
Ditengah seluruh keadaan, Kanna berusaha meraih tas nya lantas gadis itu melangkahkan kakinya dengan perasaan sedikit ragu-ragu.
Bola mata Kanna menatap Felix untuk beberapa waktu.
" jangan khawatir soal apapun"
Seulas senyuman terakhir yang diberikan Felix membuat gelisah perasaan Kanna.
Bisa dia lihat dua orang dihadapan Felix menatap nya penuh kemarahan tapi Realita nya meskipun tidak menyukai kehadiran Kanna, laki-laki yang kata nya Ayah Felix itu tidak bisa banyak Bicara, seakan-akan gertakan felix menjadi hal yang cukup mengerikan untuk sosok tersebut.
Sang asisten pribadi Felix Reza mulai membawa Kanna melangkah menjauh dari sana.
Gadis itu tidak banyak bicara, mencoba untuk menurut dan mencoba mengikuti langkah laki-laki tersebut secara perlahan.
Sesekali bola mata Kanna berusaha untuk menoleh kebelakang ketika mereka telah melangkah maju kedepan dan menuruni satu persatu anak tangga, gadis itu menatap daun pintu yang mulai tertutup dengan perlahan hingga masih bisa dia dengar perdebatan didalam sana.
Masih bisa dia dengar samar-samar suara kemarahan felix di balik pintu tersebut.
"Jangan coba-coba menyentuh nya atau kau tahu apa yang bisa aku lakukan setelah ini?"
"Kau mengancam Ayah mu sendiri?"
"No .....aku hanya memperingatkan"
Setelah itu tidak dia dengar lagi suara didalam sana.
__ADS_1
Mereka melangkah keluar secara perlahan dari tempat tersebut menuju kearah garasi mobil.
Reza sama sekali tidak mengeluarkan suara nya, laki-laki itu terlihat diam sejak tadi seolah-olah berkutat sendiri dengan jalan pemikiran nya.
"Apa Felix dan Ayah nya memiliki hubungan yang buruk?"
Tanya Kanna tiba-tiba begitu Reza membuka pintu mobil belakang dan meminta Kanna agar masuk dan duduk di bangku belakang.
Laki-laki itu sengaja meletakkan gadis tersebut dibagian kursi belakang sebab Felix sudah berpesan kepada nya selama ini agar tidak ada yang berani memperlakukan Kanna seperti gadis yang tidak baik.
Atau jangan ada yang berani macam-macam pada gadis tersebut.
Mendengar pertanyaan Kanna membuat Reza diam untuk beberapa waktu.
Begitu Kanna telah masuk kedalam mobil tersebut buru-buru laki-laki itu menutup pintu mobil tersebut.
Mungkin bertanya dengan laki-laki tersebut memang tidak ada guna nya, Reza pasti akan menutup rapat-rapat perihal kekuarga tuan nya tersebut.
Fikir Kanna.
Reza terlihat mulai membuka pintu depan mobil arah kemudi, masuk kedalam sana kemudian langsung berusaha untuk duduk di dalam nya.
Laki-laki itu kini secara perlahan mulai duduk di kursi Kemudi lantas menutup pintu mobil tersebut dengan cepat.
Reza menghela nafas nya secara perlahan.
__ADS_1
"Apa nona benar-benar mencintai tuan?"
Tiba-tiba laki-laki itu bertanya pada Kanna sambil melirik kearah Perempuan itu melalui kaca spion tengah.
"Ya?"
Kanna langsung menggerut kan kening nya, menoleh kearah Reza dengan jutaan pertanyaan.
"Jika tidak maka sebaiknya jangan memberikan harapan, jika iya fikirkan lah kembali, aku takut selain hubungan ini akan ditentang oleh banyak pihak, bukan hanya nyawa nona, tapi nyawa tuan juga akan terancam"
Reza bicara sambil terus menatap bola mata Kanna dari kaca depannya, bisa dilihat bagaimana khawatir nya ekspresi bola mata Reza sendiri saat dia ini.
"Dimasa lalu, dia hampir mati karena melindungi seseorang, dimasa kini aku harap dia tidak mengulangi Kesalahan yang sama"
Lanjut laki-laki itu lagi.
Kanna jelas terkejut mendengar ucapan Reza, Alih-alih bisa bertanya tiba-tiba Reza membuang pandangannya, laki-laki itu mulai fokus pada stir mobilnya, melajukan mobil tersebut dengan kecepatan penuh.
Ditengah kebingungan nya ucapan Reza sejenak bola mata Kanna terpaku pada sebuah mobil yang tiba-tiba melintas berpapasan dengan mobil mereka berlawanan arah.
Tapi ada sesuatu yang membuat Kanna membulatkan bola matanya saat dia benar-benar melihat dengan jelas kaca mobil tersebut terbuka dan melihat seorang laki-laki didalam mobil tersebut.
Lebih tepatnya bola mata mereka saling bertemu dan jantung Kanna seketika berdetak dengan begitu kencang saat dia sadar siapa yang ada didalam mobil tersebut.
Tidak mungkin?!.
__ADS_1
Seolah-olah kini dia mulai menyadari soal sesuatu apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu.