
Masih di pesawat xxxxxxxx
Kanna terlihat mencoba mencari sesuatu didalam tas miliknya untuk beberapa waktu, gerakan lembut serta tingkah laku gadis itu membuat Felix Terus memperhatikan Kanna Sejak tadi.
Seulas senyuman mengembang di balik bibir nya saat Kanna tanpa sengaja menabrak siku karena gadis itu berniat untuk menyingkir dan meletakkan barang nya
"Maaf, sir"
Kanna bicara sambil berusaha menundukkan kepalanya, agak malu karena siku nya menabrak dada laki-laki yang duduk di kursi sisi kiri nya.
"Bukan masalah"
Ucap laki-laki itu pelan.
"Apa ada masalah? aku fikir Wajah mu sedikit pucat"
Felix bertanya sambil menatap wajah gadis di sampingnya itu dengan tatapan sedikit khawatir.
Dia Fikir wajah gadis itu terlihat sedikit pucat.
"Aku merasa sedikit pusing"
Gadis itu bicara pelan, berusaha berpegangan pada Felix.
"Kamu mabuk udara?"
Laki-laki itu terlihat panik, menyentuh cepat kening gadis tersebut.
"Katakan pada ku siapa nama mu? apa kamu mabuk udara?"
__ADS_1
Felix Terus bertanya, mencoba untuk menyentuh wajah gadis tersebut.
Dia fikir ini bukan mabuk udara, gadis itu seolah-olah kesulitan bernapas.
"Kanna...aku..."
Saat Kanna menyebutkan nama nya tiba-tiba gadis itu langsung meraih tubuh Felix dan...
"Oh god, Nona...Kanna?"
Seketika keadaan menjadi panik, Felix langsung melepaskan safety belt milik nya, laki-laki itu berdiri dengan cepat, meraih tubuh Kanna dan melepaskan safety belt nya juga.
Melihat sesuatu yang tidak baik terjadi, orang-orang seisi pesawat ikut panik, Beberapa pramugari langsung melesat datang mendekati Felix.
Laki-laki itu merupakan penumpang VVIP ekslusif, tidak ada yang tidak mengenal laki-laki tersebut, dia punya banyak kekuasaan di bawah kekuasaan ayah nya.
Keluarga Crazy rich serta orang paling berpengaruh dari Meksiko tersebut jelas begitu di segani.
"Ada apa Dokter Paulo **?"
Itu adalah panggilan Felix dari semua orang untuk dirinya.
"Ada apa ini?"
Dan laki-laki yang bersama Kanna tadi tiba-tiba datang,dia terlihat panik dan sedikit marah saat Felix memeluk tubuh Kanna yang tidak sadarkan Diri.
"Berikan pada ku"
Jack bicara sambil berusaha meraih tubuh Kanna.
__ADS_1
Alih-alih memberikan Kanna pada laki-laki tersebut, Felix langsung menatap tajam ke arah laki-laki tersebut.
"Apa kau seorang dokter?"
Saat ditanya seperti itu, Jack langsung mengerutkan keningnya.
"Apa?"
"Dia dalam keadaan darurat, jika kamu seorang dokter lakukan pertolongan pertama pada nya, jika bukan maka cukup melihat dan jangan banyak bicara"
Mendengar ucapan Felix jelas saja membuat wajah laki-laki itu memerah.
"Kau..."
Dia ingin marah, namun tiba-tiba saja Kanna terbatuk-batuk dan seketika ada darah yang keluar dari mulutnya.
"Apa yang terjadi?...Kanna..."
Jack jelas terlihat panik, mencoba untuk menyentuh Kanna tapi tidak berhasil.
Tanpa mempedulikan laki-laki dihadapan nya, Felix secepat kilat langsung mengangkat tubuh Kanna menuju ke arah kabin pesawat first class dimana seharusnya dia tinggal.
"Berikan peralatan ku dan buka kamar milik ku sekarang juga"
Perintah Felix pada semua pramugari disana.
Semua pramugari jelas bergerak dengan cepat, sedangkan semua penumpang terlihat begitu panik dan saling berbisik.
Sedangkan Jack ikut melangkah panik mengikuti arah jalan laki-laki dihadapan nya dengan ekspresi yang sulit di artikan.
__ADS_1