Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Hampir pada titik akhir


__ADS_3

Felix melesat dengan cepat menuju kearah depan, dia menerapkan rahangnya saat dia sadar siapa yang dilihat di hadapannya itu.


bisa dilihat papanya mengarahkan pistol ke kepala Kanna, mencoba melindungi diri nya sendiri dan menjadikan seorang gadis Lemah sebagai Temeng nya.


Beberapa orang-orang nya berusaha untuk menahan tembakan, Felix langsung melesat dan memberikan kode untuk jangan bertindak gegabah.


laki-laki itu jelas menggeram, iya secepat kilat langsung berteriak ke arah papanya.


"Pa...."


seketika tuan Paulo terkejut, begitu Mendengar suara tidak asing tersebut dia langsung tahu itu adalah Felix, dia langsung menoleh ke arah sisi kanan nya.


"Kau...?"


Laki-laki itu membulatkan bola matanya.


"Kau yang membawa mereka dan berusaha mengkhianati ayah mu sendiri?"


Pekik tuan Paulo dengan penuh kemarahan, laki-laki tersebut semakin mengacungkan pistolnya ke kepala gadis yang ada di hadapannya itu.


Klatakkkkk.


"aku tidak menghianatimu tapi kamu sendiri yang berulah dan membuat orang-orang ingin menangkap kamu atas kejahatanmu di masa lalu dan masa sekarang"


teknik bicara tanpa menggunakan kata ayah atau Papa ke arah laki-laki tersebut, seolah-olah dua kata itu menjadi begitu keramat untuk dirinya saat ini.


Felix fikir Paulo jelas bukan ayah mereka, jika iya bagaimana mungkin seorang ayah bisa menjebak putranya sendiri, menipu putranya sendiri bahkan ingin membunuh putranya sendiri.

__ADS_1


hanya dua asumsi yang bisa dia fikirkan secara logika.


jika bukan karena ayahnya gila itu artinya Tuan Paulo memang bukan ayah kandung mereka.


"Lepaskan Kanna sekarang"


Pekik laki-laki tersebut dengan penuh kemarahan, dia menaikkan senjatanya tepat ke arah depan, mengarahkan senjata api di tangan nya itu ke arah tuan Paulo.


melihat Felix mengajukan senjata ke arah dirinya laki-laki itu jelas terkekeh, dia membulatkan bola matanya, bisa dilihat bagaimana ekspresi bola mata tersebut seolah-olah ingin keluar saat ini juga.


karena yang melihat kedatangan Felix jelas langsung menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin hal yang buruk terjadi kepada laki-laki tersebut.


dia sempat salah paham kepada Felix kemarin, berpikir jika laki-laki itu adalah pembunuh kakak kandungnya, bahkan dia dengan teganya mempermainkan hati Felix yang mungkin bisa jadi memang tulus terhadap dirinya.


di belakang Tuan Paulo Helix terlihat masih bingung, dia menatap ayahnya dan kembarannya secara bergantian.


Dia fikir kenapa dua orang yang dia sayangi saling mengacungkan senjata.


di kala Helix panik dengan keadaan, tuan Paulo berkata.


"angkat senjatamu dan lindungi aku, tidak bisa kah kamu lihat? saudara kembar mu ingin membunuh ayahmu kemudian ia siap ingin membunuh dirimu"


tuan Paulo membentak kearah putra nya tersebut, meminta Helix agar bergerak kedepan untuk melindungi dirinya.


tapi Alih-alih Helix bisa bergerak ke depan untuk melindungi ayahnya, Felix langsung berkata.


"Apa kamu masih mau ditipu oleh dia? tidak kah kamu lihat dia menipu kita selama bertahun-tahun ini? dia memanfaatkan kamu untuk membunuh chriss bahkan siapapun yang di anggap nya sebagai penghalang, Bahkan dia meminta kamu membunuh ku juga gadis yang ada dihadapan kita saat ini"

__ADS_1


Kata-kata Felix jelas langsung mengganggu pemikiran Helix, dia menoleh kearah Felix dan ayah nya secara bergantian.


Tapi tiba-tiba dua laki-laki tersebut saling bersahutan dan mengacaukan pemikiran Helix.


Suara demi suara terus terdengar memenuhi gendang telinga nya, Helix mencoba menutupi kedua telinga nya dengan cepat.


Rasa sakit di kepala nya menghantam secara tiba-tiba hingga akhirnya tampak Kemarahan menghantam dirinya.


klatakkkkk


Kanna yang sejak tadi di tarik oleh tuan Paulo kesana-kemari jelas membulat kan bola saat dia menyadari perubahan ekspresi Helix.


No...!.


Gadis tersebut secepat kilat menggigit lengan tuan Paulo dan tidak tahu bagaimana kejadian pastinya tiba-tiba tuan Paulo melepaskan genggaman nya, Helix mengarahkan pistol nya kearah Felix dan Kanna secepat kilat langsung Meraih pistol di tangan Helix.


Bagaikan gerakan slow motion semua terjadi dengan begitu tiba-tiba.


Doorrrrrrr


Doorrrrrr


Dua tembakan terdengar memecah keheningan malam didalam gudang pengap dan suram tersebut.


Semua orang seketika membeku dan...


"Kanna...."

__ADS_1


"Helix....."


Teriakan melengking Felix dan Cooper saling bersahutan.


__ADS_2