
Sejenak Kanna memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.
Dia tidak tahu apa yang terjadi, tapi bisa dia dengar jelas dia tembakan saling bersahutan, satu terasa bergerak dan menggetarkan tangan nya.
gadis itu sama sekali tidak bergeming, bisa dia rasakan pelukan erat yang melekat didalam dirinya, Helix memeluk erat dirinya sambil menopang kepalanya.
bola mata gadis itu jelas membulat dengan sempurna, jantung Kanna seketika seolah-olah ingin melompat keluar Saking terkejut nya.
Sepersekian detik kemudian bisa dia dengar teriakan Felix dan kakak nya Cooper secara bersamaan.
Dan di detik berikutnya tiba-tiba....
Bruggggg
Helix tumbang begitu saja.
Dan di depan sana bisa di lihat tuan Paulo juga ikut tumbang dengan sempurna.
Seketika Kanna berteriak histeris di sertai Felix yang langsung menyambar tubuh Helix dan mencoba menekan kesadaran saudara kembar nya tersebut.
__ADS_1
"Helix....bangun...lihat aku..."
Felix berteriak histeris, bisa dibayangkan ekspresi wajah laki-laki tersebut saat ini.
Meskipun tidak menyukai Ayah mereka, Felix tidak pernah membenci saudara kembar nya.
Dia selalu berusaha untuk melindungi Helix, sama sekali tidak pernah membuka suaranya, rela menarik rekaman CCTV asli pembunuhan malam itu, tidak ingin Helix terlibat kasus pembunuhan malam itu.
Dia mati-matian mencari pengobatan alternatif untuk Helix, ingin Agar laki-laki tersebut lepas dari lingkaran ayah mereka.
Bahkan dia berusaha untuk menekan ingatan Elia agar tidak buka suara soal malam pembunuhan kala itu.
Felix selalu berusaha Berkata pada dirinya baik-baik saja, berusaha tersenyum meskipun hatinya menangis, berusaha tidak melupakan kemarahan nya demi melihat ibu nya tersenyum.
Lalu jika dia kehilangan kembali orang yang dia sayangi, jika dia kehilangan Helix maka apa yang akan dia lakukan berikutnya?!.
"No..please.... kita akan baik-baik saja, aku mohon bertahan lah"
Felix langsung mencoba mengangkat kembaran nya, menggendong laki-laki tersebut dipunggung nya, dia mengangkat Helix tanpa berfikir dua tiga kali.
__ADS_1
Mungkin itu nama nya gerakan refleks, itu adalah intuisi yang terjadi dari seorang kakak laki-laki untuk adiknya.
Diabaikan nya orang-orang disekitar yang bergerak mencoba membantu, tidak dia pedulikan sejauh mana kaki nya melangkah, mencari jalan menuju ke arah pintu keluar.
Didalam Fikiran nya saat ini, dia harus pergi membawa Helix menuju ke rumah sakit paling terdekat, dan laki-laki itu harus selamat, hidup dengan baik dan bahagia.
Sedangkan di sisi Kanna, awal nya gadis tersebut menatap telapak tangan nya yang baru dia sadari berlumuran darah segar, dia baru tahu tembakan yang di Lesatkan tuan Paulo mengenai Punggung Helix dan rupanya Havanna melesatkan tembakan nya pada tuan Paulo.
Di sana bisa dilihat bagaimana tubuh tuan Paulo tumbang, Laki-laki tersebut tergeletak di Lantai dingin tersebut sambil bola matanya menatap kearah Helix.
Bisa dilihat bagaimana laki-laki tersebut menatap Putra nya.
Lalu tiba-tiba Felix mendapatkan tubuh sang kembaran nya, meraih tubuh Helix dan memasukkan nya kepunggung nya, menggendong Helix dengan sekuat tenaga tanpa menoleh kearah kiri dan kanan nya lagi.
Yah itu adalah cara seorang kakak yang begitu melindungi adiknya sendiri, realita nya seburuk apapun kelakuan saudara mu, kamu tidak akan pernah membenci nya, jika dia terluka, kamu pasti merasa ikut terluka.
Begitu Kanna melihat punggung itu semakin menjauh, tiba-tiba dia merasa pandangan nya mengabur dan dalam hitungan detik tiba-tiba...
Braagggg
__ADS_1
Dia terjatuh tidak sadarkan diri.