Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Sedikit menegang


__ADS_3

Entah untuk waktu berapa lama Kanna membiarkan dirinya menjadi tempat lelap paling nyaman untuk Felix.


Dia membiarkan Felix terlelap cukup lama dalam tidur nya untuk beberapa waktu di atas pahanya.


Pada akhirnya Kanna menelisik wajah laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.


Dia fikir percayakah dia jika Felix seorang pembunuh?!.


Tidak tahu kenapa hati nya seolah-olah menyangkal hal tersebut tapi dia juga tidak berani mengambil kesimpulan terlalu dini.


Dia harus tetap waspada dan tidak termakan oleh perlakuan lembut dan manis Felix.


Sebab terkadang seorang penipu dan pembunuh juga pandai bermain untuk mengelabui lawan nya.


Kanna fikir sedikit saja dia lengah bisa jadi dia masuk kedalam perangkap laki-laki tersebut.


Sejenak gadis itu bergerak dari posisi nya, dia membenahi kepala laki-laki tersebut secara perlahan meletakkan kepala Felix ke sebuah bantal kursi dengan gerakan begitu lembut.


setelah melakukan hal itu Kanna langsung berdiri kemudian menatap wajah Felix untuk beberapa waktu.


Dia menjongkokkan tubuhnya sejenak lantas Kanna langsung memilih duduk disamping kursi sofa dimana laki-laki tersebut terlelap, Membiarkan kedua kaki nya menopang tubuh nya agar bisa menjaga keseimbangan tubuhnya ketika dia duduk.


Bola mata Kanna secara perlahan memperhatikan sesuatu di balik leher laki-laki tersebut, dia Meraih sebuah kalung yang selalu tergantung dileher Felix selama ini.

__ADS_1


Itu adalah flashdisk yang mereka cari selama beberapa waktu ini.


Kanna langsung Meraih flashdisk tersebut dengan gerakan cepat, dia mengeluarkan flashdisk itu dari dalam kalung Felix kemudian dengan gerakan cepat Kanna langsung mencari tas milik nya.


Dia mencari laptop miliknya dengan gerakan tergesa-gesa, dia menyalakan laptop miliknya dengan cepat kemudian setelah menyala dia langsung memasukkan flashdisk tersebut ke sisi kiri laptop nya dan dia mulai mencoba men transfer seluruh isi data tersebut dengan cepat.


Dengan jantung yang berdetak begitu kencang gadis itu menunggu proses transfer data yang terus berlanjut.


Sesekali bola mata Kanna melirik kearah Felix yang terus terlelap sejak tadi, dia memperhatikan pergerakan laki-laki itu, takut jika-jika Felix bangun tidur sesuai dengan waktu perkiraan.


Bahkan bola mata Kanna juga terus melirik ke arah pintu ruangan tersebut, takut jika-jika seseorang mengetuk pintu dan memaksa masuk kedalam.


Bayangkan bagaimana rasanya jika tiba-tiba dia ketahuan?!.


Mungkin kematian akan menghantam dirinya saat ini.



Entahlah rasanya pergerakan transfer data tersebut terasa begitu lama, gadis itu terus menatap kearah Felix dan pintu masuk ruangan Secara bergantian.


Jika dia mengunci pintu ruangan tersebut bisa dipastikan akan menimbulkan jutaan kecurigaan dari sang asisten dan pelayan Felix.


Dan ketika dia memiliki tidak menguncinya bayangkan bagaimana khawatir nya gadis itu saat ini sebenarnya.

__ADS_1


Apalagi sejujurnya dia cukup takut jika Felix tiba-tiba terbangun dari tidurnya.


Cukup lama gadis itu menanti hingga akhirnya layar laptop nya bergerak pada angka 75%.


Please!.


Kanna mengigit pelan bibirnya, memperhatikan layar laptop Milik nya dangan seksama.


Satu menit.


Dua menit.


Tiga menit.


Ketika transfer data sedikit lagi selesai tiba-tiba dia mendengar samar-samar suara beberapa orang di ujung sana, bisa Kanna Rasakan jika orang-orang tersebut berjalan mendekati ruangan mereka.


No...!.


5% lagi.


Kanna fikir ini kesempatan terakhir, jika tidak berhasil dia jelas tidak memiliki kesempatan lain lagi untuk melakukan nya.


Dia yakin saat Bangun Felix jelas akan curiga dan mulai mewaspadai dirinya setelah hari ini.

__ADS_1


Please.


Ditengah suara yang semakin mendekat Kanna berusaha memegang flashdisk tersebut dan berniat untuk mencabut nya dengan segera.


__ADS_2