Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Umur yang tidak pernah kita tahu


__ADS_3

Dikala nyonya Paulo masih berjuang dengan kesedihan nya, Disisi lain terlihat Felix duduk menatap karangan bunga yang berjajar disepanjang ruangan rumah besar tersebut.


Disekitar nya orang-orang terlihat lalu lalang kesana-kemari tanpa henti mengucapkan bela sungkawa atas kematian saudara kembarnya.


Tidak pernah dia sangka kembali nya kali ini ke rumah keluarga besar Paulo akan berakhir seperti ini, bahkan dia tidak menyangka kemarin adalah kali terakhir dia melihat Helix menikmati nafas kehidupan nya dengan baik.


Umur manusia siapa yang tahu? Umur manusia adalah perkara ghaib dan merupakan rahasia Allah SWT. Tak seorangpun tahu berapa panjang usia yang dijatahkan untuknya. 


Lalu pertanyaannya kenapa banyak manusia menyia-nyiakan kehidupan mereka di usia yang tidak pernah tahu hingga kapan?!.


Siapa tahu saat tidur malam ini, besok pagi kita sudah di kafan kan, siapa tahu hari ini masih berkumpul di dunia dengan keluarga tercinta, tapi besok kita sudah berkumpul di alam barza?!.


Lalu kenapa banyak orang-orang menyia-nyiakan kehidupan mereka dengan hal-hal yang buruk?!.


Masa muda dan masa dewasa merupakan fase terpenting dalam kehidupan manusia. Mengenai pentingnya masa muda, seorang bijak mengatakan, "Jika engkau tak bisa meraih kemuliaan di hari mudamu, tak akan mulia hidupnya sampai tua".


Yang sangat penting diingat, setiap orang akan diminta pertanggungjawaban tentang umur yang dianugrahkan kepadanya. Rasulullah SAW bersabda,


"Tak akan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara, yaitu tentang umurnya, dihabiskan untuk apa; tentang masa mudanya, dipergunakan untuk apa; tentang hartanya, darimana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan; dan tentang ilmunya, apakah sudah diamalkan". (HR At-Tarmidzi).


Felix menghela pelan nafasnya, laki-laki itu sejenak menatap sesuatu yang ada di tangan nya.


Sebuah liontin dimana di dalam nya terdapat foto dirinya dan Helix didalam sana.

__ADS_1


Satu ingatan menghantam diri nya soal saudara kembar nya Tersebut.


"Apa kau pernah jatuh cinta pada seseorang?"


Felix bertanya sambil duduk tepat di samping kanan Helix, mereka menatap hamparan Padang rumput luas di belakang rumah.


"Dia membuat aku berfikir jika dunia dan seisinya begitu indah"


Helix bicara sambil menembang kan senyuman nya.


"Siapa?"


Felix bertanya sambil melirik ke arah dirinya.


"Bukankah kamu paling tahu isi hati ku?"


Mendapatkan pertanyaan itu seketika Felix terkekeh.


"Aku tahu, tapi aku takut salah menebak nya, kau tahu aku ini saudara yang payah'


Helix ikut terkekeh.


"Elia Pratama"

__ADS_1


Sebaris nama tersebut tetap diingat Felix dari bibir adik laki-laki nya.


Felix mengangguk kepalanya, dia kembali menatap lurus ke depan, menikmati semilir angin yang menerpa wajah nya.


Suasana sore sejenak lagi berganti, bola mata Felix menangkap siluet senja yang menampilkan bayangan pepohonan di sisi kiri dan kanan dengan pemandangan yang begitu indah


"Tapi dia membenci ku dengan sejuta alasannya"


Tiba-tiba Suara Helix terdengar begitu lirih.


Felix kembali menoleh kearah saudara kembar nya Tersebut.


"Tidak, dia sama sekali tidak membenci kamu, hanya saja dia masih belum bisa membuka hati nya untuk dirimu"


Felix buru-buru bicara sambil menyentuh lembut punggung Helix.


"Dia membenci ku karena aku membunuh Chriss"


Lanjut Helix lagi.


Felix buru-buru menggeleng kan kepala nya.


"Bukan kamu yang melakukan nya, aku tahu bukan kamu yang melakukan nya, buang pemikiran seperti itu dan mari hidup dengan kenangan baru"

__ADS_1


__ADS_2