Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Nyonya Cooper Anderson


__ADS_3

Ditengah keterkejutan nya yang luar biasa, busa Rihanna lihat sebuah senyuman mengembang dari Wajah tua yang ada dihadapan nya itu.


Dan melihat senyuman indah tersebut, seketika Rihanna langsung berhamburan ke arah depan, memeluk sosok laki-laki yang ada dihadapan nya itu.


"Pa?"


Ucap nya Serak.


"Kenapa Papa disini?"


Dia bertanya dengan perasaan bingung, bagaimana Papa nya tahu soal keberadaan dirinya disini.


Apakah Papa nya membenci dia saat tahu dia akan menikah dengan Cooper.


"Bagaimana Papa...?"


Lidah nya terasa begitu kelu, tidak sanggup mengucapkan kata-kata selanjutnya lagi.


Dia takut papanya marah kepada dirinya.


Rihanna langsung melepaskan pelukannya, dia menatap dalam wajah Papa nya untuk beberapa waktu.


Seolah-olah tahu kegelisahan putri nya, laki-laki tua itu menyentuh lembut kedua belah pipi putrinya, dia mengelus lembut Wajah Rihanna untuk beberapa waktu.


"Ini hari pernikahan putri papa, jadi bagaimana bisa Papa tidak ada disini sayang"

__ADS_1


Ucap Papa nya kemudian.


"Ya?"


Seketika Rihanna terkejut mendengar penuturan laki-laki tua dihadapan nya itu.


Dia fikir apakah Papa nya merestui pernikahan mereka?!, bagaimana bisa?!.


"Pa..kak Elia...dia?"


Jelas saja kekhawatiran Rihanna ada pada Kakak nya saat ini, mungkin kah kakak nya akan membencinya karena mereka diam-diam menikah dibelakang Perempuan tersebut.


Ditengah kebingungan nya tiba-tiba orang bicara dengan minta mereka untuk duduk di barisan kursi yang telah disiapkan.


Cooper langsung menggenggam erat telapak tangannya, meminta izin pada tuan Pratama, kemudian laki-laki itu membawa Rihanna beranjak dari sana menuju ke arah sebuah kursi di mana dihadapan kursi tersebut sudah ada seorang laki-laki yang menunggu mereka.


Entah bagaimana waktu berjalan, Rihanna yang berada ditengah kebingungan dan perasaan yang kini bercampur aduk menjadi satu terlihat hanya Bisa menatap Cooper dan Papa nya secara bergantian.


Entah apa yang di ucapkan Oleh laki-laki yang berada di samping kanan papa nya tersebut dimana usia laki-laki itu tidak berbeda jauh dengan Papa nya Tersebut, yang jelas Rihanna melihat laki-laki itu mulai bicara soal beberapa hal untuk beberapa waktu.


Hingga akhir Rihanna sadar ada Banyak petuah dan nasehat yang disampaikan laki-laki tersebut kepada mereka terutama soal pernikahan.


Hingga akhirnya entah bagaimana keadaan terus berjalan, seolah-olah waktu terhenti begitu saja saat beberapa orang berkata.


Sah.

__ADS_1


Sah.


Sah.


Seketika Rihanna merasa kehilangan kata-kata dan nafas nya untuk beberapa waktu.


Apalagi saat cooper tahu-tahu menyentuh lembut kedua belah pipi nya dan mencium lembut puncak kepalanya.


Rihanna masih berusaha menetralisir detak jantung nya yang terus berdetak kencang tidak beraturan sejak tadi, keringat dingin terasa membasahi telapak tangan nya.


Setelah Cooper melepaskan ciuman di puncak kepalanya, kemudian bisa dia lihat Papanya langsung memeluk tubuh nya dengan erat.


Bisa dia dengar tangisan Papa nya yang menangis terisak untuk beberapa waktu didalam pelukan nya.


Hingga akhirnya Rihanna tanpa sadar ikut meneteskan air mata dan seolah-olah kesadaran mulai menghampiri dirinya.


Dia baru menyadari jika saat ini dirinya telah sah menikah dengan Cooper, dia benar-benar sudah menjadi nyonya Cooper Anderson muda dengan proses pernikahan yang tidak ribet dan menyusahkan.


"Tuan dan Nyonya Cooper, kami akan mengirim kan surat nikah kalian dalam 1*24 jam"


"Selamat atas pernikahan kalian berdua"


"Berbahagia lah"


Barisan ucapan tersebut terdengar dibalik telinga Rihanna, tapi satu ucapan Papa nya yang dia dengar saat ini yang membuat dia menitik kan air mata nya.

__ADS_1


"Semoga kalian berbahagia hingga maut memisahkan kalian'


__ADS_2