
Mansion utama Lexus
Sejenak Elia tersentak dari tidur lelapnya, perempuan itu mencoba untuk membiasakan bola matanya Untuk beberapa waktu dari silaunya cahaya lampu yang ada di atas kepalanya.
ketika bola matanya telah terbiasa dengan silaunya bola lampu yang ada di atas kepalanya, Elia tampak menatap ke arah sisi kirinya.
bisa dia lihat Lexus tengah duduk di atas sebuah kursi sofa kecil tepat di samping sisi kirinya yang jaraknya tidak lebih dari 2 jengkal Dari dirinya.
"Lex?"
Elia tercekat.
Dia cukup terkejut saat dia sadar dia telah berpindah tempat, bukan lagi di apartemen Felix tapi dia kini berada di apartemen Lexus.
"Apa ada yang terasa sakit?"
Tanya Lexus pelan.
Alih-alih menjawab, Elia malah bertanya.
"Apa yang terjadi?"
Tanya perempuan itu kemudian sambil mengerutkan keningnya.
Lexus memilih diam, tidak menjawab sama sekali pertanyaan Elia.
"Kau tidak tahu? Felix nyaris memperkosa kamu"
Tiba-tiba suara Rossa mengejutkan Elia.
Buru-buru Elia menoleh ke arah pintu kamar, bisa dia lihat gadis itu berjalan mendekati dirinya, membawa nampan berisi makanan dan minuman.
"Ya?"
Elia mengerut kan keningnya.
"Selama ini selalu ada aku yang mengawasi, belakangan di 3 pertemuan terakhir dia mulai bermain-main dengan kehadiran ku, Pagi kemarin dia memanfaatkan kamu"
Rossa bicara dengan nada cetus, dia menampilkan ekspresi kesal nya.
"Berhentilah memercayai dirinya, kau tahu? dia beberapa kali mencoba menyentuh mu dalam keadaan tidak sadarkan diri"
__ADS_1
Gadis itu terus mengomel, meletakkan nampan yang ada ditangan nya ke atas nakas kemudian Rossa memberikan handphone nya kepada Elia, dia memberikan sebuah rekaman kepada perempuan tersebut.
"Kemarin dia Menjebak kamu, membuat Cooper dan Rihanna melihat aksi kalian yang seolah-olah tengah tidur bersama"
melihat Vidio yang diberikan Rossa seketika Elia terbelalak kaget.
"Tidak mungkin..?"
Dia bicara dengan nada Bergetar, seketika dia menoleh kearah Lexus.
Bisa dia lihat kekecewaan di bola mata laki-laki itu.
Elia mengencangkan pegangan tangan nya di selimut yang dia gunakan.
"Kau selalu saja keras kepala"
Ucap Rossa lagi sambil menghela pelan nafasnya.
"Untungnya lagi-lagi kami tiba tepat waktu, ini yang ke 3 kali nya Elia, apa kau masih berfikir dia penyelamatan kamu? dia pengobat depresi kamu?"
Tanya Rossa sambil berusaha Duduk dihadapan Perempuan tersebut.
"Dia mencoba memanfaatkan kamu, ingin meniduri kamu dan ingin menghancurkan kehidupan kamu"
"Hentikan Ross, keluar lah biar aku bicara dengan nya sebentar"
Ucap Lexus cepat sambil mencoba meminta gadis itu beranjak pergi dari sana.
"Roy akan datang sebentar lagi"
Lagi Rossa mengehela nafasnya.
"Berhentilah membuat sepupu ku kecewa"
Sebelum beranjak pergi, Rossa kembali mencoba mengingatkan Elia soal Lexus.
"Ross"
"Aku hanya sedang merasa dia memang tidak pernah mencintai kamu Lex, tidak kah kamu melihat nya?"
Gadis itu pada akhirnya beranjak pergi dari sana.
__ADS_1
Elia terlihat menggigit bibir bawahnya, dia kemudian mencoba menatap wajah Lexus untuk beberapa waktu.
"Aku akan minta Echa melanjutkan terapi yang memang seharusnya kamu jalani, berhenti lah sementara dari pekerjaan kamu hingga semua menjadi baik-baik saja, kasus pembunuhan Chriss sedang diselidiki"
Ucap Lexus kemudian sambil menatap dalam bola mata Elia.
"Berhentilah menemui Felix untuk sementara waktu hingga semua kecurigaan terbuka, jangan khawatir soal aku, mulai besok aku tidak akan pernah menemui kamu lagi hingga semua kasus nya terungkap"
"Jika Felix memang terlibat didalam kasus pembunuhan Chriss, aku berjanji pada kamu untuk pergi dari Indonesia dan memutuskan semua komunikasi soal kita"
"Tapi berjanjilah pada ku untuk hidup dengan baik dan melupakan segalanya"
Mendengar ucapan Lexus seketika Elia terdiam, dia menggigit pelan bibir bawahnya, Lidah nya Kelu dan dia seolah-olah kehilangan kata-kata nya.
Dia menelan Saliva nya secara perlahan, dia menemui Felix karena perasaan nya terasa begitu kacau tapi tidak pernah berfikir jika Laki-laki itu akan melakukan hal buruk seperti itu.
Pertama dia fikir Rossa menghasut hubungan mereka, kedua dia begitu marah dan merasa Lexus hanya cemburu dengan kedekatan dia dan Felix tapi ke tiga...
Video rekaman itu...
"Lexus... maafkan aku"
Suaranya terdengar begitu serak.
Alih-alih mendengar kan Ucapan Elia, Lexus memilih untuk bergeser dari posisi duduknya.
"Aku akan minta Rossa dan Roy mengantar kamu pulang, mari tidak bertemu setelah ini"
No...Elia seketika tercekat mendengar ucapan Lexus.
Tidak... jangan lakukan itu.
Dia tahu dia salah, mengabaikan laki-laki itu selama ini, tidak pernah percaya pada ucapan nya.
Dia seolah-olah tidak membutuhkan nya, tapi kini ketika dia membutuhkan nya bagaimana bisa laki-laki itu berkata tidak akan menemui nya.
"No.."
Elia secepat kilat berdiri, meraih tubuh Lexus dan memeluk nya dengan cepat dari belakang.
"Maafkan aku...maafkan aku...maafkan aku"
__ADS_1
Seketika tangis nya pecah, dia memeluk erat tubuh laki-laki itu tanpa berniat melepaskan nya.