Terlambat Menikah

Terlambat Menikah
#21


__ADS_3

Ada pepatah yang bilang, โ€œThereโ€™s always a rainbow after the rain."ย  Terkadang untuk jadi seseorang yang berkepribadian kuat, kita harus ditempa dengan berbagai tantangan. Tantangan-tantangan ini tidak selalu hadir dalam bentuk yang menyenangkan, seringkali dia muncul dalam bentuk yang pahit dan menyakitkan.


Menurut informasi yang disampaikan oleh


pengurus Dikti, bahwa persyaratan dalam pembuatan skripsi adalah sudah memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan Kursus Mahir Tingkat dasar (STTPL KMD).


Oleh karena itu, pihak Dikti memfasilitasinya dengan berkerjasama dengan pihak Kwarcab Kabupaten Pekakongan sebagai panitia kegiatan KMD. Dan kegiatan KMD tersebut akan dilaksanakan pada akhir tahun selama lima hari bertepatan dengan liburan semester gasal dan tahun baru bagi sekolah dengan biaya ditanggung oleh peserta.


Ternyata dari banyaknya mahasiswa di kelas Lula yang sudah memiliki STTPL KMD hanya beberapa orang saja, jadi banyak teman sekelasnya yang mengikuti kegiatan tersebut dan hampir 90%.


Hari ini pertemuan terakhir sebelum pelaksanaan KMD Hari Rabu yang akan datang. Oleh karena itu para Mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan KMD tersebut harus mempersiapkan diri pada saat ini juga.


Peserta KMD dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri dari 10 orang.


"Kelompok dua ayo kumpul!" Seru Miftah saat semua mata kuliah usai.


"Kelompok dua siapa saja? tolong nama-namanya dibacakan!" seru Bu Sri Rosa


"Kelompok dua saya bacakan ya! Miftah, Alula, Sri Kuat, Siti Mas'adah, Ucik Hastuti, Wahyuni, Fatimah, Vivi Sofiyah, Dewi Aminah, dan Uswatu Khasanah." seru Miftah membacakan daftar nama kelompoknya.


Mereka yang merasa namanya dibacakanpun berkerumun.


"Tadi sepertinya ada nama Wahyuni, itu siapa?" tanya Lula yang masih merasa asing mendengar nama itu.


"Wahyuni anak semester 4, Mbak." jawab Miftah.


"Yang dibawa apa saja, Mif?" tanya Imas.


"Sebentar, kita bentuk ketua dulu." sahut Miftah.


"Tunjuk langsung saja, ketuanya Miftah." sahut yang lain. Yang lainnya menyahut setuju.


"Mungkin yang lain ada yang tidak setuju saya menjadi ketua?" tanya Miftah lagi.


"Kalau tidak ada baiklah, KMD yang akan kita ikuti ini teorinya 5 hari tapi pelaksanaanya hanya 3 hari, Gaess. Keperluan kita seperti kita mau pergi kemah ya gaess! bedanya kali ini kita tidak masak, sudah pernah kemah semua kan?" berhenti sejenak.


"Untuk makan ituurusan masing-masing, boleh di warung boleh juga pesan catering." lanjutnya.


"Kita perlu tenda, sebaiknya yang membawa tenda itu yang sudah mengajar, Mbak Lula bisa ya?" tanya Miftah.


"Siap, Bos!" jawab Lula mantap.


"Bagos!" sahut Miftah. "Untuk kebutuhan lainnya itu kewajiban masing-masing seperti peralatan ibadah, peralatan mandi, alas tidur dan selimut. Pakaian seragam Pramuka lengkap minimal 3 stel untuk gonta-ganti, jangan lupa tongkat, tali dan hasduk semua peserta wajib membawa. Mungkin ada lagi yang perlu ditanyakan?" tanya Miftah.


"Ada yang kelebihan seragam, nggak?" tanya Ucik.


"Mana ada, Mbak Ucik. Ya dipakai sendiri semualah." jawab Uus.


"Ada punya keponakanku, mau?" tanya Fatimah.


"Mau-mau," jawab Ucik semangat," besok bawa ya!" pintanya.


"Tapi enggak tahu di badan Mbak Ucik cukup atau tidak." sahut Fatimah. "karena keponakanku masih SD." celetuknya.


Gerrrr...


"Hassem...!" umpat Ucik.


"Sudah ya teman-teman, ada yang perlu ditanyakan lagi?" tanya Miftah lagi," oh iya, info untuk makan bisa pesan sama Mbak Izah, per kotak Lima Ribu Rupiah." lanjutnya.


