
Weekend
Rumah sakit xxxxxxx
Sejak pagi Cooper mulai Merasa khawatir sebab tidak seperti biasanya sang istri bangun jauh lebih terlambat dari biasanya, bahkan Rihanna sama sekali enggan menyentuh makanan apapun sejak semalam.
Biasanya Rihanna yang bangun lebih dulu, melakukan kegiatan rutin membersihkan diri bahkan menyiapkan makan pagi untuk mereka.
Perempuan itu menampilkan wajah paling ceria dengan senyuman nya yang paling indah, tapi siapa sangka pagi ini Cooper tidak mendapat kan perlakuan yang sama dari sang istri nya.
Begitu dia terjaga sang istri ternyata masih tenggelam dibalik selimut nya, Cooper jelas bingung, dengan gerakan buru-buru menyentuh kening Rihanna.
"Kamu demam"
Ucap Cooper cepat dengan wajah panik.
Alih-alih menjawab Rihanna kembali memejamkan bola matanya, Perempuan itu tidak bicara
Pada akhirnya bisa dibayangkan apa yang terjadi, bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya Cooper seperti laki-laki yang nyaris kehilangan arah saat melihat istrinya sakit secara tiba-tiba.
Laki-laki itu buru-buru membersihkan dirinya dan berganti pakaian, setelah itu dia langsung membersihkan tubuh Rihanna dan mengganti pakaian sang istri nya.
"Kak aku baik-baik saja"
Ucap Rihanna sambil memperhatikan Cooper yang sibuk mengganti pakaian nya, dia persis seperti anak-anak yang di ganti oleh seorang ibu pakaian nya.
Bahkan rambut nya di benahi dan di sisir oleh laki-laki tersebut.
__ADS_1
"Aku fikir ini tidak begitu baik, kamu pucat dan tubuh kamu begitu panas"
Ucap Cooper sambil mengerutkan keningnya, bukan karena dia heran atau bingung tapi karena dia merasa bodoh tidak menyadari keadaan istri nya sejak semalam.
Melihat ekspresi Cooper seketika Rihanna mengulum senyuman nya.
Pada akhirnya laki-laki tersebut menggendong dirinya menuju ke area parkiran, lantas tanpa banyak bicara Cooper melesatkan mobil nya menjauh dari kediaman mereka.
Dan tidak harus memakan waktu lama akhirnya mereka tiba di salah satu rumah sakit yang posisinya tidak begitu jauh dari tempat tinggal mereka.
bayangkan saja bagaimana paniknya Cooper saat harus menunggu antrian, bahkan dia bingung harus membawa Rihanna ke dokter apa.
Pada akhirnya setelah penantian panjang mereka masuk ke salah satu ruangan dokter disana.
Lucu nya setelah melewati pemeriksaan panjang dan lebar mereka akhir nya di arahkan menuju ke dokter yang lainnya.
Awalnya Cooper belum menyadari apa yang sebenarnya yang terjadi hingga akhirnya dia sadar dimana mereka kini berada.
Seketika Seulas senyuman mengembang dibalik bibir Cooper saat dia mengetahui soal kenyataan.
"Semua baik-baik saja, ini hanya demam biasa, sedikit bawaan dedek bayi didalam perut mama nya"
Saat dokter perempuan dihadapan nya itu berkata begitu seketika Cooper bertanya dengan keadaan terkejut.
"Ya?"
Laki-laki itu tampak sedikit bingung.
__ADS_1
"Selamat Sir, anda akan jadi seorang ayah"
Bayangkan bagaimana perasaan Cooper saat ini?.
Dia seketika kehilangan kata-kata nya, bahkan laki-laki tersebut sejenak menoleh kearah istri nya untuk beberapa waktu.
Tangan nya bergetar hebat diiringi tubuhnya yang ikut bergetar.
Bahkan Cooper seketika ingin menangis saat dia benar-benar baru menyadari apa yang telah terjadi sebenarnya.
Rihanna hamil.
"Oh god"
Laki-laki itu menatap istri nya dengan bola mata yang berkaca-kaca.
Dan selanjutnya bisa dibayangkan bagaimana ekspresi Cooper.
Jutaan kebahagiaan menghantam Dirinya, bahkan dia mencium puncak kepala istrinya berkali-kali saking bahagianya.
"Terima kasih, terima kasih banyak sayang, terima kasih"
Barisan kata tersebut terus meluncur dari balik bibir nya saking bahagianya laki-laki tersebut.
Rihanna hanya mampu menganggukkan kepalanya, ikut bahagia dan terharu, air mata nya ikut jatuh saking bahagianya.
Pelukan hangat di berikan Cooper pada sang istri nya, jutaan kebahagiaan menghantam mereka.
__ADS_1