Terlambat Menikah

Terlambat Menikah
#39


__ADS_3

Berkas-berkas pemberkasan guru honorer penerima bantuan khusus guru akhirnya dapat dikumpulkan dengan lancar, kini tinggal menunggu hasilnya.


Sudah satu Minggu tidak ada kabar dari Dadank, Lula ingin mengetahui kabarnya bagaimana sekarang, apakah ia sudah kembali ke Salatiga, kenapa ia tidak mengirim kabar sama sekali.


Lula memang tidak pernah menceritakan hubungannya dengan Dadank, itu karena takut dibilang nggak kapok punya pacar online dan juga jarak jauh. Ia juga takut nantinya akan jadi hinaan, akan jadi cemoohan ocehan orang. itu sepenggal lirik lagu dangdut yang Lula nyanyikan dalam hati.


Ia menganggap Dadank hanya sebagai hiburan saja, tidak mengharapkan lebih, walaupun Dadank bilang mencintainya. Namun ia tidak mau kegagalan kisahnya dengan Santo terulang kembali.


Saat jam istirahat, Lula mengambil Hpnya dan mencari kontak nomor telepon Dadank, ia menekan tombol panggil.


Panggilan terhubung,


"Assalamu'alaikum," sapa Lula.


"Wa'alaikumussalam," jawab Dadank di seberang sana


"Lagi ngapain?" tanya Lula sekedar basa-basi.


"Lagi Nonton TV, Kamu lagi ngapain?"


"Siapa sih, Pi?" tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan mendeka.


Tututut,


Panggilan diputus secara sepihak,


Karena penasaran Lula mencoba untuk menghubungi nomor telepon Dadank kembali.


Tersambung namun di rijek.


Tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk,


Cling


[Hai, Kalau kamu cewek baik-baik, jangan ganggu suami orang ya! Dadank itu sudah punya istri tahu.]


Lula membalas pesan tersebut,


[Maaf ya, Mbak. Aku nggak ada niat buat ganggu suami kamu, apalagi suami orang. Dadank nggak pernah bilang kalau dia udah punya istri.]


Send,


[Sekarang udah tahu kan kalau dia udah punya istri, tolong jangan hubungi nomor ini lagi, dasar pelakor.]


Asem!!


Ternyata selama ini aku dikadalin sama anak kecil, dasar buaya!! gerutu Lula dalam hati.


Tunggu! Sebenarnya dia kadal atau buaya sih Lula? yang jelas donk.


Syukurlah kalau dia udah punya istri, lagian aku kan nggak ada hubungan apa-apa sama dia. Tapi kenapa nyesek banget ya? Aduh ini air mata kenapa nggak bisa ditahan sih? mana banyak orang lagi di kantor. Kan malu kalau sampai mereka tahu kalau aku patah hati, sama orang yang enggak jelas lagi, aku harus menyingkir nih. batin Lula.


Lula bangkit dari duduknya dan berjalan cepat menuju toilet yang ada di masjid, di sana ia menumpahkan air matanya.


Sakit rasanya dikatain pelakor, tega kamu Dank.


Ia terus mencoba melawan perasaannya,


Sudahlah Lula, masa kamu patah hati karena anak kecil sih. Ayo hapus air mata kamu, malu tahu kalau kamu ketahuan habis nangis, kayak anak kecil saja. Lupakan dia, berarti dia memang bukan jodoh kamu. Mungkin Allah sudah menyisihkan jodoh yang terbaik untuk kamu. Kamu harusnya bersyukur Allah sudah kasih lihat keburukannya sekarang, coba kalau kamu baru tahu kalau dia udah beristri saat hubungan kamu dengan sudah terlampau jauh, pasti lebih nyesek lagi kan.


💔💔💔💔💔


Kurang lebih dua bulan sudah tidak ada lagi kabar dari Dadank. Hingga suatu siang ada notif pesan masuk dari nomor baru, operator lain.


Cling,

__ADS_1


[Assalamu'alaikum, Yank. Ini nomor hp ku yang baru, maaf waktu itu aku nggak bisa balik hubungi kamu.


Dadank]


Mau ngapain lagi sih dia, udah punya istri juga pakai panggil Yank..Yank..yang palelo peang.


[Ngapain kamu masih menghubungi aku? Nanti istri kamu marah-marah lagi sama aku. Kenapa kamu enggak jujur saja dari awal kalau kamu sudah punya istri. Bilangin sama istri kamu, aku bukan pelakor. Justru suaminya ini yang kegatelan.]


Send,


Cling


[Astaghfirullah al'adzim. Aku belum pernah menikah gimana bisa punya istri, dia ngaku-ngaku, Yank. Dia juga udah bawa kartu sim aku yang nomornya mirip punya kamu. Makanya aku tidak bisa hubungi kamu lagi.]


Cling,


[Alula Sayang, Sumpah demi Allah aku belum pernah nikah. Aku enggak suka sama dia, Yank. Dia suka maksa, aku sukanya sama kamu.]


Lula tidak membalas pesan Dadank,


Cling,


[Aku sekarang udah kerja, Yank. Aku kerja di kentor Pabean. Aku Sekarang tinggal di Semarang ikut pamanku. Kamu kapan ke Semarang? kita ketemuan yuk.]


Karena tidak kunjung mendapat balasan juga, akhirnya Dadank melakukan panggilan telepon.


