
" Halo ma, apa kabar, aku dengar mama sakit ?" tanya Dito pada mamanya.
"Mama baik sayang, hanya sedikit kelelahan saja. Papamu yang terlalu berlebihan".
"Mama harus jaga kesehatan, maaf Dito belum bisa jenguk mama. Dito masih banyak pekerjaan".
"Sayang, sebenanya mama tidak masalah kalau kamu belum bisa datang. Asalkan....." Aselin mama Dito tidak melanjutkan ucapannya.
"Asal apa ma?" lanjut Dito penasaran.
"A.....asal mama ada temannya sayang. Kamu tahu kan, papa mu sibuk bekerja jadi mama kesepian di rumah. Seandainya kamu sudah menikah kan mantu mama bisa temani". jawab mama ragu.
Dito tampak berpikir sejenak
"Dito akan mencarikan mama perawat yang bisa menemani mama di rumah" .
Ah, dasar anak nakal. Bukannya dijawab malah mengalihkan pembicaraan. Padahal aku sudah yakin berakting seperti ini bisa merubah pemikirannya. Kalau begini kapan aku bisa dapat mantu. batin mama Dito
"Baiklah nak, terserah dirimu saja. Tapi biarkan mama yang menyeleksinya ya. Kamu suruh saja datang ke rumah".
" Baik ma. nanti Dito akan suruh Dimas untuk mencarinya". Dito kemudian pamit dan mematikan telponnya.
Dito menekan angka ditelpon yang ada di meja kerjanya.
"Ke ruangan ku sekarang" Dito kemudian mematikan telpon.
Tok..Tok...Tok.. Pintu ruangan Dito diketuk
"Masuk"
"Ada apa bos memanggil saya?" tanya Dimas saat sudah di ruangan Dito. Dimas adalah asisten pribadi Dito.
"Aku mau kamu carikan perawat untuk mama. Usianya 20 sampai 30 tahun, nanti mama sendiri yang akan menyeleksi. Jadi tugas kamu hanya mencari dan suruh datang ke rumah mama. Saya mau hari ini sudah ada" kata Dito kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Gila nih bos, bicaranya tidak pake titik koma. Kenapa gak ke agen saja kan gampang. Gimana nyarinya kalau begitu.guman Dimas
"Kenapa masih berdiri di situ?"
"Baik bos, saya permisi" Dimas yang melihat tatapan Dito langsung keluar ruangan .
***
Di kantin kampus Erania sedang makan bersama Caca sahabatnya, mereka larut dalam canda tawa. Namun bunyi telpon Caca mengalihkan perhatian mereka. Caca kemudian mengangkat telponnya setelah melihat siapa yang menelpon.
"Iya bang, ada apa?" kata Caca setelah telpon tersambung.
"Ini anak, gak ada manis - manisnya jadi perempuan" gerutu Dimas. Ya Caca adalah adik Dimas.
"Ye,, suka - suka adeklah bang. Tumben telpon, pasti abang ada maunya kan?"
"Hehehe,, kamu tahu aja dek" jawab Dimas sambil menggaruk tengkuknya. Padahal di situ tidak ada siapa - siapa.
__ADS_1
"Hmmmm,, cepat bilang abang mau apa?" balas Caca Cuek.
" Gini dek, abang butuh seorang perawat usia 20 sampai 30 tahun. Itu untuk merawat mama bos abang. Kamu bisa gak bantuin kakak nyari. Abang bingung soalnya bos abang maunya hari ini sudah ada.Tadi abang juga sudah minta sekretaris bos abang tapi takut gak dapat". terang Dimas. Begitu keluar dari ruangan tadi Dimas memang sudah meminta Serly sekretaris bosnya untuk membantu mencarikan perawat untuk mama Dito.
Caca yang mendengar abangnya melirik Erania kemudian menjawab. "Oke bang, kirim alamatnya ya. Tapi bang, apa boleh kalo masih kuliah? Hmmm,,, teman adek sih sudah tahap akhir, jadi punya waktu banyak" lanjut Caca.
"Kalau itu sih abang gak pasti dek, tapi ke sana saja dulu. Kalau diterima ya syukur kalau ditolak ya " kata Dimas sambil mengangkat bahunya kemudian mengakhiri percakapannya dengan Caca.
"Er,, aku ada kerjaan nih buat kamu. Aku rasa kamu cocok deh" kata Caca kepada Erania. Caca dan Erania merupakan sahabat sejak masuk kuliah. Erania tinggal menunggu ujian skripsi sedang Caca masih ada beberapa mata kuliah yang harus diulang.
"Mau banget Ca, kamu kan tahu aku lagi butuh banget kerjaan" jawab Erania.
"Ini alamatnya, tapi maaf ya aku gak bisa menemani kamu ke sana. Aku ada kuliah sebentar lagi"
"Gak apa - apa. Aku bisa kok pergi sendiri. Kalau gitu aku cabut sekarang ya. Dah,, yang rajin kuliahnya biar cepat nyusul aku" kata Erania menggoda Caca sambil berjalan keluar kantin kampus".
