Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Satu kekhawatiran


__ADS_3

Cooper pada akhirnya keluar dari kamar mandi dengan gerakan cepat, sedangkan Rihanna dengan perasaan malu berusaha bertahan di kamar mandi untuk sementara waktu.


Mencoba membenahi pakaiannya juga rambut Serta penampilan nya yang jelas telah berantakan.


Suami nya benar-benar bisa membuat dia lepas dari kendali nya.


"Pa...Ma..?"


Cooper bertanya sambil mengerutkan keningnya.


Jelas saja kunjungan yang dilakukan oleh orang tuanya pada jam segini membuat diri nya menaruh kecurigaan besar di hati nya, dia fikir apakah ada hal darurat yang telah terjadi atau ada sesuatu yang membuat orang tua nya harus berada di sini saat ini.


Dia tahu betul bagaimana sifat Papa nya.


Laki-laki itu tidak akan keluar rumah di jam malam kecuali dalam keadaan terdesak.


"Apa ada hal yang buruk?"


Tanya Cooper masih mengerutkan keningnya, dia berjalan mendekati Mama nya, mencium pipi wanita itu dengan cepat.


Alih-alih menjawab, Mama nya balik bertanya.


"Dimana menantu?"


Wanita itu mencoba menelisik seluruh bagian Kamar tersebut, bola matanya terus bergerak menyusuri sepanjang ruangan kamar tersebut.


"Rihanna ada didalam kamar mandi".


Jawab Cooper cepat.


Mendengar kata ada dikamar mandi, Mama nya terlihat diam.


Papa nya tiba-tiba berkata.

__ADS_1


"Kau tidak ingin memberitahukan Papa soal sesuatu?"


Tanya Papa nya sambil mendekati Cooper.


"Soal?"


Seketika perasaan tidak enak menghantam dirinya.


"Mari Bicara 4 mata".


setelah berkata begitu, Papa nya langsung berbalik dan memilih untuk keluar dari kamar nya.


Cooper terlihat menatap punggung laki-laki tua itu untuk beberapa waktu kemudian dia menoleh kearah Mama nya.


Jutaan tanda tanya menghantam dirinya saat ini, dia fikir ada apa sebenarnya.


Apakah Papa nya sudah mengetahui soal sesuatu?!.


Tapi Cooper berusaha menepis seluruh pemikiran nya, dia mencoba untuk berbaik sangka.


Dari Arah pintu Rihanna terlihat keluar dari dalam sana, dengan ekspresi wajah malu-malu sang istri nya mendekati dirinya dan Mamanya.


"Ma..?"


Rihanna bicara sambil mendekati dirinya ke arah Mama mertua nya.


Bisa dilihat pelukan penuh kehangatan terjadi di antara mereka.


Setidaknya Cooper fikir tidak ada yang aneh dengan sifat Mama nya.


"Mama tidur disini?"


Tanya Rihanna kemudian.

__ADS_1


Mendapat kan pertanyaan seperti itu, Nyonya Anderson langsung mengangguk kan kepalanya.


"Sebenarnya Mama sudah bilang sebaiknya kami berkunjung besok pagi, tapi Papa kalian memaksa untuk datang diwaktu malam-malam seperti ini".


Nada bicara wanita itu terdengar aneh.


Dia fikir tidak biasa nya suami nya memaksa untuk pergi di jam malam.


"Seperti nya ada sesuatu yang serius yang ingin Papa kalian bicarakan pada Cooper"


Setelah berkata begitu, Mama nya membiarkan Cooper agar keluar dan pergi menyusul Papa nya kelantai bawah.


Pada akhirnya Cooper melangkah kan kaki nya menuju ke arah lantai bawah, dia berjalan perlahan mencari sosok Papa nya untuk beberapa waktu.


Hingga akhirnya bola mata laki-laki itu menangkap sosok Papa nya yang tengah berdiri tepat di teras samping mansion milik nya.


Laki-laki tua itu terlihat menatap hamparan Padang rumput luas ditemani sebatang rokok di tangan nya.


Cooper langsung melesat menuju ke arah teras samping, menggeser pintu geser kaca tersebut dan melangkah keluar dari sana kemudian kembali menutup pintu tersebut secara perlahan.


"Ada apa, Pa?"


Tanya Cooper kemudian.


Dia melangkah mendekati Papa nya, berdiri mensejajarkan diri dengan laki-laki tua tersebut.


Sejenak tuan Anderson menatap dalam bola mata putra nya tersebut, kemudian laki-laki itu mulai berkata.


"Kau Menikahi putri keluarga Pratama?"


Sebaris pertanyaan itu seketika membuat Cooper tercekat, dia menatap Papa nya dengan pandangan yang sulit untuk dijelaskan.


"Pa?"

__ADS_1


__ADS_2