
Apartemen utama Roy
Lepas kembali dari perusahaan, Cooper lebih memilih agar Arlan membàwa Rihanna kembali ke Mansion mereka lebih dulu.
Dia memilih memutar jalan untuk menemui sahabatnya tersebut karena Roy berkata ada sesuatu yang harus Cooper lihat saat ini.
Semua soal kematian Chriss di masa lalu.
"Ada apa?"
Begitu tiba di apartemen laki-laki tersebut, Cooper jelas bertanya sambil mengerutkan keningnya.
Dari pada menjawab pertanyaan Cooper, Roy lebih suka membawa laki-laki itu agar segera masuk ke dalam dan melangkah masuk ke dalam sebuah ruangan yang di desain khusus oleh Roy untuk dijadikan sebagai tempat pertemuan sejak awal dia membooking pembuatan apartemen tersebut.
Cooper terlihat mengikuti langkah Roy sambil berfikir soal apa yang ingin dilakukan oleh laki-laki tersebut.
Hingga akhirnya disini lah tempat mereka saat ini, duduk disebuah ruangan yang didesain persis seperti ruangan rapat yang memiliki perpaduan warna hitam dan putih tersebut.
Cooper terlihat menatap laki-laki dihadapan nya itu untuk beberapa waktu, setelah itu dia lantas membuang pandangannya dengan cepat.
Kali ini bola mata nya tertuju pada satu layar proyektor yang ada dihadapan nya dimana bisa Cooper lihat beberapa gambaran pada masa lalu soal malam kematian adik nya mulai terus bergeser satu per satu.
laki-laki itu sama sekali tidak mengeluarkan suaranya sejak tadi, bola matanya terus fokus menatap ke depan ke arah layar proyektor tersebut, beberapa foto membuatnya membulatkan bola matanya dan sesekali dia melirik kearah Roy yang tengah duduk di sisi kanannya di ujung sana.
__ADS_1
Cooper jelas mengeratkan rahangnya, cukup tidak percaya pada foto-foto yang dia lihat dan tidak pernah didapatkan oleh nya sebelumnya.
Roy kemudian terlihat menyerahkan sebuah berkas ke arah dirinya.
Dikala Cooper meraih berkas tersebut, tiba-tiba seseorang memilih masuk dari arah pintu samping.
"Kau sudah datang?"
Roy bertanya sambil menoleh ke arah gadis yang baru saja datang tersebut.
Rossa terlihat menaikkan ujung bibirnya.
"Ya"
Cooper jelas menoleh ke arah gadis yang barusan saja masuk kedalam itu, dia sedikit terkejut saat dia sadar siapa gadis tersebut.
"seperti yang kamu lihat"
Roy menjawab sambil menaikkan kedua bahunya.
Dia tahu pada akhirnya Cooper pasti akan bertemu dengan Rossa lamban laut, dia tidak mungkin terus menerus menutupi hubungannya dengan gadis tersebut.
Mereka telah lama saling mengenal dan menjalin hubungan, akses masuk mereka menuju ke Cooper dan Lexus karena mereka tanpa Sengaja bersama.
__ADS_1
Dikala Rossa mencurigai persoalan Felix, dan dia mencurigai persoalan kematian Chriss, mereka tanpa sengaja saling memberikan pernyataan dan pendapat hingga akhirnya membuat mereka sama-sama memutuskan untuk membuka kasus kematian Chriss.
Dimana Lexus yang jelas telah lama menyelidiki perihal soal Felix dan Elia.
Awalnya cukup sulit, tapi semakin kesini semakin terkuak Secara perlahan.
Elia memang bukan pelaku usaha pembubuhan Chriss di masa lalu.
Mereka mau tidak mau mencoba memancing di air yang keruh, membiarkan Felix beberapa kali mencoba membàwa Elia hingga akhirnya mereka tahu jika laki-laki itu terlibat malam itu.
Dan percayalah satu hal mengejutkan pasti akan membuat Cooper terbelalak kaget tapi merasa sedikit di untung kan oleh kebodohan Felix saat Rossa menceritakan soal sebuah kenyataan.
"Jadi apa yang akan kamu katakan?"
Cooper bertanya saat Rossa sudah duduk tepat di hadapan nya.
"Kau tahu? kepulangan Rihanna sejak awal memang telah direncanakan oleh Felix"
Tanpa basa-basi Rossa bicara sambil menyerahkan sebuah kertas amplop kecil ke arah Cooper.
"Apa?"
Tanya Cooper dengan tatapan mata yang begitu datar dan rahang wajah yang mengeras.
__ADS_1
"Dia sejak awal memang ingin pernikahan kamu dan Elia tidak pernah terjadi"
Lanjut Rossa lagi sambil menatap wajah Cooper dengan seksama.