
Beberapa waktu kemudian
Masih di perusahaan Anderson company
Nyonya Pratama terlihat mencoba berpegangan pada pinggiran kursi sofa yang di duduki nya saat ini untuk beberapa waktu setelah mendengar apa yang dikatakan oleh menantunya Cooper.
Dia jelas cukup terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Cooper soal pernikahan mereka.
Cooper➡️Elia➡️ Rihanna.
"Oh God"
Wanita itu mencoba menyentuh keningnya untuk beberapa waktu.
Rihanna buru-buru mencoba menyentuh lembut tangan Mamanya.
Jutaan rasa bersalah mengganti dirinya.
"Jangan membenci Rihanna, disini dia hanya korban yang tidak tahu apa-apa, aku lah yang membawa dirinya hingga sejauh ini dan memaksa diri untuk menikahi nya". Ucapkan terakhir yang dilontarkan Cooper terdengar begitu tegas dan penuh penekanan.
Tidak ingin wanita tersebut langsung salah paham dengan putri bungsu nya.
Cooper tahu disini sejak awal Rihanna sama sekali tidak tahu apa-apa, perempuan tersebut terbelenggu pada hasrat nya, tidak berani berkutik karena Cooper mengikat Rihanna sejak awal dengan ke egoisan nya.
Dia mencintai perempuan tersebut.
Hanya saja cara awal nya yang tidak baik, tapi jika dia menggunakan cara yang baik dia takut Rihanna akan menjauh dari dirinya dan dia tidak berhasil mendapatkan Perempuan tersebut.
Toh tidak perlu ada yang dia khawatir kan , bukan kah Sejak awal antara dirinya dan Elia tidak benar-benar terdapat sebuah ikatan pernikahan.
__ADS_1
Semua itu hanya semata-mata karena sebuah kesepakatan.
Mertua nya harus tahu soal segala hal yang terjadi di antara mereka.
"Bagaimana bisa?"
Mama Rihanna bertanya sambil menatap dalam bola mata putri nya tersebut.
"Maafkan aku..."
Suara Rihanna terdengar begitu serak, seolah-olah semua kata-kata yang ingin di ucapkan oleh dirinya tersangkut di ujung tenggorokannya.
Dia takut Mama nya membenci diri nya.
Dia takut dengan tatapan mata mamanya yang penuh dengan kemarahan tersebut.
Begitu sang Mama nya mengangkat tangan nya, Rihanna langsung memejamkan bola matanya, takut jika-jika wanita tua itu memukul atau menampar diri nya.
Dikala pemikiran takut menghantam dirinya, dikala dia buru-buru menutup bola matanya, tiba-tiba saja tangan tua tersebut menyentuh wajah nya.
"Katakan pada Mama"
Ucap Nyonya Pratama pelan.
"Apa kamu terpaksa Menikah dengan Anderson muda?"
Sebaris pertanyaan penuh penekanan terdengar dari balik bibir Mama Rihanna.
Sejenak mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
Cooper memilih untuk diam dan bergerak menjauh, membiarkan sepasang ibu dan anak tersebut untuk mendapatkan waktu bicara.
Rihanna meremas perlahan kedua telapak tangan nya untuk beberapa waktu.
"Apa Cooper mengancam kamu? meminta kamu berbohong dan berbuat yang tidak-tidak pada kamu?"
Lagi Mama Rihanna bertanya dengan penuh penekanan.
Wanita itu ingin memastikan putri bungsunya tersebut baik-baik saja.
Rihanna buru-buru menggelengkan kepalanya.
Meskipun tidak dipungkiri awal mula hubungan dia dan Cooper Berawal dari pemaksaan, ada kalimat sedikit mengancam dan semua hubungan awal mereka Berawal dari pemerkosa tapi Rihanna benar-benar mencintai Laki-laki tersebut.
"Aku tidak pernah merasa di ancam, aku mencintai Cooper, maafkan aku, Ma"
Jawab Rihanna pelan dengan bola mata berkaca-kaca.
"Aku tidak terpaksa menikah dengan nya"
Lanjut Rihanna lagi sambil berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya.
"Aku benar-benar mencintai nya, maafkan aku Ma"
Mendengar kata-kata terakhir putri nya membuat Mama Rihanna terdiam, wanita itu menelisik wajah putri nya untuk beberapa waktu, kemudian secara perlahan wanita itu langsung memeluk lembut tubuh putri nya.
"Oh Sayang...."
Dia memeluk tubuh putri nya tersebut dengan jutaan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
__ADS_1
Wanita itu fikir kenapa bisa hubungan pernikahan ini menjadi serumit ini.
Dia fikir dia harus kembali kerumah dan Bertanya pada suaminya, kenapa laki-laki itu bisa-bisa nya membohongi dirinya soal pernikahan anak-anak mereka?!.