
Ketika matahari pagi mulai menyeruak masuk ke dalam, menembus kaca jendela besar disisi kiri kasur mendominasi berwarna putih tersebut.
seketika Rihanna mencoba membuka bola mata secara perlahan, bola mata coklat tua kehitaman tersebut sejenak terpejam untuk beberapa waktu karena silau nya cahaya matahari yang menerpa wajah nya.
dia buru-buru menoleh sisi kiri nya, seulas senyuman berkembang di balik wajah perempuan tersebut.
seketika rasa malu menyeruak di dalam dirinya saat dia tiba-tiba mengingat soal pergumulan panjang yang mereka lakukan semalaman.
Rasanya cukup tidak percaya jika mereka akan melakukan hal tersebut dengan cara yang aman, tanpa rasa takut dan menikmati moment sakral setelah mereka menikah.
Menikah dengan laki-laki yang pernah menjadi cinta pertama nya.
Bukankah terdengar begitu lucu dan ah entahlah dia juga bingung harus bagaimana.
Dikala semua orang tahu kakak nya yang menikah dengan Cooper, tapi Realita nya laki-laki itu dan Kakak nya tidak benar-benar menikah, melainkan diri nya lah yang kini benar-benar menikah dengan Cooper, dia lah yang menjadi istri laki-laki tersebut dan dia lah yang benar-benar menjadi nyonya Cooper Anderson.
Sejenak Perempuan itu mencoba untuk memejamkan kembali bola matanya untuk beberapa waktu.
Mencoba kembali menikmati waktu agar mata nya kembali terpejam sejenak sebelum dia bangun untuk membersihkan diri.
Tapi siapa sangka tiba-tiba dia merasa bibirnya di cium dan di sesap dengan begitu lembut.
__ADS_1
Seketika Rihanna membukakan bola matanya.
Bisa dia lihat cooper mulai bergerak menenggelamkan bibir mereka bersama, menyatu dalam deburan cinta dan kembali membuat jantung Rihanna berdetak tidak beraturan.
Perempuan itu seketika mengencangkan pegangan nya pada lengan Cooper.
Dia fikir apakah sang suami akan kembali membawa dia mengarungi sesi panas membakar di pagi hari ini?!.
Sejujurnya dia tidak siap saat ini, selain karena mereka harus pergi kekantor, Rihanna fikir dibawah sana masih terasa begitu perih dan sakit.
Semalaman laki-laki itu mengajaknya melewati sesi panas dalam beberapa ronde tanpa batas, membuat lelah dan sakit milik nya karena masih belum terbiasa.
"Sudah bangun?"
Tanya cooper sambil menyentuh lembut kepala Rihanna.
Alih-alih menjawab perempuan itu lebih memilih mengangguk kan kepalanya.
Cooper tidak melanjutkan bicaranya, laki-laki itu terlihat mulai beranjak dari tidur nya kemudian tiba-tiba Cooper mengangkat Perlahan tubuh Rihanna.
"Kak...?"
__ADS_1
Seketika Rihanna terkejut, berusaha untuk menggenggam erat kerah baju cooper Karena rasa terkejut nya tadi saat laki-laki itu tahu-tahu menggendong dirinya dengan gerakan refleks.
Rihanna seketika melingkar kan kedua tangan nya ke leher laki-laki tersebut, bola mata nya menatap dalam bola mata suaminya itu.
"Mari pergi membersihkan diri"
Ucap cooper pelan sambil mulai membawa Rihanna menuju ke arah kamar mandi.
"Aku bisa melakukan nya sendiri"
Ucap perempuan itu dengan wajah memerah.
Dia Fikir bukankah cukup memalukan jika mereka mandi bersama?!.
Dia belum pernah melakukan nya dengan siapapun sebelum nya.
"Aku benar-benar bisa melakukan nya sendiri"
Lagi Rihanna mencoba menolak nya.
melihat ekspresi istrinya Cooper hanya mengulum senyumannya, Alih-alih peduli dengan tolakan istri nya Tersebut, Cooper laki-laki itu tetap membawa istri nya masuk kedalam kamar mandi milik mereka.
__ADS_1