"Oke, makasih doanya anak manis. Semoga sukses" balas Caca sambil mengangkat tangannya menyemagati Erania.
Erania kemudian naik taksi agar bisa cepat sampai ke menuju alamat yang sudah diberikan oleh Caca. Sedangkan Caca menuju kelas untuk mengikuti mata kuliah.
Tak lama kemudian taksi yang ditumpangi Erania sudah sampai di depan sebuah rumah mewah. Setelah membayar dan mengucapkan terima kasih Erania mengetuk pintu gerbang. Tampak seorang satpam mengahampiri Erania.
"Permisi pak, apa benar rumah ini sesuai dengan alamat ini? " tanya Erania sambil memperlihatkan alamat yang ia dapat dari Caca.
"Benar, ini rumahnya. Ada keperluan apa ya non?" balas satpam itu.
"Begini pak, kata teman saya pemilik rumah ini lagi mencari seorang perawat.. Saya ingin mendaftar" lanjut Erania. Ketika sedang berbicara dengan satpam seorang wanita keluar sambil mengomel.
"Non, sekarang giliran Non masuk" Satpam mempersilahkan Erania masuk setelah sebelumnya diberitahu untuk memanggil pelamar yang datang. Sebenarnya sebelum Erania datang Aselin Cortas, mama Dito telah menerima beberapa orang yang datang untuk mendaftar sebagai perawatnya namun belum ada yang diterima.
Mama Dito sebenarnya tidak sakit, ia hanya berpura - pura agar Dito segera membawa menantu untuknya. Namun, itu semua ternyata tidak sesuai dugaannya. Dito malah mengusulkan untuk mencarikannya perawat.
"Permisi bu, ini pelamar selanjutnya" kata Bi Imah pelayan di rumah mama Dito.
"Masih ada lagi?" mama Dito menarik nafas panjang kemudian menuruh Bi Imah membawa pelamar tersebut menemuinya.
Erania kemudian mengikuti Bi Imah masuk ke dalam rumah. Erania begitu takjum dengan rumah besar ini. Sungguh, ini sangat besar dan mewah. Astaga, entah berapa banyak pengasihal pemiliknya, guman Erania.
"Non, silahkan" kata Bi Imah mempersilahkan Erania masuk ke dalam ruang kerja tempat mama Dito berada.
Erania masuk setelah sebelumnya mengetok pintu dan dipersilahkan masuk.
Mama Dito yang melihat Erania masuk sangat senang. Entah mengapa melihat gadis itu membuatnya memiliki ketertarikan tersendiri. Sepertinya ini akan cocok, sungguh saya sangat menyukainya. Penampilannya sederhana tapi sangat pas. Semoga saja. Batin mama Dito dengan ekspresi biasa tanpa memperlihatkan kekagumannya pada Erania.
Erania tampak menundukkan gugup mendapat tatapan dari nyonya besar pemilik rumah ini. " Silahkan perkenalkan diri dan latar belakang kamu". kata Mama Dito membuat Erania mengangkat kepalanya. Ia berpikir tidak sopan jika ia menunduk.
"Nama saya Erania nyonya, lengkapnya Verania Sasmita. Saya mahasiswi tingkat akhir jurusan manajemen. Saya akan pertama dan saya memiliki 2 orang adik yang masih SMA dan SMP. Ayah saya karyawan biasa sedang ibu saya di rumah sebaga ibu rumah tangga" jawab Erania panjang lebar.
Mama Dito tersenyum mendengar jawaban Erania tanpa melepaskan tatapannya. Erania kembali menundukkan kepalanya.
" Kamu tahu pekerjaan apa yang akan kamu lakukan di sini?".
__ADS_1
"Saya diberitahu teman saya akan menjadi perawat untuk mama bos abangnya" Erania mengangkat kepalanya setiap menjawab pertanyaan dan kembali menundukkan setelah selesai.
"Lalu bagaimana dengan kuliahmu dan berapa gaji yang kamu inginkan?"
"Saya hanya menunggu waktu ujian akhir nyonya. Jadi tidak akan menganggu kerjaan saya. Soal gaji itu terserah nyonya. Saya sangat butuh pekerjaan ini nyonya selain untuk mengisi waktu luang saya sebelum ujian akhir juga untuk membantu orang tua saya.
Mama Dito yang memang menyukai Erania saat pertama masuk langsung menerima Erania.
"Baiklah, kamu saya terima bekerja, untuk hal - hal lain akan dijelaskan oleh Bi Imah.
Erania yang mendengar kalau dirinya diterima tanpa sadar kegirangan dan memeluk mama Dito. Mama Dito yang dipeluk entah mengapa hatinya senang, dan membiarkan Erania memeluknya.
Beberapa saat kemudian Eranian sadar, kemudian memundurkan dirinya.
"Maaf nyonya, saya tidak sengaja".
__ADS_1