Lagi banyak pulsa nih, berani manggil ke operator lain. gumam Lula.


Lula menekan tombol warna hijau, tetapi tidak ada yang bicara di sana, hanya timer yang berjalan hingga beberapa saat.


"Kok diam?" tanya Lula.


"Kamu saja belum jawab salamku tadi." sanggah Dadank.


Lula kembali mengingat balasan pesan yang dikirimya tadi.


"Hehehe, lupa."


Sebenarnya Lula hampir meluapkan emosinya pada Dadank, tetapi setelah mendengar suara khas Dadank yang dalam dan berat, perasaannya menjadi melemah.


"Menjawab salam dari seorang muslim itu hukumnya wajib lho." Dadank mengingatkan.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokaatuh," Lula menjawab salamnya dengan lengkap.


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟. قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ. (رواه مسلم)


Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Hak seorang muslim kepada muslim lainnya ada enam.” Dikatakan, ‘Apa saja wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab, ‘Apabila berjumpa dengannya, maka ucapkan salam, apabila ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya, apabila ia meminta nasihatmu, maka nasihatilah, apabila ia bersin lalu ia memuji Allah, maka doakanlah, apabila ia sakit, maka jenguklah, dan apabila ia meninggal dunia, maka ikutlah ke pemakamannya.” (H.R. Muslim)


Adab dan akhlak seorang muslim terhadap muslim lainnya seringkali dilupakan dan diabaikan umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW). Padahal Islam mengatur hal-hal yang berkaitan dengan hubungan sosial antara sesama manusia (hablum-minannas).


Pembahasan mengenai hal ini dijelaskan secara rinci dalam "Kitab Adabul Islam". Syeikh Ahmad Al-Mishry (Ulama dari Mesir) memaparkan hak dan kewajiban muslim saat kajian rutin di Srengseng, Jakarta Barat, belum lama ini.


Apa saja kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya? Syeikh Ahmad Al-Mishry mengutip hadits Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim bahwa ada 5 kewajiban muslim, yaitu:


1) Menjawab salam.


2) Menjenguk orang sakit.


3) Mengantar jenazah.


4) Memenuhi undangan.


5) Mendoakan yang bersin.


Kemudian Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Hak Muslim kepada muslim yang lain ada 6, yaitu:

__ADS_1


1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya.


2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya.


3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya.


4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah), doakanlah dia (dengan mengucapkan Yarhamukallah).


5) Apabila dia sakit, jenguklah dia.


6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).


"Maafin aku, Yank. Waktu itu tiba-tiba HP-ku direbut sama dia." ucap Dadank dalam panggilan teleponnya.


"Nggak apa-apa kok, Dank. Aku udah maafin kamu." jawab Lula.


"Kamu percaya kan, kalau aku belum beristri?" tanya Dadank.


"Iya, aku percaya. Tapi aku sudah memutuskan kalau aku sudah tidak mau lagi punya kekasih bayangan. Jadi, kita berteman saja, ya?" ungkap Lula yang membuat Dadank kaget.


Dadank nampak menghembuskan nafasnya secara kasar.


"Yaudah kalau itu memang keputusan kamu, tapi kalau boleh aku ingin sekali saja ketemu sama kamu. Kapan kamu ke Semarang lagi?" dengan berat hati Dadank menerima keputusan Lula.


"Belum tahu kapan ya ke Semarang lagi, soalnya sekarang lagi musim Sidak(inpseksi mendadak), jadi perkuliahan jarak jauh sementara di sembunyikan." jawab Lula.


"Oh.. Jadi udah nggak kuliah lagi?" tanya Dadank penasaran.


"Ya, masih kuliah cuma sembunyi-sembunyi. Nanti kalau isu Sidaknya sudah mereda, baru kuliah ke Semarang lagi."


"O, begitu. Nanti kalau ke Semarang lagi, kabari aku ya, Yank." pinta Dadank.


"In Sya Allah, aku kabari kalau aku ke Semarang. Tapi jangan panggil aku Yank lagi donk, nggak enak rasanya. Aku kan bukan siapa-siapa kamu. Panggil aku Alula atau Lula saja ya!" pinta Lula, padahal sebenarnya Lula senang dengan panggilan itu.


"Udah terbiasa dengan panggilan itu. Nggak enak rasanya di lidah, Yank." sahut Dadank keberatan.


"Ck.. Yank lagi." Lula mencebik.


"Ya udah dech aku coba, Lula, Lula Sayang. hehehe.. susah, Yank." seru Dadank.


Lula mencebik lagi,


"Ya udah ah, terserah kamu. Udah Ashar nih, aku mau siap-siap ngajar di TPQ, Dank. Udah ya?" pamit Lula.


"Ya udah, Babay.."


"Assalamu'alaikum, Dadank,"


"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokaatuh, Sayank." jawab Dadank.


"Ck.."


Tututut..


Lula meletakkan ponselnya di meja kamarnya, menyambar handuk kemudian pergi ke belakang untuk mandi dan bersiap-siap untuk menunaikan kewajibannya, sholat ashar dan mengajar di TPQ.


**********************************************


Jalan-jalan membeli permen,


Sebelum berjumpa sang kekasih.


Jangan lupa like dan komen,


Semoga suka dan terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2