
begitu Papa nya pergi dari ruangan tersebut, Helix terlihat menatap gadis tersebut dengan tatapan yang begitu tajam.
Sejak tadi pikirannya berkecamuk menjadi satu, antara bergerak menghabisi atau berhenti melakukan semuanya.
Apakah dia tertarik untuk menghabisi gadis yang ada di hadapannya itu?.
Untuk hingga saat ini jawaban nya tidak.
Dia masih cukup tertarik untuk bicara bersama gadis tersebut, baginya berbicara dengan gadis itu cukup membuat suasana hati nya senang, dia suka ekspresi Kanna yang bisa menanggapi Ucapan nya persis seperti seorang gadis di masa lalunya.
Lebih tepatnya gadis itu dulu kekasih Felix.
Persis seperti Kanna, gadis itu dulu seolah-olah tahu apa yang ada di fikiran nya, ketika mereka bicara seolah-olah pembicaraan mereka mengalir seperti air.
Seakan-akan Helix bisa melepaskan seluruh beban ketika bicara dengan gadis tersebut.
Tapi di masa lalu karena Papa nya, satu tragedi mengerikan terjadi, demi untuk menyelamatkan dirinya gadis itu harus kehilangan nyawanya.
Sejenak Helix memejamkan bola matanya, ingatan soal malam itu seketika menghantam Dirinya.
Helix Tampak berbaring tidak berdaya, seluruh tulang-tulang dan tubuhnya seolah-olah tidak bisa digerakkan sama sekali.
entah apa yang diberikan oleh papa nya untuk dirinya minum sebelumnya, tapi dia tidak bisa menggerakkan kaki, tangan bahkan tubuhnya sama sekali.
Dia berbaring di sebuah gudang tua yang letaknya cukup jauh dari pusat kota, di sisi kiri dimana dia berbaring bisa dia lihat seorang gadis ikut tergeletak disana.
Pandangan mata nya tidak baik-baik saja, selain Sulit nya menggerakkan tubuhnya, apa yang dilihat nya hanya tampak samar-samar.
Tapi bisa dia lihat gadis tersebut mulai menggerakkan tubuhnya secara perlahan.
Dan dari arah pintu masuk bisa samar-samar dia lihat Papa nya bergerak masuk dengan gerakan perlahan sambil menggenggam sesuatu di tangan nya.
Dia fikir itu adalah sebuah pistol.
__ADS_1
Pa?.
Dia ingin bicara tapi suara nya sama sekali tidak bisa keluar.
Papa nya terlihat mendekati gadis tersebut secara perlahan, mencoba membungkuk kan kepalanya untuk beberapa waktu.
Kemudian sang Papa nya mencoba duduk sambil menahan tubuhnya dengan kedua pahanya lantas samar-samar bisa dia dengar Papa nya berkata.
"Bukankah sebelumnya aku sudah memperingati kamu untuk menjauhi Felix dan pergilah sejauh-jauhnya dari kehidupan putra ku?"
Laki-laki tua itu bicara sambil menatap penuh kebencian kearah gadis tersebut.
Bisa Helix lihat gadis tersebut berusaha untuk bangun dengan sekuat tenaga nya, dia fikir gadis itu pasti juga di cekoki obat persis seperti dirinya.
belum juga gadis itu bisa berdiri tiba-tiba tangan kanan papanya mencekik orang leher gadis tersebut dengan cara yang keji.
"Kau melihat semua kejadian malam itu? seharusnya Felix tidak datang melihat nya, tapi kau membuat Felix datang dan melihat semuanya, kau tahu apa akibatnya bermain-main dengan Paulo hah?"
saat papanya bicara bisa Helix lihat bagaimana keras nya laki-laki tua itu mencoba mencekik leher gadis tersebut.
Entah dari mana kekuatan tersebut berasal hingga akhirnya Helix berhasil mengangkat tubuhnya dan mencoba untuk mencari sesuatu di dekat nya.
Dan Anggap lah dia gila karena dia mendapat kan sebuah kayu balok disisi kanan tubuh nya berbaring.
Dengan sekuat tenaga dia mencoba menghantam punggung Papa nya dan...
Brakkkkk
Seketika Papa nya roboh begitu saja.
"Hahhh Helix?"
gadis itu tercekat, mencoba menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.
__ADS_1
Alih-alih menunda waktu Helix berusaha menarik lengan gadis tersebut dan mencoba membàwa nya kabur dari sana.
Entah dia lupa bagaimana perjuangan mereka pada malam itu.
Namun tiba-tiba ketika dia bangun mereka berada di atap gedung, kedua tangan nya menggenggam sebuah pistol dan....
"Helix...."
Gadis itu bicara sambil mengembangkan senyuman nya, darah segar mengalir dari balik dada gadis tersebut lalu darah segar ikut mengalir dari mulut gadis tersebut.
"No...no..Apa yang telah aku lakukan?"
Helix berteriak histeris sambil berusaha meraih tubuh gadis tersebut namun rupanya dia terlambat.
Tubuh gadis itu seketika terjun bebas dari gedung tersebut.
Saat Helix berusaha untuk menangkap tubuh itu, tahu-tahu Beberapa orang meraih tubuh nya sekuat tenaga.
Kau seorang psikopat.
Kau seorang pembunuh.
Apa kau lupa? kau membunuh nya.
Kau benar-benar sudah gila.
Tiba-tiba suara-suara mengerikan tersebut saling bersahutan di telinga nya.
Helix berusaha menutupi kedua telinga nya dengan kedua tangan nya.
"No...no....akhhhhhh"
Teriakan Helix memecah kegelapan malam, antara Sadar dan tidak laki-laki itu langsung meraih senjata api disampingnya dan...
__ADS_1
Klatakkkkk
Seketika dia mengacungkan pistol nya tepat ke depan kepala Kanna yang masih tertidur lelap.