
Masih di rumah sakit xxxxxxx
Lewat tengah malam
Seketika suasana mencekam terjadi ketika layar monitor yang terhubung ke tubuh Helix mengeluarkan suara berisik nya.
Felix yang tadinya terlelap di atas kursi sofa sedangkan Kanna terlelap tepat di atas kursi di samping tubuh Helix langsung bangun dengan keadaan panik.
"Ada apa....Helix?'
Kanna seketika tercekat, dia mencoba meraih tangan Helix.
Felix secepat kilat menyambar tas kerjanya sembari menunggu para dokter datang berhamburan masuk ke kamar rawat inap Milik Helix.
Tidak dia pedulikan lagi kantuk yang menghantam dirinya, yang jelas kekhawatiran besar menghantam dirinya.
Please...!.
laki-laki tersebut mencoba menahan perasaan dan rasa sedihnya, dia berjuang untuk tidak menangis selama berhari-hari ini, mencoba meyakinkan diri jika Helix baik-baik saja dan akan bangun dari tidur lelapnya secepatnya.
__ADS_1
bahkan dia meyakinkan Mamanya jika Helix pasti mendengarkan tangisan berhari-hari yang pecah dari balik bibir dan hati Mama nya, menyakinkan wanita itu jika Helix tidak akan pernah pergi ke mana-mana.
Tapi malam ini....?!.
Felix berusaha untuk memberikan pertolongan pertama ketika dia sadar sesuatu yang salah terjadi pada Helix, laki-laki tersebut mulai kehilangan Nafas nya.
"Helix please, bisakah kamu mendengar kan aku?"
Dia bicara sambil mencoba memberikan kejut jantung secara manual.
Beberapa dokter mulai berhamburan masuk, mereka terlihat mulai melakukan langkah darurat saat menyadari sesuatu yang buruk benar-benar terjadi.
Pendarahan hebat terjadi malam itu, mereka jelas melakukan pertolongan dengan sekuat tenaga dan Felix terus berkata semua pasti baik-baik saja padahal mereka tahu laki-laki tersebut sedang berusaha membohongi dirinya sendiri.
Laki-laki itu mencoba menahan kesedihannya sendiri, mencoba tidak membuat siapapun putus asa dan terluka termasuk Mama nya.
Realita nya semua orang tahu peluru pistol Meski berukuran kecil, peluru bisa menembus tubuh manusia dan menyebabkan kerusakan fatal para organ vital.
Peluru 9mm, yang biasanya ditembakkan dari pistol yang digunakan untuk pertahanan diri oleh seorang polisi bergerak dengan kecepatan 900 mph.
__ADS_1
Bayangan kan dengan kecepatan itu, peluru akan membuat rongga yang cukup besar untuk menghancurkan sel-sel di sekitar area tembakan. Belum lagi ketika peluru bergerak dengan pola tertentu, maka kerusakan bisa semakin parah.
Semua orang tahu satu tembakan di lengan atau kaki bisa membunuh seseorang Apabila peluru mengenai arteri brakialis di lengan, arteri inguinal bilateral, atau arteri subklavia di bawah klavikula, dan hal itu akan menyebabkan pendarahan yang sangat hebat.
Ketika semua orang bergerak melakukan pertolongan pada Helix, Kanna memundurkan langkahnya, dia menatap sosok Helix dengan bola mata berkaca-kaca.
Kemudian bola mata nya menatap Felix yang dilanda kepanikan mendalam, ini pertama kalinya Kanna melihat laki-laki itu meneteskan air matanya sambil terus berusaha bicara dan membangun kan saudara kandung nya.
"Lihat aku, aku mohon buka matamu, ada banyak hal yang belum pernah kita bicarakan bersama, ada banyak cerita yang belum pernah kita bagi bersama"
"Please ...ini semua kesalahanku, seandainya saja aku bisa membàwa mu pergi dari Papa, semua pasti tidak akan seperti ini, aku yang bodoh karena tidak punya kemampuan untuk melawan perbuatan Papa, maafkan aku Helix, maafkan aku...'
Suara laki-laki tersebut memecah keheningan malam, diiringi suara tangis yang sama sekali tidak bisa berhenti dimana orang-orang terus berusaha untuk membawa Helix kembali pada tingkat kesadaran nya.
********
Catatan \=
Arteri subklavia adalah sepasang arteri besar yang berada di bagian atas rongga dada di bawah klavikula. Arteri subklavia kiri berasal dari arkus aorta di bawah arteri karotis komunis sehingga secara topografi, arteri ini berada di regio torakoservikal dan memiliki hubungan dengan rongga dada.
__ADS_1