Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Takut Jatuh Cinta


__ADS_3

Setelah kejadian lomba menangkap lele, Bian semakin menjaga jarak dengan Lira, ia takut akan berdampak buruk pada hatinya, Bian tidak mau jatuh cinta lagi, Entahlah padahal dulu ia seorang Playboy tapi setelah cinta nya bertepuk sebelah tangan oleh Jenar, Bian jadi semakin menutup diri dengan para perempuan, Bian sadar mungkin itu Karma nya karena sering menyakiti perasaan para mantan nya.


"Kenapa itu muka di tekuk mulu," ujar Dimas yang baru bergabung di meja makan.


"Gapapa bang, oh ya Bian duluan yah ada kelas pagi," ujar Bian kala melihat Lira mendekat ke arah meja makan, "mah pah Bian jalan," sambungnya lagi sambil meneguk susu lalu ngibrit membuat semua orang yang melihatnya kebingungan.


"Emang muka Lira kaya setan yah sampe bisa buat tuan Bian ketakutan gitu?" gumam Lira pada diri sendiri namun masih bisa di dengar oleh yang lain.


"Mbak Lira gak kaya setan kok, cuma kaya Kun kun aja," kata Aiden terkekeh membuat Lira mengerucutkan bibirnya.


"Bian lagi buru buru mau ada kelas pagi Lira, jangan di masukkan ke hati," ucap Tamara lembut, ia tau memang bahwa Bian sedang menghindari Lira sejak kejadian lomba kemarin, namun Lira nya saja yang tidak peka.


Lira memang tidak pernah jatuh cinta, Cintanya hanya untuk satu orang yang selalu ia idam idam kan, yaitu Aktor favorit nya, Lira termasuk Fans fannatik Aktor China Dylan wang, Lira bercita cita suatu saat akan bertemu dengan aktor tersebut, maka dari itu ia bekerja keras agar bisa cepat terkumpul uang untuk terbang ke negara C.


"Om Bian malu tuh pasti sama mbak Lira," ujar Aiden lagi terkekeh.


"Hus, kamu itu anak kecil jangan gitu," kata Tamara.


"ah om Bian mah payah," kata Aiden.


"Baru tau kamu kalau om kamu itu memang payah," kata Dimas ikut terkekeh.


"Setidaknya Bian tidak mengharapkan yang tidak pasti," ujar Arya yang baru bergabung ke meja makan.


"Cakep," kata Tamara sekarang yang terkekeh, sedangkan Dimas yang memberengut kesal.

__ADS_1


"Emang mas Dimas ngarepin apaan kok gak pasti," tanya Jenar keppo.


"Kembali hidup di neraka," ujar Tamara mengedikkan bahunya.


"Mah," kata Dimas tak suka.


🍁


Siang ini Dimas akan ada meeting di Jf resto and caffe untuk membicarakan masalah proyek pembangunan dengan Fahmi, harusnya Arya yang menemui Fahmi, namun karena Jenar kembali rewel dengan sejuta kemanjaan nya, akhirnya Dimas lah yang menggantikan nya.


Hampir dua jam Dimas bersama Arlan berbincang dengan Fahmi guna membicarakan proyek yang sedang berjalan, tidak ada kendala hanya saja proyek tidak bisa di percepat lantaran musim hujan, maka dari itu proyek akan selesai lebih lambat sedikit dari waktu yang di tentukan dan Dimas pun tidak mempermasalahkan nya.


Selesai meeting, Dimas dan Arlan keluar dari ruangan VIP, namun tiba tiba matanya menangkap seseorang yang pernah ada di hidupnya, seseorang yang kini masih bertahan di hidupnya.


"Lan, lo balik aja duluan," kata Dimas menyuruh Arlan agar kembali lebih dulu ke kantor.


"Sayang," ujar Arlan saat sambungan telfon tersambung.


"Iya yank, ada apa?" tanya Hanna di seberang sana.


"Kamu lagi ngapain, dimana dan sama siapa?" tanya Arlan basa basi.


"Ini baru selesai kelas, mau ke kantin sama Chaca sama Nayla," ujar Hanna.


"Ke JF resto aja sini, temenin aku," kata Arlan dengan senyum tersungging.

__ADS_1


"Hemm gimana yah, Hanna gak enak sama yang lain kalau gak gabung lagi sama mereka," kata Hanna.


"Kamu ajak mereka kesini, aku ada tontonan menarik buat kamu," ujar Arlan.


"Apaan?" tanya Hanna antusias.


"Udah kamu kesini aja ajak Chaca juga," kata Arlan, lalu mematikan sambungan telfon nya dan kembali berjalan masuk kedalam Restoran.


Sekitar dua puluh menit, Hanna cs tiba di Restauran yang di maksud oleh Arlan, Hanna langsung mencari keberadaan Arlan yang ternyata dia memilih tempat duduk pojok.


"A, kenapa aa suka nya mojok sih," kata Hanna.


"Gapapa biar enak aja di pojok kan," kata Arlan tersenyum.


"Njirr, kalah berduaan di pojokan mah iya enak, inget masih ada dua jones woy," kata Chaca kesal lalu langsung mendudukkan dirinya di kursi depan Arlan di susul Nayla di sebelahnya dan Hanna tentu saja duduk di samping Arlan.


"Iri, bilang bos," jawab Arlan santui dan terkekeh.


"Cha, gue waktu itu pernah lihat lo malem malem sama bos Dimas ngapain?" tanya Arlan to the point membuat Chaca terkejut begitupun Hanna dan Nayla.


"Chacaaa," ucap Hanna dan Nayla bersamaan sambil menatap tajam ke arah Chaca.


"Dasar Asisten ember," umpat Chaca melotot kepada Arlan, namun Arlan malah mengedikkan bahunya cuek.


Bersambung dulu ah,,, Next Chaca dan Dimas lagi,

__ADS_1


Gimana jadinya kalau babang Dimas di hadapkan langsung dengan Chaca dan sang mantan,,,


Hayoo kira kira Dimas bakal milih siapa nih? tunggu kelanjutannya yaaa 😘😘💃💃💃💃


__ADS_2