Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Masih sedikit menegang


__ADS_3

Disisi lain


Cooper bergerak cepat melesat mengitari ruangan bersama Roy, mereka mencari jalan menuju kearah bawah dimana kata O'Neill jika kemungkinan terbesar adik nya Cooper disekap di gudang bawah tanah.


Roy terlihat memberikan kode pada Cooper jika beberapa orang terdengar Bergerak mendekati mereka.


Dimana Roy langsung merapatkan tubuhnya kearah dinding kiri, mencoba mendebarkan pergerakan dari lawan.


Maka Cooper langsung ikut merapat tubuh nya kearah dinding kanan, laki-laki tersebut perlahan menaikkan senjatanya.


Sepersekian detik kemudian bisa mereka lihat beberapa orang bergerak cepat mendekati mereka, beberapa tembakan melesat Tanpa ampun.


Shi..t.


Cooper mengumpat.


Roy melesat lebih dulu, menghantam tembakan kearah beberapa orang, mencoba Berlindung di balik dinding demi dinding.


Cooper berlarian kearah berbeda, menembak ke arah beberapa orang di sisi kanan dan depannya.


Mereka saling memisahkan diri, menembak dan Saling melakukan baku hantam tanpa bisa di kendalikan.


Cooper kembali bergerak cepat, menghantam satu laki-laki dihadapan nya dengan tembakan tanpa ampun.


Satu tembakan,


Dua tembakan,


Tiga tembakan.



Terus melesat dan menggema di ruangan tersebut.


Setelah itu laki-laki tersebut melesat pergi secepat mungkin dari sana.


*******

__ADS_1


Disisi lain


Begitu Lexus dan Felix melumpuhkan lawannya, mereka terus bergerak turun kebawah dengan cepat, mencari dimana posisi Kanna saat ini.


Dua laki-laki tersebut terus bergerak kedepan hingga akhirnya mereka dikejutkan dengan sebuah tembakan.


Doorrrr


Oh shi...t.


Lexus mengumpat kesal saat dia sadar satu tembakan melesat mengenai bahu kanan nya.


Felix ikut terkejut, laki-laki itu langsung menarik Lexus dengan cepat melesat duduk di belakang dinding, Lexus berusaha menahan luka di dadanya sedangkan Felix bergerak cepat menembak lawan mereka dengan cepat.


"Apa kau baik-baik saja?"


Felix bertanya cepat, Posisi mereka saling menyandar kearah dinding, Felix memasukkan peluru dengan cepat kedalam pistol nya.


"Tidak ada yang lebih baik ketika kamu terkena tembakan"


Jawab Lexus sambil terkekeh, laki-laki tersebut menyobek celana nya dengan kasar, lantas mencoba membalut lukanya sendiri dengan cepat.


"Jangan memilih mati lebih dulu kawan, kau tahu? Elia menunggu mu di rumah"


Mendengar kata Elia jelas membuat Lexus tertawa kecil.


Felix kemudian mengokang senjata nya.


"Mari sama-sama pulang dengan selamat, pastikan kamu baik-baik saja, jika tidak aku akan bingung menjawab pertanyaan Elia"


setelah berkata begitu laki-laki tersebut langsung bergerak menembak kembali ke arah depan dimana para lawannya sudah menembak lebih dulu sejak tadi.


kembali bangku hantam terdengar di setiap sudut ruangan tersebut, Felix bergerak cepat menembak ke arah kiri kanan dan depan nya.


dia memastikan para musuhnya musnah satu persatu hingga titik terakhir.


Hingga akhirnya laki-laki itu berhasil memusnahkan musuhnya tanpa sisa.

__ADS_1


Felix berusaha untuk kembali bergerak menuju kearah Lexus, dia berusaha untuk membawa laki-laki tersebut, tapi Lexus berkata.


"Bergeraklah, mereka bilang Kanna ada di ujung sana"


"Tapi..."


Felix jelas keberatan.


"Look, teman-teman kit datang kemari"


Saat Lexus bicara begitu, bola mata Felix menangkap beberapa orang bergerak mendekati mereka.


Itu orang-orang mereka.


"Aku akan baik-baik saja"


Lanjut Lexus lagi.


*****


Disisi lain


"Apa kau gila? Helix jangan dengarkan omong kosong gadis tersebut"


teriak Tuan Paulo penuh kemarahan.


Helix Yang dilanda kebingungan jelas tidak tahu harus memilih dan berpihak kepada siapa.


tangan kanannya masih dengan kasar menggenggam wajah Kanna.


"Jangan mengotori tangan mu untuk laki-laki seperti itu, dia bukan Papa mu Helix, seorang Ayah tidak akan menjerumuskan anak-anak mereka kedalam lumpur dosa"


"Jangan dengarkan dia bodoh"


Dan ketika perdebatan terjadi di antara mereka, tiba-tiba terdengar suara tembakan yang memecah keheningan di ujung sana.


Tuan Paulo langsung membulatkan bola matanya saat dia menyadari soal sesuatu.

__ADS_1


"Ada apa ini?"


Tanya laki-laki tersebut sambil mengerutkan keningnya.


__ADS_2