Terlambat Menikah

Terlambat Menikah
Episode 11


__ADS_3

Mendengar suara, Erania berbalik. Ternyata nyonya Aselin berdiri di belakangnya namun ia tidak menyadarinya. Perhatiannya hanya terpusat pada kalung yang saat ia sedang ia kenakan.


“Wauw, kalung ini sangat indah saat kamu pakai Erania” puji nyonya Aselin. Mendengar itu, Erania tertunduk. Ia malu, sebenarnya ia juga sangat menyukai kalung ini.


“Terima kasih nyonya, kalungnya sangat indah. Hm,, tapi apakah ini tidak berlebihan nyonya? Maksud saya kalung ini pasti mahal” Erania merasa tidak pantas.


“Astaga, kalau soal harga kamu gak usah pikirkan. Asal ini cocok untukmu dan kamu senang” terang nyonya Aselun sambil mengelus lembut rambut Erania.


“Sekali lagi terima kasih nyonya” karena terlalu gembira Erania memeluk nyonya Aselin. Nyonya Aselin juga membalas pelukan Erania.


Saat tersadar, Erania langsung melepas pelukannya. “Maaf kan saya nyonya sudah lancang memeluk anda” Erania Kembali tertunduk.


Nyonya Aselin tertawa “ Hei, tidak ada yang salah kalau kamu memeluk ku. Justru saya senang jika kamu tidak bersikap terlalu formal pada saya. Oh iya, sudah malam, sekarang kamu istirahat. Besok pagi apa rencanamu?”


“ Besok sepertinya tidak ada nyonya, karena semua urusan soal wisuda telah saya selesaikan. Ada apa nyonya?”


“Bagus kalau begitu, besok pagi kamu siap – siap ya. Saya mau kamu menemani saya ke arisan kompleks”

__ADS_1


“Baik nyonya” Setelah itu nyonya Aselin meninggalkan kamar Erania untuk beristirahat.


Pagi hari setelah sarapan, mereka kemudian berangkat ke arisan. Sengaja arisannya diadakan lebih awal agar mereka bisa punya banyak waktu untuk bertemu.


Erania memakai dress selutut sangat pas di badannya. Tak lupa ia sedikit memakai kosmetik walaupun sebenarnya tanpa kosmetik Erania sudah canrik. Penampilannya sederhana namun sangat indah di


lihat.


Nyonya Aselin pun sudah siap dan telah menunggu Erania di ruang tamu.


“Aduh, maaf nyonya saya telah membuat anda menunggu”


“Iya nyonya, saya sudah siap”


“Ayo kita berangkat” nyonya Aselin menggandeng tangan Erania seperti anaknya sendiri. Erania yang diperlakukan seperti itu sangat senang. Ya selama ini nyonya Aselin memperlakukan Erania dengan sangat baik.


Setelah beberapa menit kendaraan yang membawa mereka tida di sebuah rumah yang sangat indah.  Kompleks perumahan itu merupakan perumahan yang mewah dan berkelas. Sebenarnya jarak rumah dan tempat arisan ini tidak jauh, namun nyonya Aselin sengaja diantar supir agar setelah arisan mereka bisa

__ADS_1


belanja keperluan dapur yang mereka lupa beli saat belanja ke mall.


Mereka masuk dalam rumah dan di sambut oleh tuan rumah. Erania tampak malu bergabung, karena teman – teman nyonya Aselin semuanya terlihat sangat glamour. Pakaian , perhiasan dan asesoris lain yang digunakan terlihat sederhana namun tetap mewah. Nyonya Aselin yang melihat kegelisahan Erania kemudian Kembali menggandeng tangan Erania.


“Eh, nyonya Wardana apa kabar. Ini mantunya ya, cantik ?” tanya salah satu teman arisan nyonya Aselin. Nyonya Aselin tampak tersenyum mendengarnya. “Ya saya juga berharap ini menantu saya” ucap nyonya


Aselin dalam hati.


“Kabar ku  baik. Oh iya perkenalkan ini Erania” Erania bingung kenapa nyonya Aselin tidak mengatakan kalau ia hanya perawatnya saja.


Erania kemudian menyalami semua teman – teman nyonya Aselin. Setelah itu ia duduk tepat di sebelah nyonya Aselin. Sepanjang arisan Erania hanya menjadi penonton saja. Ini pertama kalinya ia bergabung


dengan orang – orang kaya. Erania merasa beruntung karena ini tidak seperti yang ia dengar kalau perkumpulan sosialita hanya memamerkan kekayaan mereka dengan arisan dan belanja.


Arisan ini lebih banyak membahas kegiatan sosial yang memang rutin mereka laksanakan.


Setelah acara selesai, mereka kemudian pulang. Diperjalanan menuju super market Erania kemudian memberanikan diri bertanya “Nyonya, kenapa anda tidak mengatakan kalau saya hanya perawat anda?”

__ADS_1


Kembali nyonya Aselin hanya tersenyum “ kalau saya bilang kamu perawat saya nanti mereka kira saya sakit keras yang butuh perawat kemana – mana. Padahal kan saya sehat bugar gini. Lagian saya senang kalau mereka berpikir kamu tuh mantu saya. Saya memang berharap kamu itu jadi menantu saya”


__ADS_2