
Tepat seminggu pekerjaan Dito telah selesai. Dito dan Dimas Kembali pulang.
“Bos, mau langsung ke apartemen atau pulang ke rumah? Tanya Dimas pada Dito.
“Pulang ke rumah saja Dim” jawab Dito. Setelah sampai rumah tampak sepi.
“Bi, mama ke mana ?”
“Oh, nyonya dan non Erania lagi ke mall tuan muda. Mungkin sebentar lagi mereka pulang “
“Ya sudah, tolong buatkan saya kopi ya bi” pintah Dito pada bi Ina. Bi Ina mengangguk kemudian segera pergi ke dapur.
Tak lama tampak mama Dito dan Erania muncul dengan tangan yang tampak memegang banyak tas belanjaan.
“Kamu sudah pulang sayang?” tanya Mama Dito dengan wajah yang sangat hahagia.
“Iya ma, baru saja” jawab Dito. Sementara Erania langsung ke kamar nyonya Aselin untuk membawa belanjaan. Setelah itu turun dan langsung menuju dapur untuk mengambilkan nyonya Aselin air untuk minum vitamin.
“Makasih sayang, kamu perhatian banget sih. Ya sudah kamu istirahat ya. Besok kan kamu ujian ?”
“Iya nyonya” jawab Erania sambil menunduk. Bagaimanapun Erania tahu kalau ia sedang tidak berdua saja dengan nyonya Aselin. Sementara Dito memenjamkan matanya walaupun ia tetap mendengarkan interaksi
antara mama dan perawatnya.
“Kalau begitu kamu istirahat saja di kamar. Biar besok ujiannya lancar” ucap nyonya Aselin. Erania segera Kembali ke kamar.
“Mama kok perhatian banget sama perawat itu?” tanya Dito sambil meminum kopi yang telah di antar bi Ina.
“Ih, kamu tuh ya. Namanya Erania, gimana sih?” jawab mama Dito dengan cemberut.
“Iya..iya Erania. Kenapa mama perhatian banget sama Erania” ulang Dito.
__ADS_1
“Kamu kan tahu Dit, Erania itu sudah merawat mama dengan sangat baik. Jadi wajar dong mama perhatian” ucap mama Dito asal.
“Hanya itu?” cecar Dito curiga.
“Iya, eh gak. Bukan hanya itu. Kamu tahu kan mama bilang kemarin – kemarin. Mama itu suka banget sama Erania, anaknya cerdas, baik, cantik, perhatian, sopan, dan apa lagi ya?” mama Dito tampak masih memikirkan kelebihan yang ia lihat pada Erania.
“Ma, anak mama Dito apa Erania sih?” Dito kesal karena mamanya terlalu memuji Erania. “Apa memang perawat itu segitunya sampai mama suka banget sama dia?” guman Dito dalam hati.
“Mama kan baru juga kenal sama Erania sudah segitunya” lanjut Dito.
“Ih, walaupun mama belum kenal lama tapi mama bisa nilai” ucap mama Dito bangga.
“Oh iya sayang gimana perjalanan kamu? Pekerjaan kamu lancar?” lanjut mama Dito.
“Semuanya lancar ma, makanya Dito bisa pulang tepat waktu”
“Trus…gimana sayang pendapat kamu tentang Erania? Apa kamu setuju?” mendengar itu Dito tersedak karena tengah minum kopi.
“Ma, Dito ke kamar dulu mau istirahat” Dito tidak menjawab pertanyaan mamanya dan kabur ke dalam kamar.
"Anak gitu selalu saja kabur kalau bahas Erania" mama Dito kesal.
Di dalam kamar Erania tampak sedang mempersiapkan dirinya untuk mengikuti ujian akhir besok.
“Pakaian dan sepatu sudah, apalagi ya yang belum” Erania duduk di sisi tempat tidur sambil memikirkan persiapan yang dibutuhkan untuk besok.
“Ah, sepertinya semua. Aku harus menelpon ibu dan ayah untuk minta doa
“Halo bu, apa kabar?” ucap Erania saat panggilannya tersambung.
“Kami semua baik nak, kamu sendiri gimana nak. Kalau kakek kamu masih belum ada perubahan?” jawab Ibu Erania.
__ADS_1
“Erania baik bu. Semoga Kakek segera ada perubahan ya bu” lanjut Erania.
“Amin nak, semoga. Gimana kerjaan kamu nak? Kuliah kamu?”
“Baik bu, oh iya besok Erania mau ujian akhir bu. Tolong doakan ya semoga Erania bisa lulus dan segera wisuda”
“Amin sayang, tentu saja kamu akan selalu mendukung dan mendoakan kamu”
“Makasih bu, oh iya bu. Sudah dulu ya. Erania mau istiraha biar besok ujian Erania segar bu” Erania kemudian mengakhiri penggilannya dengan ibu.
*****
Pagi – pagi Erania tampak telah rapi dengan setelan rok dan kemeja serta jas almamater di tangan. Dito pun juga telah siap untuk bekerja.
“Pagi tuan dan nyonya” sapa Erania pada tuan dan nyonya Wardana yang sedang sarapan.
“Pagi Erania. Wah kamu kelihatan cantik dengan pakaian seperti itu” balas Nyonya Aselin.
“Terima kasih nyonya. Saya pamit ke kampus untuk ujian”lanjut Erania.
“Kebetulan sekali, Dit kamu bareng Erania ya. Sekalian jalan kan kampus nya dan kantor kamu searah? Nanti saja di kantor kamu sarapannya”
“Iya Dit, kasian kan kalau terlambat” sambung tuan Wardana.
Dito yang akan ikut bergabung di meja makan setelah mendengar perintah mama dan papanya hanya pasrah. Ia kemudian kembali berdiri lalu menuju mobil dan diikuti oleh Erania. Tuan dan nyonya Wardana saling melempar senyum melihat kelakuan anaknya.
Dito masuk ke dalam mobil, sementara Erania yang bingung tetap berdiri di luar.
“Kamu mau ikut atau mau berdiri saja di situ?” tanya Dito pada Erania yang akan tidak ikut masuk ke dalam mobil. Erania kemudian cepat – cepat masuk ke dalam mobil, namun karena gugup Erania lupa memakai sabuk pengaman.
Dito yang melihat dengan refleks membantu Erania memakainya, dan tanpa sengaja Erania berbalik ke arah Dito dan mereka saling menatap dengan jarang hanya beberapa sentimeter.
__ADS_1
“Maaf, maaf, aku hanya membantu kamu” ucap Dito karena menyadari posisi mereka. Dito kemudian Kembali memposisikan badannya di belakang setir sementara Erania memalingkan wajahnya yang telah memerah melihat ke kaca.