
Kabin pesawat first class
Milik Felix Paulo junior
Begitu tiba di kamar kabin pesawat first class Milik Felix, laki-laki itu langsung meletakkan tubuh Kanna ke atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut.
Laki-laki itu secepat kilat menaikkan lengan pakaian nya, bergerak cepat untuk membantu gadis tersebut.
Bayangkan bagaimana paniknya semua orang saat ini, apalagi saat gadis itu tiba-tiba batuk mengeluarkan darah nya.
Kondisi tubuh gadis itu tidak bisa dibilang baik-baik saja, dia terlihat tidak bergeming dan tak sadarkan Diri, beberapa pramugari serta asisten Felix dengan cepat langsung bergerak mempersiapkan semua peralatan yang Felix miliki saat ini.
Felix sendiri Langsung membenahi posisi Kanna.
Kini sebuah tas telah dikeluarkan oleh seorang laki-laki, Karena dia seorang dokter, tidak Heran laki-laki tersebut selalu membawa peralatan miliknya kemanapun dia pergi.
"Biarkan aku menyelesaikan nya, cukup sekretaris dan satu pramugari saja yang tinggal disini"
Ucapan Felix cepat, kata-kata nya jelas terdengar seperti sebuah perintah yang mutlak,jelas tidak ada yang berani membantah nya bukan?!.
__ADS_1
Setelah berkata begitu Laki-laki itu langsung berusaha membuka kancing baju Kanna dengan gerakan cepat.
"Apa kau sedang bercanda?"
Jack langsung menyeruak masuk, bicara dengan nada sedikit tinggi sambil mendengus kesal.
Dia menahan gerakan tangan Felix yang akan membuka kancing pakaian Kanna.
Tampak tatapan permusuhan yang diberikan oleh Jack pada Felix saat ini.
"Kau tahu? aku tunangan nya, berani sekali kau mencoba menyelamatkan nya tanpa izin dari ku bahkan ingin menyentuh nya juga membuka pakaian nya dengan tanpa rasa malu?"
Dia jelas begitu marah, Jack fikir Bagaimana bisa laki-laki itu dengan lancang nya ingin membuka pakaian Kanna.
Tapi laki-laki itu...berani nya dia!.
Jack jelas terlihat begitu emosionalisme, bola mata nya membulat dan dia terlihat begitu marah, dia masih menahan lengan laki-laki itu agar tidak bergerak dan melanjutkan aksinya melepaskan pakaian Kanna.
Dia fikir bagaimana bisa orang asing tiba-tiba melakukan segala sesuatu tanpa izin dari nya terlebih dahulu.
Felix terlihat mengembangkan senyuman nya, menatap Jack dengan tatapan sedikit Mengejek.
__ADS_1
"Kau ingin membunuh nya?"
Felix yang sejak tadi menghentikan gerakan tangannya langsung menepis tangan Jack begitu saja, dia menatap wajah laki-laki itu sambil kini mengangkat kedua tangan nya.
"Dokter, tekanan darah nya semakin menurun, lakukan penyelamatan pertama"
Seorang perempuan bicara sambil berusaha menekan jantung Kanna beberapa kali, dia berusaha untuk melakukan pertolongan pertama.
Bisa-bisa nya Jack ingin menghentikan tindakan penyelamatan, bisa dia lihat bagaimana perempuan muda tersebut terus berusaha melakukan upaya penyelamatan, seorang laki-laki bahkan mengeluarkan jarum suntik dari dalam tas mendominasi bewarna hitam disisi kanan Felix.
"Kau yang menentukan pilihan nya, aku bisa Mundur sekarang juga"
Ucap Felix sambil menaikkan ujung bibirnya.
"Oh god, dokter jangan bercanda, tuan...kau akan membunuhnya"
Pekik Perempuan disamping Felix, bisa Jack lihat keringat dingin bercucuran dari balik wajah dan kening Perempuan tersebut.
Seorang laki-laki lainnya menunggu Felix mengambil jarum suntik di tangannya.
Beberapa pramugari terlihat menunggu keputusan dari laki-laki tersebut.
__ADS_1
Sejenak Jack menelan salivanya, jutaan kebimbangan menghantam dirinya.