Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Menuju Halal


__ADS_3

Kantor urusan Agama


Jakarta


Sejenak bola mata Rihanna menatap Kantor yang ada dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.


Plang merek besar terpampang jelas dihadapan diri nya.


Yakinlah beberapa berkas-berkas yang telah di persiapkan oleh cooper sejak beberapa hari kemarin sudah dibawa oleh Arlan.


Beberapa orang katanya sudah mengurus semua keperluan yang di butuhkan.


Mereka hanya tinggal duduk manis dan hari ini hanya membawa diri mereka masing-masing disini, mengucapkan ijab didalam kemudian menandatangani surat pernikahan.


Sejenak Rihanna menoleh ke arah Cooper yang terlihat begitu tampan dengan tampilan nya, jas mendominasi berwarna putih tersebut benar-benar sangat cocok untuk laki-laki tersebut.


Membuat mata siapapun yang memandang nya pasti akan jatuh cinta.


Bahkan tidak Rihanna pungkiri dia pun Marasa jantung nya akan keluar saat menatap laki-laki disisi kanan nya tersebut.


Cooper tahu-tahu meletakkan tangan kirinya ke arah Rihanna, dia menunggu perempuan tersebut menerima uluran tangannya.


laki-laki itu kini telah siap 100%, mengucapkan janji suci dan membangun biduk rumah tangga bersama Rihanna.

__ADS_1


"Bagaimana jika kakak marah?"


Rihanna bertanya semalaman kepada dirinya, perempuan itu cukup takut jika pernikahan mereka akan menyebabkan kemarahan banyak pihak.


bahkan perempuan itu meragu jika jika dia malah menjadi istri kedua dari Cooper.


"Jika aku memang pernah mendapatkan surat nikah sebelumnya maka pastikan saja kita tidak akan pernah bisa menikah besok, karena namaku jelas sudah terdaftar di dalam pernikahan negara"


Jawab Cooper mantap.


Pada akhirnya perempuan itu tidak lagi banyak bertanya.


dan kini di sini lah mereka, bersiap masuk ke dalam kantor pernikahan, siap mencatat sejarah pernikahan secara keagamaan dan tercatat secara sah dalam kenegaraan.


laki-laki itu penelisik bola matanya sambil terus meyakinkan dirinya jika semua baik-baik saja, kembali gerakkan telapak tangan nya agar Rihanna segera meraih telapak tangan milik nya.


Pada akhirnya secara perlahan Rihanna menerima uluran tangan Cooper.


Membiarkan laki-laki itu membàwa dirinya masuk kedalam sana tanpa banyak bicara.


Tidak tahu bagaimana kelanjutan hubungan mereka, tapi bagi Cooper dia tentu tidak bisa bergulat dengan hubungan tanpa ikatan.


Sulit sekali baginya untuk kembali menyentuh Rihanna sebelum mereka menikah.

__ADS_1


Mungkin benar ini akan menyakiti Elia, dia tidak peduli soal itu, awal pernikahan palsu Mereka memang untuk menyakiti Perempuan tersebut.


Jadi dia tidak ingin memikirkan hal apapun soal itu saat ini.


Baginya dia harus menikahi Rihanna sesuai dengan Rencana awal nya.


Begitu mereka melangkah masuk kedalam kantor tersebut, beberapa orang telah menunggu kehadiran mereka di depan sebuah ruangan yang tertutup.


Cooper terus membawa Rihanna untuk masuk kedalam, menggenggam erat telapak tangan perempuan itu dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.


Arlan terlihat menundukkan kepalanya ke hadapan mereka, laki-laki itu mulai membukakan pintu ruangan yang ada dihadapan mereka.


Rihanna secara perlahan menurut mengikuti langkah Cooper yang melangkah masuk secara perlahan ke dalam ruangan tersebut.


Sejenak Rihanna menatap dua orang asing yang tidak dia ketahui siapa, Perempuan itu menundukkan kepalanya secara perlahan.


Hingga akhirnya bola matanya tertuju pada satu pemandangan yang cukup mengejutkan dirinya.


Satu sosok yang begitu dia kenal terlihat berdiri di ujung ruangan, mengembang kan senyuman nya menatap kedatangan Rihanna dengan bola mata berkaca-kaca.


Ohhh...!?.


Seketika Rihanna menahan gerakan nya, cukup tidak percaya dengan sosok yang dia lihat saat ini, dia langsung menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.

__ADS_1


__ADS_2