
beberapa jam setelah nya
Di sebuah gudang tua yang gelap dan hanya ditimpa sedikit cahaya di sekitarnya, seorang laki-laki Tampak duduk di atas kursi kayu dengan gaya tampak begitu santai.
Si depannya dengan jarak pandang lebih kurang 5 meteran seorang gadis tergeletak di atas sebuah kursi sofa, dengan kondisi terikat dan mata yang terpejam sempurna.
Disisi lainnya seorang laki-laki terlihat baru saja bangun dari tidur nya, berbaring di atas kursi sofa mendominasi berwarna merah.
"Kau sudah bangun?"
Tuan Paulo bertanya ke arah putra nya, Helix.
Dia masih duduk bersandar di atas kursi yang dia duduki sejak tadi, tangan kanannya tampak menarik sebuah rokok dan mulai meraih sebuah pamatik yang ada di atas meja nafas di sisi kanan dimana dia duduk.
laki-laki itu mulai meletakkan rokok ke atas bibirnya dan menyulut api secara perlahan.
setelah memastikan api rokok miliknya menyala, Tuan Paulo langsung meletakkan pamatik yang ada tangan kiri nya ke atas meja.
laki-laki itu menghisap perlahan rokok miliknya sambil tangan kanannya menahan batangan rokok tersebut.
bola matanya menatap tajam ke arah Helix, dimana laki-laki tersebut tengah berusaha membenahi posisi duduknya.
"Kau memukul ku lagi?"
Helix bertanya pada laki-laki tua tersebut cepat dengan perasaan kesal.
Tuan Paulo kembali menghisap rokok miliknya Kemudian laki-laki itu berkata.
__ADS_1
"Bukankah aku bilang bawa gadis itu dan musnahkan?"
Laki-laki itu bertanya sambil tangan kanan mencoba menekan ujung rokok miliknya ke atas asbak kaca yang ada di sisi kanannya yang berada tepat di atas meja kayu tersebut.
"Kau lagi-lagi ingin ber main-main dengan ayah mu sendiri?"
Tanya tuan Paulo lagi kemudian.
Helix sejenak diam, mencoba untuk menekan kepalanya yang masih sakit, dia mencoba membiasakan pandangannya di ruangan tersebut, kemudian laki-laki itu menatap ke arah papanya untuk beberapa waktu.
"Tidak bisakah kau membiarkan aku bersenang-senang sebentar saja? ini sangat membosankan sekali"
Ucap Helix dengan perasaan kesal.
"aku tidak berpikir kamu Tengah ingin bersenang-senang, sepertinya kamu menaruh ketertarikan terhadap gadis tersebut, benar tebakan ku?'
Tanya Tuan Paulo kemudian, laki-laki itu berdiri secara perlahan dari posisi duduknya, dia berjalan mendekati lantas memutar tubuhnya kemudian dia menyentuh kedua bangun dengan gerakan pelan.
sambil memijat kedua bahu helix dengan gerakan yang begitu santai.
"jika gadis itu hidup dia akan membuat perkara rumit antara kamu dan Felix, dan jika dia hidup kamu pasti bakal kehilangan kebebasan di Indonesia dan Felix akan memutuskan untuk menetap di Indonesia"
Tuan Paulo berbisik pelan dibalik telinga Helix.
"Jangan terlalu lama menundanya"
lanjut laki-laki itu lagi kemudian dia mulai melepaskan pijatan nya pada kedua bahu Helix.
__ADS_1
Sebuah seringai jahat mengembang di balik wajah laki-laki tersebut.
Helix pada akhirnya diam, dia kemudian menatap tubuh Kanna yang masih tergeletak di atas kursi sofa, terlelap disana sama sekali Belum ada pergerakan.
Kenapa tuan Paulo ingin menghabisi Kanna?!.
bagi nya gadis itu akan mengacaukan seluruh rencana nya.
dia tidak ingin Felix terus bertahan di Indonesia karena gadis tersebut.
sebab jika dia masih berada di Indonesia, maka orang-orang akan tahu ada dua Felix yang hidup di rumah keluarga Paulo.
Dia tidak bisa melindungi salah satu di antara kedua laki-laki tersebut.
Kasus lama akan terungkap dan dia akan hancur karena kebodohan putra nya.
Dimasa lalu Chriss tahu soal sesuatu yang tidak seharusnya dia ketahui, jadi mau tidak mau dia menggunakan Helix untuk memusnahkan laki-laki tersebut.
Dan dia memang harus menjebak Elia atas dasar sesuatu yang lainnya.
Selain Elia tahu juga rahasia besar nya, Keluarga Pratama sejak awal memang seharusnya dia hancurkan.
Tapi sial nya Felix dan kekasih nya melihat kejadian tersebut.
Dan rencana nya nyaris kacau balau hingga akhirnya mau tidak mau dia membuat Helix juga memusnahkan kekasih lama Felix.
Terdengar sadis, tapi dia melakukan itu untuk menutup mulut semua orang agar tidak menghancurkan kehidupan sempurna yang susah payah dia Bangun sejak dulu.
__ADS_1
"Papa menunggu kabar baiknya sebelum besok pagi"
Bisik laki-laki itu lagi.