Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Rasa sakit yang tidak ada obatnya


__ADS_3

Satu hari kemudian


Rumah keluarga besar Paulo


Suasana duka menyelimuti keluarga besar Felix, tidak ada senyuman, tidak banyak terjadi percakapan, yang terdengar hanya isakan tangisan dan suara lirih yang saling bersahutan.


Kanna sejak tadi terus menggenggam erat telapak tangan Mama Felix, dia berusaha menguatkan wanita tua tersebut dan mencoba menghibur nya dengan sedikit kata-kata yang mungkin bisa membuat wanita tua itu menjadi sedikit lebih tenang.


Dia tahu wanita itu hancur.


Setelah berita pecah Keluarga nya hancur berkeping-keping, ketika tuan Paulo tertangkap seluruh keadaan di keluarga mereka langsung berbalik 180°, aset berharga di tarik oleh pemerintah, bahkan semua hal yang dimiliki suaminya tidak ada yang terselamatkan, satu persatu orang-orang dan keluarga yang terlibat di tangkap dan adili.


Helix putra nya berjuang dengan masa kritisnya selama berhari-hari, bahkan dia harus pura-pura berkata semua baik-baik saja, padahal realita nya tidak ada yang baik-baik saja.


Setelah melewati perjuangan panjang, Helix pada akhirnya masuk ke fase kritis nya semalaman penuh,hingga akhirnya putranya yang selalu dia sebut bocah kecil yang lincah dan banyak bicara itu menghembuskan nafas terakhir nya.


Dia tidak pernah menyangka jika kehidupan seseorang tidak selalu berada di fase atas atau ada, satu hari orang-orang akan di uji, tidak selama nya Manusia ada di atas segala-galanya, bahkan satu hari manusia akan di uji dengan hal-hal tidak terduga.


Seorang teman nya pernah berkata.

__ADS_1


Suatu ketika Imam Syafi’i pernah ditanya oleh seseorang, “Mana yang lebih hebat bagi seseorang, antara dikokohkan (dimenangkan) atau diberi ujian.” Lalu Imam Syafi’i menjawab, “Ia tidak dikokohkan sebelum diberi ujian” (Ibnu Al-Qayyim: 283).


Demikianlah sunnatullah terjadi pada orang-orang hebat di sisi Allah subhanahu wata’ala. Mereka tidak diberikan kemenangan sebelum diuji hingga berdarah-darah. Karenanya Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


“Manusia yang paling dashyat cobaannya adalah para anbiya’ kemudian orang-orang serupa lalu orang-orang yang serupa. Seseorang itu diuji menurut ukuran agamanya. Jika agamanya kuat, maka cobaannya pun dashyat. Dan jika agamanya lemah, maka ia diuji menurut agamanya” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).


Allah Ta'ala mengabarkan dalam Al-Qur'an bahwa ada 2 sifat dasar manusia, yaitu:


"Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir." (Surah Al-Ma'arij: 20-21)


"Semua akan baik-baik saja, Ma"


Yah semua akan baik-baik saja.


Dia mungkin tidak akan menangis ketika di uji dengan harta, ujian nikmat dan lain sebagainya.


Tapi ujian kematian sungguh sulit rasanya.


Bayangkan bagaimana jiwa seorang ibu kehilangan putra mereka?!.

__ADS_1


Bagaimana seorang ibu bisa mengumpulkan kekuatan  saat melihat anak sakit parah apalagi Melihat anaknya mengembuskan napas terakhir dan kehilangan anak untuk selamanya.


Mereka pasti merasa ini adalah mimpi paling terburuk didalam hidup mereka, bahkan seorang ibu akan berkata.


"Kenapa bukan Mama dulu yang di ambil Allah nyawanya nak? kamu masih terlalu muda untuk pergi meninggalkan semuanya"


Percayalah kehilangan seorang anak menyisakan rasa sakit yang begitu mendalam.


RASA sakit itu jelas banyak macamnya, ada obatnya, bisa dipahami dan bisa dipelajari. Sakit gigi bisa dipelajari dan ada obatnya oleh karenanya ada dokter gigi untuk mengobati pasien sakit gigi. Sakit mata jelas kelihatan merah harusnya putih, obatnya banyak dan bisa sembuh. Sakit usus buntu meski pun tak terlihat langsung, tapi bisa dirasakan dan bisa dicek oleh dokter dan bisa sembuh dengan dioperasi usus buntu.


Namun, ada satu sakit yang tidak ada penyembuhnya, karena menurut pengamatan saya sakit ini belum ada rumah sakit dan dokter spesialisnya, walaupun harusnya masuk ranah rumah sakit ibu dan anak. Karena berhubungan dengan seorang ibu dan anaknya.


Sakitnya seorang ibu ketika kehilangan anaknya yang meninggal adalah sakit yang tidak ada obatnya sampai saat ini dan saat yang akan datang. Takdir itu ialah anaknya pergi meninggalkannya sebelum si ibu dan si ibu menyaksikan kematian anaknya itu.


Ibu tersebut sakit karena anaknya hilang pergi meninggalkan dia dan tidak bisa kembali lagi. Ibu itu merasa kesakitan di dalam hatinya karena belahan hatinya yang lahir dari rahimnya setelah dikandung selama 9 bulan dan dilahirkan dengan bertaruh nyawa pergi meninggalkannya di pangkuannya. Coba sakit apalagi yang sakitnya melebihi kesakitan seorang ibu yang ditinggal anaknya mati?.


"Yah semua pasti baik-baik saja"


Wanita tua tersebut bicara lirih, membiarkan Kanna kembali memeluk erat tubuh nya.

__ADS_1


__ADS_2