
Begitu sampai di bandara, Dito langsung menuju kantornya karena harus memeriksa beberapa berkas yang akan digunakan pada pertemuan dengan kliennya.
“Bos, maaf sudah menganggu waktu anda” ucap Dimas saat Dito sudah masuk ke ruangannya.
“Tidak apa – apa Dim, lagian mama dan papa juga sudah ada di sana menemani Erania” balas Dito sambil duduk di kursinya.
“Bagaimana persiapan pertemuan nanti malam?”
“Semuanya sudah siap bos, anda hanya tinggal memeriksanya saja. Hmm,,,,dan ini data lulusan terbaik dari universitas yang akan kita kontrak bos” Wardatas Group memang memiliki kerjasama dengan salah satu universitas dimana setiap wisudawan terbaik diberi kesempatan untuk dapat bekerja di perusahaan itu tanpa melalui seleksi. Wisudawan terbaik boleh memilih mengambil atau menolak kontrak tersebut.
Mata Dito membelalak saat melihat data wisudawan tersebut.
“Apakah bagian HRD sudah menelponnya?” tanya Dito tatapa yang sama.
“Belum bos, mereka masih menunggu persetujuan bos. Lalu kenapa dengan mahasiswi ini bos, ekspresi bos kenapa seperti itu?” Dimas bingung, karena ini baru pertama kalinya reaksi Dito seperti itu saat melihat data calon pegawai.
“Apakah kamu tidak mengenal dia? Kakak macam apa dirimu Dim, masa teman adik sendiri gak tahu sih” sindir Dito.
Dimas semakin bingung, ia lalu mengambil berkas berisi data calon pegawai dan membacanya “Verania Sasmita, ah teman Caca kan hanya 1. E-R-A-N-I-A. Ya ampun, dasar Caca nih kalau kenalin temannya setengah – setengah” Dimas memukul keningnya dengan pelan.
Dito hanya senyum – senyum melihat tingkah asistennya itu.
“Bos, Caca hanya bilang Namanya Erania, aku gak tahu nama panjangnya. Wah, ini kebetulan deh bos” Dimas jadi senyum – senyum sendiri membayangkan sesuatu.
“Kebetulan apa?” tanya Dito penasaran.
“Mbak Sinta kan akan mengundurkan diri karena akan menikah. Jadi posisi sekretaris bos akan kosong. Nah dengan begitu nanti Erania akan mengisi posisi itu. Gimana bos”
__ADS_1
“Ya sudah, aku setuju. Jangan lupa bilang ke bagian HRD untuk menelpon Erania dan juga bilang berikan dia waktu 3 hari memikirkannya karena dia pasti masih sangat sedih” jelas Dito.
“Cie..cie ada yang perhatian nih.. Hmmm,,,Hmmm sepertinya ada yang akan cinta lokasi. Wah, pasti om dan tante akan sangat senang dengan berita ini”
Dito menatap Dimas tajam sementara Dimas terus saja tersenyum menggoda Dito, kali ini Dimas benar – benar tidak takut kepada Dito.
“Terserah saja, sekarang lanjutkan pekerjaanmu. Aku ingin istirahat sebentar, bangunkan aku 1 jam sebelum kita berangkat” Dito berlalu meninggalkan Dimas yang masih terus menggodanya.
Setelah Dito sudah tidak ada di ruangannya, Dimas kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya. Tak lupa ia memanggil perwakilan HRD untuk mengabari Erania perihal pengajuan kontrak kerja.
*****
Di rumah Erania dan kedua adiknya serta tuan dan nyonya Wardana baru saja tiba dari pemakaman untuk berziarah. Saat akan masuk ke dalam rumah, Caca sedang menunggu di depan pintu.
“Ca, kamu baru tiba?” tanya Erania kemudian langsung memeluk sahabatnya. Dengan sisa – sisa air matanya Erania kembali menangis di pelukan Caca. Tuan dan nyonya Wardana serta kedua adik Erania langsung masuk
Setelah merasa baikan Erania lalu mengajak Caca masuk ke dalam rumah. Walaupun suasana duka tapi mereka sudah sedikit terlihat tabah. Semuanya duduk di ruang keluarga sambil bercerita.
“Terus apa rencanamu sekarang Erania?” tanya nyonya Aselin.
Erania tampak sedih, ia hanya menundukkan kepalanya “Entahlah nyonya, saya masih bingung”
“Kenapa kamu mesti bingung”
“Entahlah nyonya. Saya kepikiran adik – adik saya yang masih sekolah”
“Bagaimana kalau kamu mengajak adik – adikmu untuk tinggal bersama dengan kami, iya kan pa?”
__ADS_1
“Iya Erania, saya juga senang kalau kamu dan adik – adikmu mau ikut Bersama dengan kami. Saya senang karena istri saya tidak akan kesepian lagi” ucap Tuan Wardana memberi persetujuan.
“Kamu pikirkan baik – baik ya tawaran om dan tante, aku akan selalu mendukung keputusanmu” Caca menggenggam tangan Erania untuk memberi semangat.
Telpon Erania berbunyi, layar handphone menunjukkan nomor baru. Erania mengangkatnya lalu menuju dapur agar ia tidak menganggu orang lain.
Setelah selesai ia kembali ke bergabung di ruang keluarga.
“ Tuan dan nyonya, apakah saya bisa mencari pekerjaan lain?’ tanya Erania ragu.
Tuan dan nyonya Wardana saling pandang “ Siapa yang menelponmu, kenapa tiba – tiba kamu ingin berhenti bekerja?” Nyonya Aselin bingung.
“Heemm, begini tuan saya dapat tawaran kontrak kerja dari Wardatas Grup karena saya merupakan lulusan terbaik di kampus. Saya sudah menyetujui karena mereka memberikan waktu 3 hari kepada saya. Jadi saya ingin berhenti menjadi perawat anda agar bisa membiaya adik – adik saya. Maafkan saya?” Erania merasa sedih.
Tuan dan Nyonya Wardana kemudian tersenyum mendengar jawaban Erania “Kami sangat mendunkung keputusanmu, tapia pa syaratnya” mendengar persetujuan dari nyonya Aselin Erania langsung menjawab.
“Apa syaratnya nyonya?”
“Kamu harus tetap tinggal bersama kami”
“Saya takut merepotkan tuan dan nyonya”
“Hei, siapa yang bilang begitu. Pokoknya sekarang kamu harus nurut ya. Ingat kontrak kerja mu belum selesai loh dengan saya” Erania mengangguk dengan senyum.
“Kenapa nyonya mau memberikan izin saya bekerja di tempat lain?”
“Ha..ha..ha,, itu bukan tempat lain Nia. Kamu tahu Wardatas grup itu milik kami juga. Perusahaan itu adalah gabungan perusahaan saya dan suami. Iya kan pa?” Tuan Wardana menganguk.
__ADS_1
“APA” jawab Caca dan Erania serempak.