Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Begitu manis


__ADS_3

Bayangkan bagaimana perasaan Rihanna saat ini.


Entahlah rasanya begitu manis dan menyenangkan.


Bukan karena hadiah yang diberikan Cooper yang membuat dia bahagia, tapi karena cara Cooper yang dia anggap luar biasa.


Bahkan ucapan Cooper cukup membuat dia lega dan bahagia.


"Karena sejak awal aku ingin semua orang berfikir kamu lah pengantin perempuan nya hmmm"


"Aku melakukan itu agar orang berfikir kamulah yang sejak awal Menikah dengan ku"


Dua pernyataan itu jelas membuat dia mampu berfikir dengan jernih, sejak awal memang bukan kakak nya yang dia inginkan tapi memang dirinya.


Tidak pernah ada pernikahan sah antara Cooper dan kakak nya, semua berlaku karena perjanjian yang di lakukan di antara mereka.


Begitu Cooper menyambar bibirnya, Rihanna hanya diam saja, menikmati manisnya sensasi lembut yang bergerak di sepanjang bibirnya tersebut secara perlahan.


Laki-laki itu terus mengajak dirinya saling menyesap bibir antara satu dan yang lainnya, cukup lama hingga akhirnya laki-laki itu secara perlahan mulai bergerak membelit lidah nya.


Rihanna mencoba menahan dada Cooper dengan cepat.


"Why?"


Sang suami melepas kan ciuman nya, bertanya sambil menatap istrinya dengan menggerut keningnya.


"Ini di kantor, Cooper"


Ucap Rihanna sambil berusaha menekan bibir nya dengan jemari tangannya.


Laki-laki itu terkadang lupa situasi.


Itu benar-benar buruk fikir Rihanna.


"Bukankah ini Kantor ku?"


Dan penyakit lama nya kambuh lagi.

__ADS_1


Si dingin yang selalu berkata seenak hati nya itu mulai protes sambil menarik pinggang nya dengan cepat.


Kemudian tiba-tiba Cooper menggendong dirinya dan menaikkan tubuh nya ke atas meja.


"Akhhh Kakkkk..."


Rihanna terkejut, langsung berteriak kecil sambil memegang bahu laki-laki tersebut.



Bola mata Rihanna langsung membulat ketika suaminya menduduki dirinya ke atas meja kerja laki-laki tersebut.


"Tidak ada larangan untuk melakukan hal seperti ini di kantor"


Protes Cooper lagi.


"Aku tahu, tapi bagaimana jika ada yang masuk ke dalam?"


Kali ini Rihanna yang protes, menatap laki-laki itu dengan pandangan sebal.


"Tidak akan ada yang berani datang tanpa mengetuk pintu"


Laki-laki itu bisa-bisa nya menjawab dengan begitu entengnya.


"Aku bebas melakukan apapun yang aku sukai, bahkan kita bisa bercinta didalam sini"


Bayangkan bisa-bisa nya laki-laki itu bicara hal seperti itu dihadapan istrinya.


"Cooper"


Seketika wajah Rihanna memerah mendengar ucapan sang suaminya.


"Kita belum pernah mencoba di atas meja kerja"


Goda suaminya seketika.


"Ya?"

__ADS_1


Rihanna jelas membulatkan bola matanya.


Perempuan itu fikir bagaimana suaminya bisa-bisa nya berkata begitu.


"Kenapa kamu suka sekali bicara begitu blak-blakan"


Rihanna terlihat langsung mencubit bahu Cooper, bicara dengan perasaan malu dan sedikit protes.


Alih-alih peduli dengan ekspresi istrinya, laki-laki itu kembali ingin menyambar bibir Rihanna.


"Kakkk.."


Perempuan itu mencoba menutupi bibir nya dengan punggung tangan kirinya.


Melihat ekspresi istri nya laki-laki itu kembali menyambar dan memberikan satu sensasi manis di bibir istri nya.


"Aku jadi menginginkan nya di atas meja"


Bisik Cooper pelan sambil melepas pangutan nya lantas kembali menautkan bibir mereka secara perlahan.


Rihanna jelas gelagapan, mencoba menahan dada suami nya tapi sia-sia.


Memangnya dia fikir sejak kapan dia bisa menang dari laki-laki itu, suaminya selalu punya cara membuat dia tidak bisa berkutik.


Dia pada akhirnya membiarkan sang suami mulai menjelajahi seluruh bagian bibir nya, membiarkan tangan kanan suami y yang mulai menahan tengkuknya Secara perlahan sedangkan tangan kiri suami masih memeluk erat pinggang nya.


Ciuman tersebut bergerak dengan begitu manis dan lembut, laki-laki itu selalu mampu membawa Rihanna berpetualang dengan sejuta sensasi nikmat tiada duanya.


Memasrahkan dirinya ikut larut dalam keadaan, diseret dalam Gai..rah yang mulai memanas didalam mendominasi berwarna putih tersebut.


Namun ditengah keadaan yang mulai memanas tiba-tiba ketakutan awal Rihanna benar-benar terjadi, tanpa mereka sadari ada yang benar-benar menyeruak masuk kedalam ruangan Cooper begitu saja tanpa mengetuk pintu ruangan kantor milik laki-laki tersebut.


"Cooper, Rihanna...apa yang kalian lakukan?"


Sebuah suara dengan nada tinggi mengejutkan mereka berdua.


Seketika Rihanna mendorong tubuh suaminya dengan gerakan refleks dan cepat saat dia menyadari siapa sang pemilik suara.

__ADS_1


__ADS_2