Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Hubungan keluarga yang buruk


__ADS_3

Ceklekkk


Terdengar suara pintu dibuka dengan cepat, tiga orang terlihat berdiri di ujung pintu.


Asisten pribadi Felix yang membukakan pintu ruangan tersebut seketika terkejut saat bola mata laki-laki itu menatap pemandangan yang tidak biasa didalam sana di atas kursi sofa panjang ruangan kerja tuannya.


Dua orang lainnya ikut terkejut, seorang laki-laki tua dan seorang perempuan muda.


"Ada yang bisa menjelaskan ada apa ini?"


Tanya laki-laki tua itu kemudian.


Felix dan Kanna terlihat tidur saling berpelukan di atas kursi sofa tersebut.



Terkutuk lah diri ku karena melakukan ini.


Pekik Kanna didalam hatinya.


Dia memejamkan bola matanya dengan perasaan berdebar-debar, laptop nya telah menyingkir dengan sempurna, flashdisk yang dia ambil telah kembali ke tempat asalnya.


"Felix"


Seorang perempuan muda berusia di atas 28 tahun-an berteriak kesal kearah laki-laki tersebut, dia mendekati kedua orang itu lantas langsung menarik kasar tangan Kanna dengan perasaan penuh kemarahan dan api cemburu yang menggelegar.


Kanna langsung tersentak kaget saat tangan perempuan itu menarik kasar tangannya dan memaksa dia bangun dengan segera.


Kanna langsung membuka bola matanya dan menatap tidak percaya dengan tindakan perempuan tersebut.


Felix ikut tersentak kaget, tangan laki-laki itu masih menggenggam erat telapak tangan Kanna.


Laki-laki itu memegang kepalanya untuk beberapa waktu.


Rasa pusing mendera kepalanya, laki-laki itu mencoba duduk dari posisi tidurnya.


"Siapa dia?"


Perempuan itu bertanya dengan perasaan penuh kemarahan kearah Felix.


Laki-laki itu mengerutkan keningnya, menoleh kearah Kanna kemudian menatap perempuan yang berdiri dihadapan nya itu sejenak.


Lalu dia cukup terkejut saat menyadari siapa yang melangkah mendekati dirinya saat ini.

__ADS_1


"Apa kau berkencan diam-diam dibelakang kami?'


Laki-laki tua itu bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


Seolah-olah tersadar dari tidur nya Felix langsung menatap kembali kearah Kanna.


Laki-laki itu kemudian bicara.


"Reza akan mengantar mu pulang, bersiaplah nanti aku akan menghubungi kamu hmmm"


Eh?!.


Kanna jelas mengerutkan keningnya.


Alih-alih menjelaskan hubungan mereka pada perempuan dihadapan mereka atau menjawab pertanyaan laki-laki tua itu, Felix langsung kembali menggenggam erat tangan nya kemudian menoleh kearah laki-laki di hadapan mereka itu.


"Antarkan Dia kembali dengan baik, kau paham maksud ku?"


Kanna masih terlihat bingung, mencoba berdiri saat Felix berdiri lebih dulu dari dirinya.


"Felix"


Perempuan itu bicara kesal melihat ekspresi Felix yang seolah-olah melindungi gadis muda di hadapannya itu.


Laki-laki tua itu bicara sambil menatap Felix dengan penuh kemarahan.


Kanna jelas ternganga, dia panik saat mendengar kata ayah.


Buru-buru Kanna mencoba menundukkan kepalanya untuk beberapa kali.


Tapi Felix tiba-tiba berkata.


"Jangan tundukkan kepala mu lagi, berhenti melakukan itu"


Ya?!.


Kanna langsung menoleh kearah Felix.


Dia belum pernah melihat wajah datar tanpa ekspresi dan kemarahan dibalik bola mata laki-laki itu selama mereka saling mengenal, tapi baru kali ini dia melihat ekspresi wajah Felix yang berubah cukup buruk hingga 180°.


"Kau lagi-lagi menampilkan permusuhan dengan Ayah mu sendiri?"


Laki-laki tua itu terlihat marah.

__ADS_1


"Apa dia kekasih mu? aku bilang aku tidak setuju kamu mengencani gadis manapun kecuali Susan, antar gadis itu pulang dan berhenti saling berhubungan"


Nada laki-laki itu terdengar sangat tidak bersahabat bagi Kanna.


Alih-alih takut Felix malah memajukan langkah nya kemudian berkata.


"Berhenti lah mengurusi kehidupan ku dan ikut campur dengan masa depan ku, bukankah kita sudah sepakat untuk tidak saling berhubungan setelah kejadian malam itu, tuan Paulo"


Mendengar ucapan Felix seketika membuat wajah laki-laki itu memerah karena marah.


Kanna jelas membeku melihat perdebatan dingin di antara ayah dan anak tersebut, dia Fikir kekuarga macam apa yang ada dihadapan nya ini?!.


Dan malam kejadian itu?!.


Kapan?!.


Apakah ada hubungan nya dengan kematian Chriss?!.


"Kau benar-benar ingin melihat ku marah? kau tahu apa yang bisa aku lakukan ketika marah?"


Laki-laki tua itu mengeram.


"Jangan coba-coba menyentuh nya seperti kamu menyentuh gadis itu, dulu aku diam, kali ini jangan harap aku akan melakukan hal yang sama"


Setelah berkata begitu Felix menggenggam erat telapak tangan Kanna, seolah-olah tangan itu enggan melepaskan nya.


"Antarkan Kanna pulang sekarang, Reza"


Felix menoleh kearah Reza, Suara laki-laki itu terdengar sedikit meninggi.


"Satu goresan ditubuhnya, itu berarti nyawamu menjadi taruhannya"


Yang dipanggil Reza seketika menelan salivanya.


Kanna masih tidak paham kearah mana pembicaraan semua orang berlangsung.


Ini kali pertama dia melihat kemarahan di balik wajah laki-laki tersebut.


"Kembalilah hmmm"


Dan bayangkan ketika tiba-tiba ekspresi penuh kemarahan itu langsung berubah begitu hangat dan lembut ketika menatap wajahnya.


Perempuan yang ada dihadapan Kanna terlihat begitu marah, dia fikir bagaimana bisa Felix memperlakukan seseorang dengan cara yang begitu istimewa.

__ADS_1


__ADS_2