Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Hubungan yang mencurigakan


__ADS_3

Mama Rihanna terlihat menatap putrinya dan Cooper secara bergantian dengan pandangan tidak percaya.


Terlihat jutaan pertanyaan, kebingungan, Kemarahan dan entahlah semua kini bercampur aduk menjadi satu.


Niat nya hanya ingin mengunjungi menantunya, siapa tahu ada putri nya Elia disana, tapi yang terjadi ketika dia datang kesana betapa terkejutnya saat melihat putri bungsu nya dan Cooper berada di ruangan yang sama, tengah menempel Antara satu dengan yang lainnya.


Bahkan si bungsu kesayangan nya berada tepat di atas meja kerja menantu nya dan mereka berdua....


Oh my god.


Wanita tua itu jelas menatap tidak percaya.


Bagaimana bisa putri nya dan menantu nya melakukan hal tersebut.


Dia berharap pandangan nya salah, dia ingin ada sebuah penjelasan tentang semua yang tidak sengaja dia lihat.


"Apa yang kalian lakukan?"


Nyonya Pratama langsung bertanya sambil menatap penuh kecurigaan terhadap mereka berdua.


"Ma...?!"


Rihanna jelas gelagapan, cukup terkejut dengan kedatangan Mamanya yang secara tiba-tiba.


Dia mencoba mendekati Mama nya, terlihat bingung bagaimana harus menjelaskan soal apa yang Mama nya lihat Barusan tentang dirinya dan Cooper.


"Mama dengan siapa kemari?"


Cooper tiba-tiba bertanya dengan nada Begitu datar, seolah-olah tidak ada yang perlu dia jelas kan apa yang dilihat oleh wanita itu soal mereka.


Laki-laki itu menyentuh lembut bahu Rihanna, membiarkan perempuan itu agar tidak menjadi panik.

__ADS_1


"Duduklah, Ma"


Cooper kembali bicara sambil membiarkan Rihanna duduk ke atas kursi sofa.


Mama Rihanna terlihat mencoba menahan kemarahannya, menatap cooper dan Rihanna secara bergantian.


"Tidak ingin menjelaskan apa yang kalian lakukan barusan?"


Wanita itu bertanya sambil menaikkan ujung alis nya.


"Ma...kami"


Rihanna berusaha untuk bicara, mencoba menyentuh tangan Mama nya.


Tapi Mama nya langsung menatap Rihanna dengan penuh kekecewaan.


"Jangan katakan jika kamu menggoda kakak ipar mu"


"Rihanna tidak pernah menggoda ku"


Tiba-tiba Cooper menjawab dengan cepat.


Laki-laki itu membiarkan istrinya duduk di atas kursi sofa.


Dia melebarkan telapak tangan nya, meminta sang Mama mertua nya agar ikut duduk di salah satu kursi sofa.


Nyonya Pratama jelas sejenak terdiam, menatap kursi sofa yang ada di sisi kirinya tersebut.


Dia duduk dengan perasaan yang sangat tidak tenang, masih menunggu Jawaban selanjutnya dari Cooper.


"Ada yang perlu kami sampaikan, aku harap Mama Mendengar kan semuanya dengan baik dan tidak mencerna perkataan Ku terlalu gegabah"

__ADS_1


Ketika Cooper berkata begitu, Rihanna jelas langsung menoleh kearah suaminya, dia menggelengkan pelan kepalanya.


Rihanna fikir jika Cooper membicarakan soal hubungan mereka, dia takut Mama nya akan kecewa dengan semua keadaan mereka.


Bisa dia rasakan bagaimana respon Mama nya. nanti.


Bagi Rihanna Ini mungkin bukan waktu yang tepat untuk mereka bicara soal hubungan mereka yang sebenarnya.


Tapi kejadian tadi jelas membuat Mama nya berfikiran yang tidak-tidak.


Perempuan itu benar bingung dengan keadaan tersebut.


"Ini tentang kami, aku dan Rihanna juga Elia"


Ucap Cooper sambil menatap bola mata wanita tua tersebut untuk beberapa waktu.


Mendengar ucapan Cooper, Rihanna langsung mencoba menahan ucapan cooper dengan cara menahan lengannya.


Alih-alih peduli ekspresi istrinya, Cooper langsung menggenggam erat telapak tangan Rihanna.


Seketika Mama Rihanna menatap tangan Cooper yang menggenggam erat telapak tangan putrinya tersebut.


Seketika berbagai macam perasaan bercampur Aduk menjadi satu.


Jutaan kecurigaan semakin Menghantam dirinya.


Dia Fikir apakah mungkin Rihanna telah tega menghancurkan hubungan kakak perempuan nya sendiri.


Tidak..!!.


Wanita itu mencoba menahan perasaan nya.

__ADS_1


__ADS_2