Mereka pun membubarkan diri.


Lula berjalan menghampiri tempat duduk Faizah.


"Mbak, masih ada kuota nggak?" tanya Lula pada Faizah.


"Aku nggak jual kuota, Mbak Lula." jawab Faizah. "Aku jualannya astor jowo, kerak goreng dan pisang Krispy." imbuhnya.


"Maksudnya kuota buat pesan nasi, Mbak." sahut Lula.


"Ooh...bilang kek dari tadi, mau pesan berapa?" tanya Faizah.


"Yang lain pesannya berapa? disamain saja." Lula balik tanya


"Jadwalnya 5 hari tapi pelaksanaanya cuma 3 hari jadi 9 kali makan, ada juga yang cuma pesan tiga kotak karena mereka nggak menginap, jadi sarapan pagi dan malam mereka di rumah masing-mading." sahut Faizah menerangkan.


"Bukannya kegiatannya sampai malam ya? Aku pesan 9 kotak saja, Mbak!" ucap Lula.


"Bu Sri mau pesan nggak?" tanya Lula pada Bu Sri.


"Enggak," sahut Bu Sri.


"Mau puasa atau mau bawa bekal?" tanya Lula lagi.


"Enggak juga,"


"Truss..?"


"Sudah pesan tadi, hehehe.." sahut Bu Sri akhirnya.


"Semprol...!" gerutu Lula. "Jadi berapa, Mbak Izah?" tanyanya kemudian pada Faizah.


"9 kotak nasi dikali 5 ribu jumlah totalnya jadi empat puluh lima ribu rupiah." jawab Faizah.


"Ini Depe dulu, Mbak. Sisa kurangannya nanti pas pelaksanaan ya!" ucap Lula sembari menyerahkan uang 20 ribuan.


"Ok, terimakasih. Tak catat nih." sahut Faizah.


"Udah mau pulang belum, Mbak?" tanya Lula pada Faizah.


"Mau nginep." sahut Faizah. "Ya pulanglah, bentar berkemas-kemas dulu." koreksinya.


"Bu Sri pulang sama siapa?" seru Lula pada Bu Sri.

__ADS_1


"Aku membonceng Popo, Bu Lula!" jawab Bu Sri. "Tapi Poponya bilangnya mau sholat dari tadi kok enggak nongol-nongol ya?" tanyanya sembari melihat ke arah pintu.


"Ketiduran mungkin, Bu. Dikelas saja selalu tidur." sahut Faizah. "Ayo, Mbak Lula!" ajak Faizah pada Lula.


"Aku duluan ya, Bu Sri Rosa!" seru Lula.


Tiba-tiba ponsel Lula berdering, Lula melihat layar ponsel, Kakaknya Husnan yang menelpon.


"Ya, Mas!" Lula menjawab telpon.


"Mau pulang jam berapa? Aku tunggu diluar." tanya Husnan di ujung telpon.


"Iya bentar, aku kesitu." sahut Lula langsung menutup telfonnya.


"Mbak Izah, maaf enggak jadi ikut. Kakakku masih di luar. Duluan ya, Mbak!" seru Lula sambil berlalu.


"Iya, Mbak Lula. Tidak apa-apa!" seru Faizah pula.


Akhirnya Bu Sri yang pulang dengan membonceng Faizah.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Malam harinya ketika Lula sedang mengerjakan tugas, entah tugas apa. Tiba-tiba ponsel Lula bergetar, ada pesan masuk beberapa kali. Ia terus saja melanjutkan tugasnya. ponselnya terus bergetar, hingga akhirnya deringbtanda panggilan masuk berbunyi.


Mengganggu saja kau, Santoloyo!


Lula menerima panggilan itu,


"Assalamu'alaikum!" sapa Lula.


"Wa'alaikumussalam, kenapa nggak balas pesan mas?" tanya Santo di ujung telfon.


"Nggak punya pulsa, Mas!" sahut Lula.


"Kemarin kan Ibu ngasih uang 50 ribu, itu kan bisa buat beli pulsa." ungkit Santo.


Astaghfirullah al'adzim, itu saja diungkit, lagian buat beli oleh-oleh saja tekor! gerutu Lula dalam hati seraya mengelus dada.


"Yang dikasih itu Izur, Mas. Bukan aku." elak Lula. "Lagian buat beli oleh-oleh saja, uang segitu kuranglah." protesnya.


"Kamu beli oleh-olehnya buat orang sekampung kali." terka Santo.


"Bukan sekampung lagi, se-kabupaten malahan." sahut Lula.


