
Mansion utama Cooper
17.25 PM
"Aku mengejar waktu, Felix akan menjemput ku di apartemen"
Kanna bicara sambil menyerahkan laptop nya kepada Lexus.
begitu keluar dari tempat Felix dan Reza mengantarnya ke apartemen miliknya, Kanna memastikan Reza benar-benar menjauh dari apartemen tersebut.
Begitu yakin dia langsung memilih pergi memutar melewati pintu belakang dan turun ke parkiran area bawah tanah, mengambil mobilnya dan melaju dengan cepat menuju ke arah Mansion milik kakak laki-lakinya tersebut.
semua orang harus membuka flashdisk yang dia copy dengan cepat.
Mencoba melihat isi rekaman sesungguhnya dan gabungkan dengan beberapa rekaman yang terpotong sebelumnya.
Kanna harus mengejar waktu sebab malam ini Felix berkata akan menjemput nya dan mengenal kan nya pada seseorang.
"Tidak ingin menunggu dulu? aku fikir sebaiknya kamu jangan pergi"
Lexus bicara dengan perasaan sedikit khawatir.
Menurutnya cukup berbahaya pergi tanpa mengetahui lebih dulu kemana tujuan mereka.
"Bukan masalah, aku bisa mengorek informasi lainnya, cukup berikan aku dua orang yang mengawasi kami dari kejauhan"
Ucap Kanna cepat, dia kemudian langsung bergerak tergesa-gesa pergi dari sana.
Dia harus bersiap-siap dengan cepat karena waktu yang dia punya jelas tidak banyak.
Lexus dan Roy sejenak Saling menoleh, menatap punggung Kanna yang kian menjauh.
Pada akhirnya mereka melesat naik bersama menuju kearah lantai atas, dan Begitu mereka tiba di ruang kerja Cooper, dengan cepat Lexus membiarkan Cooper yang mengurus copy'an flashdisk yang telah disalin oleh Kanna.
"Dimana Kanna?"
Cooper fikir dia tidak melihat adiknya tersebut.
"Dia bilang harus kembali pergi dengan Felix, mereka membuat janji bersama, ini kesempatan untuk mengorek informasi lebih lanjut"
__ADS_1
Roy bicara dengan cepat.
Mendengar penjelasan Roy, Cooper terlihat diam untuk beberapa waktu.
"Biarkan mereka terus mengawasi pergerakan Kanna"
Perintah laki-laki itu cepat sambil menoleh kearah sisi kanna nya di mana sejak tadi Arlan sang sekretaris nya berdiri di sana.
"Sesuai perintah anda, tuan"
Jawab laki-laki itu pelan.
Tidak lama kemudian Cooper dengan gerakan cepat mulai mencoba membuka file yang ada dihadapan nya itu secara perlahan.
Rossa yang Sejak tadi duduk disalah satu kursi sofa, terlihat menunggu layar laptop yang ada di tangan Cooper terhubung ke layar proyektor.
"Ini benar-benar rekaman CCTV aslinya"
Cooper bicara cepat sambil mengerutkan keningnya.
"Yah kita benar-benar mendapatkan nya"
Bisa dilihat beberapa rekaman coba di putar oleh laki-laki itu satu persatu.
Cukup lama waktu yang dibutuhkan mereka, Awalnya tidak ada yang aneh, mereka menggabungkan satu persatu rekaman tersebut untuk beberapa waktu.
Satu.
Dua.
Tiga.
Semua bergerak dan terlihat seperti seharusnya.
Beberapa rekaman terlewat kan dengan sempurna akhirnya bisa menemukan sambungan nya satu per satu.
Hingga akhirnya tiba-tiba Lexus berkata.
"Tunggu dulu, tidak kah kalian melihat sebuah keanehan?"
__ADS_1
Tanya Lexus saat bola mata nya mulai menyadari soal beberapa rekaman yang masih terpotong dan berhasil digabungkan.
Mendengar ucapan Lexus seketika Semua orang menoleh.
"Tidakkah kalian melihat satu orang dengan dua pakaian yang berbeda?'
Lexus kembali bertanya dengan cepat.
"Pasang berbaris, perhatikan waktu dan tanggal nya dan perhatikan pakaian yang Felix gunakan"
Saat Lexus berkata begitu, Cooper langsung mensejajarkan Beberapa Vidio, membiarkan seluruh rekaman terbuka dan semua orang langsung memperhatikan.
"Oh shi..t"
Lexus seketika menyentuh keningnya.
"Seharusnya aku menyadari keanehan ini sejak awal"
Lanjut laki-laki itu lagi gelagapan.
Cooper yang ikut menyadari soal kenyataan langsung meraih handphone nya dengan cepat.
"Oh God....angkat telepon nya, Kanna..."
Pekik laki-laki itu panik.
"Bergerak dan cari tahu Di mana mereka kini"
Ditengah kepanikan mereka, tiba-tiba suara Seseorang mengejutkan mereka.
Rihanna tahu-tahu menyeruak masuk dengan wajah pucat sambil berkata.
"Felix ada di bawah'
Seketika bola mata semua orang membulat.
"Shi..t"
Cooper mengumpat dengan cepat.
__ADS_1