
Masih di masa lalu
Disisi lain
Felix mengerut kan keningnya saat kekasihnya menghubungi diri nya.
"Ada apa?"
Laki-laki itu bertanya dari Balik handphone nya saat gadis yang sudah lebih dari satu tahun dia pacari itu menghubungi dirinya di waktu yang cukup tidak masuk akal.
Dia sedikit khawatir, cukup takut jika hal buruk terjadi pada gadis tersebut.
"Aku fikir ini sedikit aneh, sayang teman ku baru saja menghubungi ku dan Berkata kekasih nya menghubungi diri nya dan tiba-tiba mengeluarkan teriakan yang begitu mengerikan"
Mendengar ucapan gadis tersebut seketika membuat Felix mengerutkan keningnya.
"Ya?"
Tanya laki-laki itu masih dengan perasaan bingung.
"Temani aku untuk pergi ke sana sayang, aku khawatir hal yang buruk terjadi pada nya"
Dan pada akhirnya laki-laki itu mau tidak mau menuruti keinginan kekasih nya.
Awalnya dia tidak begitu peduli siapa Gadis yang dimaksud dan apa yang terjadi sebenarnya.
Tapi Begitu dia tahu gedung yang dimaksud, Felix seketika membeku.
Ada apa ini?!.
Dia fikir bukan kah itu gedung milik keluarga besar Paulo?!.
__ADS_1
Gedung tersebut dulu merupakan apartemen yang disewakan, namun sekarang gedung itu tidak benar-benar pernah lagi disewakan dengan siapapun belakangan ini dan di jadikan gedung pribadi oleh keluarga besar Paulo.
Dan Helix yang tinggal disana saat ini serta beberapa orang yang masih meminta masa panjang kontrak atas alasan tertentu.
Tapi seingat felix, orang-orang yang tersisa telah keluar dari gedung itu bulan kemarin dan saat ini kabarnya gedung tersebut telah di lelang dan dijual dengan keluarga Anderson.
"Ada apa ini?"
Felix jelas terkejut setengah mati.
Dia secepat kilat berlarian membawa langkah bersama kekasihnya, ketakutan terbesar nya Helix melakukan sesuatu di batas normal nya.
Laki-laki dengan keadaan mental tidak baik-baik saja tersebut membuat Felix takut jika Helix berfikiran yang tidak-tidak.
Sejak kecil Helix mengalami keanehan sikap.
Laki-laki itu sering merasa cemburu dan berlaku kasar kepada dirinya, bahkan Helix sering berperilaku aneh seperti perilaku antisosial, tidak memiliki empati, dan memiliki temperamen yang sulit diprediksi.
Felix pernah berkata pada Papa mereka jika kembaran nya itu persis memiliki sifat seperti seorang psikopat.
Helix bahkan ketika marah tidak enggan membunuh hewan apapun yang di pelihara mereka.
Hal tersebut sering kali membuat Felix khawatir dan takut terhadap kondisi mental saudara kembar nya tersebut.
Alih-alih mendengar ucapan dirinya, mama dan Papa mereka lebih suka memisahkan mereka agar tidak tinggal bersama.
Dan memperlakukan Helix jauh lebih istimewa.
Dan dibandingkan berdekatan dengan Helix, sejak kecil orang tua mereka lebih suka membuat mereka terpisah, memilih mengirim Felix keluar negeri dan membiarkan Helix menetap di Indonesia.
Dan aneh nya orang tua mereka tidak pernah berkata jika mereka merupakan saudara kembar kepada siapapun.
__ADS_1
Membuat mereka Tidak bertemu dalam waktu yang begitu lama.
"Sayang kamu dengar itu?"
Tiba-tiba suara gadis dihadapannya itu mengejutkan pemikiran Felix.
Yah mereka mendengar sebuah suara teriakan di atas gedung tersebut.
Teriakan seorang gadis yang Felix fikir itu pasti teman kekasih nya tersebut.
Mereka secepat kilat naik ke lantai atas, mencari dimana asal suara tersebut berada.
Tidak peduli bagaimana keadaan mereka tetap berlarian ke atas sana.
Dan begitu mereka tiba ke atap gedung tersebut, seketika Felix membeku saat melihat sebuah kenyataan yang begitu mengerikan.
"Akhhhhh"
Seketika sang kekasihnya Berteriak histeris saat mereka mendapati sebuah kenyataan mengerikan.
Felix berusaha menahan gerakan tubuh gadis tersebut yang terlihat panik tapi....
Kletakkkkk
Sebuah pistol tiba-tiba mengarah kearah kepalanya begitu saja.
Felix jelas terkejut dan membulatkan bola matanya.
"Hello.. Felix"
Helix bicara pelan kemudian terkekeh senang.
__ADS_1