian suaminya tersebut.
Gerakan lembut tangan Rihanna terasa menyentuh bagian sisi leher kiri dan kanan laki-laki tersebut.
"Aku akan pulang lebih awal"
Laki-laki itu bicara cepat.
"Makan malam dirumah atau di luar?"
Dia bertanya sambil menyentuh lembut wajah istrinya.
"Berikan aku sedikit pendapat"
perempuan itu bicara kemudian mulai meraih jas mendominasi berwarna hitam disisi kanan nya yang terletak di atas kursi sofa.
"Diluar tidak membuat kamu harus repot dan lelah, kita bisa memilih menu kesukaan Mama dan Papa bersama-sama sebelum pergi"
Laki-laki itu mengulurkan tangannya satu persatu, membiarkan Rihanna mulai memasukkan jas tersebut ke tubuhnya.
"Kalau di rumah, kamu harus cukup berjuang dengan rasa lelah untuk mempersiapkan menu makanan untuk Mama dan Papa"
Dia memberikan pendapat pada istri nya, membiarkan Rihanna mempertimbangkan keputusan nya.
"Waktunya cukup mepet jika kamu memutuskan untuk masak sendiri hmmm"
Laki-laki itu terus bicara kemudian melebarkan senyuman nya.
__ADS_1
Rihanna terlihat diam sejenak, dia meraih sebuah dasi yang sesuai dengan konsep pakaian kerja suami nya hari ini.
"Kamu akan cukup kerepotan, jangan terlalu membuat tubuh kamu lelah, sebab belakangan kamu sering mengeluh tidak enak badan"
Cooper kembali bicara sambil mengingat kan.
Rihanna buru-buru mengangguk kan Kepala, dia mulai merapikan dasi pada leher suaminya, menggerakkan tangannya dengan gerakan lembut.
Cooper menikmati moment dimana perempuan tersebut terus dengan gerakan lembut melayani dirinya sebagai seorang istri, bisa dia lihat wajah lelah dan pucat belakangan ini karena banyak hal yang membuat perempuan itu khawatir tercetak di balik wajah cantik Rihanna.
"Wajah mu terlihat begitu pucat"
Ucap Cooper sambil menyentuh wajah istrinya.
"Efek kurang tidur membuat Wajah ku jadi buruk"
Rihanna bicara sambil tertawa kecil.
"Apakah terlihat buruk?"
Tanya Rihanna kemudian.
Cooper buru-buru menggelengkan kepalanya.
"Tidak buruk, tapi kamu membuat aku khawatir hmmm"
ucap laki-laki itu lagi.
"Mari pergi kedokter di akhir Minggu besok, sembari mengunjungi kakak mu dan Lexus"
Ajak Cooper kemudian.
__ADS_1
Rihanna buru-buru mengangguk kan kepala nya.
"Hmmm"