"Kok bisa?" Santo heran. "Uang segitu mas dapetin hampir seharian kerja lho, Say." tutur Santo


"Mas nggak ikhlas? Kalau mas nggak ikhsas besok-besok tak balikin kalau ketemu." janji Lula.


"Nggak usah, Say. Uang udah dikasih kok diminta kembali." sahut Santo.


"Nggak apa-apa, Mas. Aku serius kok." tawar Lula lagi.


"Enggak, Say. Mas cuma bercanda jangan dimasukin ke hati." ujar Santo.


"Ya udah, Assalamu'alaikum." Santo mengakhiri panggilannya.


"Wa'alaikumussalam." jawab Lula.


Lula meletakkan ponselnya di meja di depannya kemudian ia melanjutkan pekerjaannya menyelesaikan tugasnya.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Hari pertama KMD, pukul 08.00 seluruh peserta KMD sudah harus berkumpul di lokasi kegiatan yaitu di MIN Kedungwuni.


Lula tiba di lokasi kegiatan sekitar pukul 07.30 dan langsung mencari ruangan sebagai tempat transit bagi peserta yang nanti akan digunakan sebagai tempat menginap.


Setelah melakukan registrasi dengan mengisi biodata, peserta mengapatkan Snack dan ATK.


Lula memasuki ruangan kelasnya yang ditentukan saat registrasi yaitu kelas B. Sesi pertama kegiatan adalah Orietasi Khusus, kegiatan ini diisi dengan perkenalan dari Kakak Pembina Tutor dan perserta.


Selanjutnya pre rest akan dilaksanakan pada pukul 08.30 sampai pukul 09.00, peserta harus menyelesaikan 50 soal pre test dalam waktu 30 menit.


"Wuih..Bu Sri Rosa serius amat." ucap Lula melirik bangku samping yang ternyata adalah Bu Sri Kuat.


Bu Sri hanya melirik dengan mata julingnya sambil menggerak-gerakkan bibirnya.


"Selesai!" seru Lula. "Nih, Mif. Dikumpulin jadi satu kan?" Tanya Lula sambil menyerahka kertan hasil testnya pada Miftah.


"Bu Lula!" seru Bu Sri agak berbisik. "Nomor 40 donk!" pinta Bu Sri.


"Pakai ini, Bu! hehehe.." tutur Lula sambil menunjuk kancing bajunya. "Yang penting disilang Bu, nggak usah dibikin pusing. Aku mau ke kamar kecil, nggak tahan nich." lanjutnya sambil berlalu.


Usai dari kamar kecil Lula duduk di teras menunggu sesi berikutnya. Peserta yang lain juga sudah banyak yang keluar ruangan. Karena sesi berikutnya adala Dinamika kelompok yang akan dilaksanakan di halaman.


Tibalah saatnya sesi Dinamika Kelompok, sesi ini dipandu oleh panitia KMD, tiap kelompok berbaris secara berbanjar ke belakang. Tiap kelompok diberi 10 kartu yang bertuliskan huruf yang sama, peserta diminta untuk mencari teman yang memegang kartu dengan huruf yang berbeda hingga membentuk tulisan DASA DHARMA.


Seru juga ternyata para ibu-ibu bermain dinamika kelompok, ada yang tarik-tarikan supaya kelompoknya genap, ada yg kartunya sudah berbunyi sesuai permintaan panitia, ada juga yang absurd.


Biasanya Lula hanya menyaksikan anak didiknya yang bermain mencari teman saat ia diberi mandat sebagai pembina pendamping dalam Jambore Ranting. Sekarang dia mengalaminya sendiri bagaimana susahnya mencari teman.


Panitia mendatangi kelompok yang berkumpul satu persatu. Tibalah mereka di kelompoknya Lula yang absurd.


"Nanti kalau ditanya sudah berbunyi DASA DHARMA belum, bilang saja sudah!" ujar salah seorang diantara mereka sambil berbisik.


"Ini sudah komplit 10?" tanya kakak panitia.


"Sudah, Kak." jawab mereka serempak.


"Sudah berbunyi DASA DHARMA kartunya?" tanya kakak panitia lagi.


"Sudah, Kak." jawab mereka mantap.


"Kalau sudah berbunyi DASA DHARMA boleh cofee break ya!" ujar kakak panitia tersebut hendak pergi meninggalkan kelompok Lula yang absurd.

__ADS_1


Lula dan teman-temannya menghela nafas lega, mereka hendak pergi meninggalkan tempat itu mengambil kopi dan Snack yang sudah disediakan.


