Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Saling menyerang


__ADS_3

Jelas saja laki-laki tersebut terkejut karena tiba-tiba saja suara tembakan menggema di seluruh sudut ruangan.


Dia Fikir bagaimana bisa para menyusup masuk ke dalam markasnya.


"Ini karena kebodohan mu"


Bisa-bisa nya laki-laki tersebut masih menyalahkan Helix, dia mengeram dan berusaha menarik Kanna dengan cara yang begitu kasar.


Dan sepersekian detik kemudian beberapa orang datang mendekati mereka.


Tuan Paulo jelas terkejut setengah mati, dia secepat kilat bergerak menaikkan senjatanya dan menyerang orang-orang yang datang berusaha menyerang dirinya sambil dia terus menggenggam erat leher Kanna sambil tangan kanan nya mengarahkan pistol nya ke arah kepala Kanna..


Sedangkan Helix yang langsung dilanda kepanikan jelas secepat kilat mencoba untuk menaikkan senjata ditangan nya kearah depan.


Bisa dilihat tuan Paulo bergerak cepat melindungi dirinya sendiri dibalik tubuh gadis tersebut kemudian dia melakukan serangan tembakan secara beruntun tanpa henti.


Orang-orang yang ada di sana jelas langsung mencoba menahan tembakan, saling menyingkir dan melindungi diri di balik dinding.


Beberapa orang-orang tuan Paulo datang dan mencoba menyerang lawan.


Cooper terlihat berlindung di balik salah satu dinding, menatap Roy yang terlihat berdiri di balik dinding di sisi kanannya.


Mereka hanya tampak saling memberi kode untuk beberapa waktu.

__ADS_1


Hingga akhirnya Cooper keluar lebih dulu untuk menyerang tuan Paulo Serta anak buahnya kemudian diikuti oleh Roy dibelakang nya.


Tembakan terus terdengar memenuhi ruangan tersebut dan menumbangkan para musuh, hingga akhirnya dalam hitungan detik tahu-tahu salah satu anak buah tuan Paulo yang berwajah menyeramkan melakukan serangan tiba-tiba menggunakan sebuah kapak kearah mereka saat mereka telah kehabisan amunisi.


Sedang kan Tuan Paulo secepat kilat mencoba menyelamatkan diri nya.


"Oh shi..t"


Cooper mengumpat kesal.


Seketika laki-laki tersebut berusaha untuk menghindari serangan laki-laki tersebut.


Aksi saling hantam dan Serang terjadi, pukulan tangan, kaki bahkan beberapa kali hantaman kapak yang dilesatkan laki-laki tersebut berkali-kali hampir mengenai mereka berdua.


"tinggalkan aku, bantu Kanna dan Felix secepatnya kawan"


Ucap Roy Kemudian.


"Kau yakin?"


Cooper bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Tidak pernah seyakin ini"

__ADS_1


mendengar ucapan Roy seketika Cooper langsung melesat pergi dari sana, membiarkan laki-laki tersebut mengatasi anak buah tuan Paulo tanpa ampun.


Roy dan laki-laki tersebut secepat kilat Saling beradu tendangan, menghantam dada dan punggung secara bergantian.


Berkali-kali laki-laki berwajah suram tersebut berusaha untuk mencincang tubuh Roy tanpa ampun tapi tidak berhasil.


Dia melesat kan kapal nya ke arah perut, tangan, kaki bahkan terakhir kearah kepala Roy.


Tapi Roy Secepat kilat memundurkan tubuhnya dengan gerakan cepat dan membiarkan tubuh nya berbaring di atas sebuah meja kecil.



Kemudian ketika Laki-laki berwajah seram tersebut lengah, Roy secepat kilat langsung meraih tangan laki-laki tersebut, dan kaki kanan nya menghantam kepala laki-laki itu.


Seketika laki-laki itu terkejut, dia tersungkur hingga membuat kapak nya terlepas dari tangannya.


Dan tanpa berfikir dua tiga kali apalagi mengulur waktu, Roy secepat kilat meraih pisau yang ada dipunggung nya dan dia meraih leher laki-laki tersebut dengan sekuat tenaga dan...


Sraatttttt


Brakkkkkk


Dan dalam hitungan detik laki-laki tersebut tumbang tak bernyawa.

__ADS_1


__ADS_2