
Cukup lama Mereka berada di dalam perjalanan hingga akhirnya cooper menghentikan mobilnya di sebuah apartemen besar di pusat Titik kota.
dia jelas tidak paham kenapa Cooper membawa nya kesana, bahkan Rihanna fikir sebenarnya mereka akan mendatangi apartemen milik siapa.
Begitu mobil mereka berhenti cooper tiba-tiba menghubungi seseorang.
"Dimana?"
tanya laki-laki itu dari balik handphone nya.
"Sudah ada di atas?"
Tanya laki-laki itu lagi.
Kemudian keheningan sejenak terjadi.
"Berikan nomor pasti nya"
setelah berkata begitu Cooper menghela pelan nafas nya, lantas dia langsung mematikan handphone nya.
Sejenak Cooper menatap Rihanna untuk beberapa waktu.
Perempuan itu jelas ingin bertanya tapi tahu-tahu Cooper membuang pandangannya.
Setelah itu laki-laki itu langsung turun dari mobilnya, berjalan memutar dan membuka pintu mobil dari sisi Rihanna, lantas Cooper membawa rihanna turun tanpa mengeluarkan sedikit pun suara nya.
Hingga akhir nya laki-laki itu membàwa nya berjalan menuju ke arah lantai atas melewati pintu belakang parkiran.
Cooper membàwa Rihanna melangkah menyusuri lantai keramik mendominasi berwarna cream tersebut hingga Bergerak masuk ke ruang elevator.
Keheningan terus tercipta diantara mereka, seolah-olah masing-masing dari mereka larut dengan pemikiran masing-masing saat ini.
__ADS_1
Kini laki-laki itu menekan satu tombol pasti di sana, seolah-olah tempat itu tidak menjadi asing untuk laki-laki tersebut.
Rihanna fikir setidaknya Cooper beberapa kali pasti pernah masuk ke sana, sebab dari ketidak ada nya rasa bingung saat menjajahi tiap ruang disana, laki-laki itu seolah-olah sudah tahu jalan mana saja yang harus mereka lewati.
Saat ini didalam hati Rihanna jelas menyimpan ribuan pertanyaan, dia pikir sebenarnya mereka di mana dan di tempat siapa dan siapa ya ingin mereka temui saat ini.
Bisa dia lihat cooper seperti tengah mengeratkan rahangnya sambil laki-laki itu terus menggenggam erat telapak tangan rihanna tanpa mengeluarkan sedikit pun suara nya.
Bola mata laki-laki terlihat begitu datar.
Hingga akhirnya mereka tiba di lantai yang
mungkin ditujukan oleh Cooper untuk kunjungan mereka.
"Kak?"
Rihanna terlihat sedikit takut, dia mencoba untuk bicara dengan laki-laki tersebut.
"kita ingin menemui siapa?"
tanya perempuan itu pelan dengan perasaan was was.
Cooper hanya mengencangkan pegangannya pada telapak tangan Rihanna, dia hanya mengulas senyuman lantas langsung menatap kembali ke Arah depan.
tringggg
seketika pintu Elevator terbuka, Cooper langsung membawa langkah, berjalan menuju ke arah depan mereka, menyusuri pintu demi pintu apartemen Secara perlahan.
Cukup jauh hingga akhirnya mereka tiba didepan sebuah pintu apartemen.
Masih dengan ribuan pertanyaan yang menghantam kepala Rihanna, Perempuan itu Terlihat diam sambil menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
Tahu-tahu Cooper menekan nomor intercom apartemen tersebut.
Tittttt
Tittttt
Tittttt
Tittttt
Tittttt
Tittttt
Kletakkkkk
Seketika pintu Apartemen tersebut terbuka begitu saja.
Rihanna masih mengerut kan keningnya untuk beberapa waktu apalagi saat Cooper tiba-tiba membuka paksa sebuah pintu kamar didalam apartemen tersebut.
Isi kepala Rihanna sudah berfikiran yang tidak-tidak, dia fikir apa mungkin kali ini Cooper membawa nya menginap di apartemen yang laki-laki itu miliki Secara diam-diam.
Apa mungkin juga laki-laki itu akan memaksa nya untuk tidur bersama.
hingga akhirnya satu pemandangan dihadapan nya membuat dia tercekat.
Satu kejutan dahsyat terjadi di sana.
Rihanna seketika menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.
*******
__ADS_1
Sulit update dari siang karena sinyal hp hilang, mati lampu, ga Isa pake hape apalagi laptop🤧🤧🤧.