Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Laki-laki dengan sejuta tanda tanya


__ADS_3

Mansion utama Felix


Setelah lewat jam makan malam


Kanna terlihat menatap wajah Felix untuk beberapa waktu dimana laki-laki tersebut cukup fokus dengan pekerjaannya sejak tadi.


Gadis itu terlihat berbaring di atas sebuah kursi mendominasi berwarna putih yang terletak di ruangan kerja milik Felix.


Dia baru saja melewati sesi pengobatan nya bersama laki-laki tersebut dan ini Adalah kali ke 4x nya dia berada di rumah laki-laki tersebut, dan mengikuti pengobatan yang di anjurkan oleh Felix.


Sejak kejadian di pesawat mereka menjadi jauh lebih akrab karena pertolongan yang diberikan oleh laki-laki tersebut.


Setelah kejadian di pesawat, Begitu tiba di Indonesia laki-laki tersebut langsung membawa nya ke rumah sakit xxxxxxx.


Dibandingkan Jack, Felix jauh lebih mengkhawatirkan dirinya dan penuh dengan perhatian.


Jack lebih mendominasi dan sangat overprotektif, tidak bisa membedakan keadaaan antara darurat atau sekedar keadaan genting dibawah rata-rata.


Padahal Jack tahu bagaimana kondisi kesehatan nya, tapi laki-laki itu kerap kali mengedepankan ego nya.


Cukup berbanding terbalik dengan sifat Felix yang lebih mementingkan keadaan dan keselamatan orang lain.


Felix tidak pernah mengedepankan ego nya meskipun sebenarnya laki-laki itu juga berada di dalam keadaan yang memaksa nya untuk segera meninggalkan Kanna hari itu juga.


Karena selama beberapa waktu mengenal Felix, Kanna mencoba untuk memeras pemikiran nya dengan begitu keras.


Bagaimana seorang Felix bisa terlibat kasus pembunuhan kakak nya.


Apakah laki-laki itu seorang psikopat atau seorang laki-laki yang memiliki kepribadian ganda.


Hal tersebut benar-benar membebani diri nya dalam beberapa waktu ini hingga hari ini.


Sejenak Kanna menghela kasar nafasnya, dia mencoba untuk menelisik wajah Felix yang sejak tadi begitu konsentrasi menghadap perkejaan nya.


"Apa ada sesuatu yang aneh di wajahku?"


Tiba-tiba suara Felix mengejutkan diri nya, Kanna langsung tersentak kaget kemudian membuang pandangannya.

__ADS_1


"Tidak ada, aku fikir sebaiknya aku segera kembali sekarang"


Ucap Kanna kemudian, gadis itu berusaha untuk berdiri dari posisi duduknya.


"Aku akan mengantarmu nanti, tunggulah sebentar lagi"


Pinta Felix kemudian.


Kanna terlihat diam untuk beberapa waktu, sedikit ragu dengan permintaan Felix.


Dia fikir waktunya cukup malam, dia tidak terbiasa pulang lewat dari pukul setengah 11 malam.


"Aku akan mengantarmu hingga kerumah, bahkan bukan masalah jika harus bicara dengan orang tua kamu, tidak baik untuk seorang gadis muda pulang sendirian di malam hari"


Tambah Felix lagi sambil mengembangkan senyuman nya.


Mendengar kata rumah jelas saja Kanna khawatir, dia tidak pernah mau memberitahu kan tempat tinggal nya pada laki-laki tersebut.


Jika Felix tahu siapa dia sebenarnya, semua Rencana mereka jelas kacau balau.


Laki-laki itu menyimpan satu rekaman penuh CCTV di malam kejadian atas kematian kakak laki-laki nya.


Kanna ingin tahu apa motif dan alasan Felix menyimpan Vidio tersebut.


Apakah laki-laki itu benar-benar terlibat pada kasus pembunuhan Chriss atau tidak sama sekali.


Atau sebenarnya ada seseorang yang lain dibalik rekaman malam itu.


Dimana rekaman itu kini?.


Felix tiba-tiba berdiri dari duduknya, laki-laki itu mencoba untuk mengambil jaket milik Kanna yang tergantung di Rak gantung yang terletak di sisi kanan meja kerja laki-laki tersebut.


Kemudian secara perlahan laki-laki itu mendekati Dirinya, memasangkan jaket tersebut ke tubuh Kanna lantas merapatkan jaket itu dengan gerakan yang begitu lembut.


"Cuacanya begitu dingin, kamu selalu melupakan jaket kamu sendiri, karena itu kamu gampang terkena deman hmmm"


Ucap laki-laki itu sambil menyentuh lembut rambut Kanna.

__ADS_1


Sejenak Kanna melirik ke arah kalung yang ada di leher laki-laki tersebut, gadis itu memperhatikan dengan seksama mainan kalung laki-laki itu sejak beberapa waktu belakangan ini.


Dan disana lah Felix meletakkan rekaman asli kejadian malam kematian kakak nya itu.


"Mari kita pulang"


lanjut Felix lantas mencoba memutar bahu Kanna dan mengajak gadis itu keluar dari ruangan tersebut.


Gadis itu terlihat mengembangkan senyuman nya, menuruti ucapan dan tindakan Felix yang selalu memperlakukan nya dengan cara Begitu hangat.


Tapi baru saja mereka keluar dari ruangan tersebut tiba-tiba seseorang mengejutkan mereka.


"Tuan... celaka"


Seorang perempuan berusia sekitar 45 tahunan berlari tergopoh-gopoh kearah mereka, wajah panik dan penuh kebingungan terlihat memenuhi wajah perempuan tersebut.


Alih-alih menjawab, Felix terlihat menampilkan ekspresi wajah yang tidak kalah panik, seolah-olah tahu apa yang terjadi, laki-laki itu langsung menggenggam erat telapak tangan Kanna.


"Dengarkan aku"


Tiba-tiba Felix bicara sambil menatap dalam wajah Kanna.


"Aku akan minta Sekretaris ku mengantar kamu pulang hmmm, ada hal darurat yang terjadi saat ini"


Mendengar kata darurat sejenak membuat Kanna mengerut kan keningnya.


"Ada apa?"


Dia jelas penasaran.


"Aku belum bisa menjelaskan nya sekarang"


Dan bisa Kanna lihat bagaimana paniknya laki-laki tersebut, mencoba menghubungi seseorang, melepaskan genggaman tangan nya dari kanna kemudian beranjak pergi dengan tergesa-gesa.


Ada apa sebenarnya?!.


Satu pertanyaan besar menghantam pemikiran gadis tersebut.

__ADS_1


__ADS_2