"Eitt...tunggu!" kakak panitia yang tadi berbalik. "Coba kartunya dikumpulkan!" pintanya.


Kertupun dikumpulkan dan diserahkan kepada Kakak panitia.


"Wah, kalian mau mengibuli saya ya, ini huruf D-nya kurang satu, huruf R juga nggak ada." ujar Kakak panitia tersebut sambil tertawa.


Lula dan teman-temannyapun ikut tertawa.


"Sebagai hukuman sekarang juga kalian nyanyikan lagu Bintang Kecil tetapi huruf vokalnya diganti O semua!" perintah Kakak panitia tersebut.


"Ayo teman-teman, satu...dua...tiga," aba-aba salah satu dari mereka.


Bontong kocol dolongot yong biro.


Omot bonyok monghoos ongkoso.


Oko ongon torbong don monoro.


Jooh tonggo ko tompot mo borodo.


"Sudah, kalian boleh istirahat!" ucap Kakak panitia tersebut. Lula dan teman temannya berjalan menghampiri meja snack dan kopi dengan masih terus tertawa.


Lula mengambil Snack kemudian bergabung dengan yang lain duduk di emperan teras.


"Ucik, kenapa masih tertawa terus? Ntar keselek loh!" tegur Lula melihat Ucik yang masi terus tertawa.


"Itu, Mbak Lula. Bajunya Bu Sri Kuat kok warnanya sama kayak tempat sampah itu." sahur Ucik sambil menunjuk tempat sampah.


Lula yang mengamatinya, lantas ikut tertawa.


"Masa warna baju Pramuka kok seperti itu." ucap Ucik lagi.


"Ini juga dapet minjam, tadinya mau pake baju pramuka milik anakku yang warnanya sesuai." sahut Bu Sri.


"Kenapa enggak jadi dipakai? nggak muat, Bu?" tanya Ucik lagi.


"Bukan nggak muat lagi, wong itu model baju siaga." sahut Bu Sri.


Gerrr...


"Eh kucrut...masa sudah tua masih mau pakai baju siaga." celetuk Uus si latah yang baru nimbrung.


"Adalagi yang warnanya sesuai, model bajunya juga sama ada dua saku di bawah, tapi Bu Sri ogah pakai." ujar Bu Sri lagi.


"Kenapa Bu?" tanya Uus.


"Pasti sudah dijadikan lap, kan?" terka Ucik.


"Bukan." sanggah Bu Sri.


"Terus kenapa, Bu?" tanya Lula.


"Itu baju kokonya Mamas, hahaha..." jawab Bu Sri.


Gerrr...


"Eh kucrut!" seru Uus


Bel tanda masuk berbunyi, merekapun berhamburan masuk ke dalam kelas masing-masing untuk mengikuti sesi berikutnya. Sesi berikutnya pemberian materi tentang AD dan ART Gerakan Pramuka.


Materi AD dan ART Gerakan Pramuka disampaikan oleh kak Kistoyo. Dari perkenalannya, beliau adalah salah satu pengajar di salah satu SD di Doro. Dalam memberikan materi, Kak Kistoyo sesekali juga diselingi dengan permainan dan nyanyian. Nyanyiannya antara lain,


Kakak kupanggil namamu


kakak kupanggil namamu


Oh kakakku oh kakakku


aku tunggu jawabanmu


aku bilang ya ya


aku bilang ya ya


aku bilang kakak


aku bilang kakak


aku bilang ya ya.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Pukul 12.00 WIB saatnya ishoma (Istirahat, Sholat dan Makan)


Lula berjalan menuju ruang transit untuk mengambil mukenah. Tiba-tiba Faizah datang membawa kotak nasi pesanan.


"Mbak Lula, makan dulu! di kamar mandi masih ngantri." seru Faizah mencegah Lula pergi.


Lula menghentikan langkahnya dan mengikuti Faizah ke dalam ruangan transit.


"Ya sudah mdkan dulu saja, daripada nanti sholatnya nggak khusyu' karena teringat makanan." sahut Lula.


Faizah membagikan nasi box kepada peserta KMD yang sudah memesan kepadanya.


"Ini bonusnya buat bareng-bareng ya teman-teman!" ujar Faizah sambil menyodorkan kotak berisi lauk-pauk.


Merekapun akhirnya menikmati nasi box terlebih dahulu, setelah selesai makan barulah Lula mengambil wudlu dan kembali masuk ke dalam ruang transit untuk melaksanakan sholat dhuhur di sana.


Happy Reading!


jangan lupa jempolnya ya!

__ADS_1


terimakasih!


__ADS_2