
Setelah beberapa menit perjalanan, mereka hanya terdiam. Akhirnya Dito memulai percakapan.
“Kamu kuliah jurusan apa?’ tanya Dito.
“Aku ambil manajemen tuan” balas Erania.
“Manajemen? Lalu kamu kenapa melamar jadi perawat mama? Dito bingung.
Erania menoleh ke arah Dito dan tersenyum “ Aku sangat butuh pekerjaan tuan, aku pikir jadi perawat itu tidak masalah. Toh aku juga sudah terbiasa bekerja di rumah”
Dito semakin penasaran dengan jawaban Erania.
“Kenapa kamu butuh uang? Maaf sebelumnya, apa orang tuamu sudah .. Hmm,,, maksudku apa kamu tidak diberikan uang? Dito ragu, takut pertanyaannya menyinggung Erania.
“Kedua orang tua ku masih hidup tuan, hanya saja ayahku hanya karyawan biasa, ibuku hanya di rumah. Gaji ayah tidak banyak, sementara adik – adik ku juga sudah semakin membutuhkan biaya. Makanya aku berinisiatif untuk bekerja sambil menunggu kelulusan”
“Mendengar itu Dito kagum, pembawaaan Erania yang sopan dan pilihan kata – kata yang positif membuatnya kagum. Dia juga cantik walaupun penampilannya sederhana namun enak untuk di lihat. ih
apaan sih kok jadi muji – muji dia. Ketularan mama kan” guman Dito dalam hati.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Dito dan Erania terus berbincang. Mereka menjadi semakin akrab padahal ini pertama kalinya mereka bersama setelah Erania bekerja menjadi perawat mama Dito dan sejak pertemuan pertama mereka yang diwarnai insiden kecil.
Tak terasa mereka telah sampai di depan kampus. Erania kemudian mengucapkan terima kasih kepada Dito sembari membuka sabuk pengamannya.
“Selamat ujian, smeoga kamu sukses” ucap Dito.
“Terima kasih tuan, semoga hari anda menyenangkan” balas Erania .
Mobil Dito kemudian melaju meninggalkan kampus. Erania pun sudah masuk ke dalam kampus. Erania langsung menuju ruangan sidang untuk mempersiapkan diri. Caca juga sudah tampak membantu Erania.
Tak lama, ujian dimulai. Erania tampak santai menjawab semua pertanyaan – pertanyaan dosen penguji. Erania yang cerdas membuat para penguji kagum dengannya. Sementara Caca terlihat mondar – mandir di depan ruangan sidang menunggu Erania keluar.
“Gimana hasilnya Ra?” tanya Caca penasaran.
“Aku lulus Ca” jawab Erania dengan senyum. Mereka berpelukan dalam kegembiraan.
“Erania, selamat ya”. Mendengar ada yang memanggil Namanya Erania melepaskan pelukannya dari Caca dan berbalik. Alangkah terkejutnya Erania melihat siapa yang datang.
‘Selamat ya sayang’ ucap nyonya Asellin sekali lagi sambil memberikan sebuket bunga dan sebuah hadiah. Nyonya Aselin kemudian memeluk Erania. Erania yang sangat terkejut hanya diam saja menerima
__ADS_1
semua perlakuan baik dari nyonya Erania.
Sungguh ini seperti sebuah mimpi baginya. Di saat orang tuanya jauh dan tidak bisa melihat kegembiraannya secara langsung tapi majikannya sangat baik mau datang memberinya ucapan selamat.
“Terima kasih nyonya sudah datang. Nyonya tidak perlu repot – repot meberikan ini semua. Bagi saya nyonya bisa datang saja saya sudah sangat bersyukur” ucap Erania terharu. Erania menangis tidak dapat menahan air matanya jatuh.
“Aduh cantik, jangan menangis di hari Bahagia kamu loh. Kebetulan hari ini jadwalku kosong, jadi sekalian mampir liat ujian kamu” nyonya Aselin menghapus air mata Erania.
“Oh iya, Ca. Kenalin ini nyonya Aselin majikan saya.” Erania mengenalkan Caca pada nyonya Aselin.
“Oh kamu yang adiknya Dimas ya?” tanya nyonya Aselin menjabat tangan Caca.
“Iya tan, aku Caca adeiknya bang Dimas”.
“Kok kamu gak pernah main ke rumah?”
“Bang Dimas gak pernah ajakin Caca tan” ucap Caca malu – malu.
“Ya sudah, bagaimana kalau kita jalan – jalan untuk merayakan kelulusan Erania?” lanjut nyonya Aselin.
__ADS_1
Erania dan Caca saling menatap. Mereka kemudian mengangguk. Nyonya Aselin tampak gembira melihat rencanya untuk jalan – jalan disetuji kedua gadis tersebut.