Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Bertemu Fahmi


__ADS_3

Kini Jenar dan Trio somplak sedang menikmati makan siang di JF resto. Entah mengapa Jenar sangat ingin makan di Restauran ini hingga ia merengek seperti anak kecil untuk mengajak trio somplak.


Sambil menikmati pemandangan sekitar, Jenar menikmati makanannya dengan nikmat dan sesekali bercanda dengan trio somplak.


"Jeje," panggil seseorang membuat Jenar menghentikan aksi makan nya.


Deg.


Jantung Jenar berdecak dengan cepat kala mendengar nama itu. Perlahan Jenar memutar tubuhnya dan menemukan orang yang pernah ia temui dulu sewaktu di Toilet, Tapi mengapa dia memanggil Jenar dengan sebutan Jeje. batinnya.


"Kamu kah itu Je?" tanya nya lagi to the point.


"Sa saya Jenar bu bukan Jeje," kata Jenar terbatas dan gugup.


"Jenar Mahesa Arum," kata Fahmi. "Apa kamu melupakan ku Je," tanyanya lagi.


Jenar mengamati wajah dan tubuh Fahmi dengan detail, lalu ia teringat dengan seseorang.


"Maaf, SUAMI saya sudah menunggu, saya permisi," kata Jenar datar, "Aku pergi dulu ya, kalian habisin aja dulu makanan nya," kata Jenar lalu segera pergi meninggalkan trio somplak yang masih bertanya tanya.


"Je, tunggu Je.." Fahmi mengejar Jenar dengan cepat, saat sudah berhasil, Fahmi langsung memeluk Jenar dari belakang, tanpa sadar Jenar hingga meneteskan air matanya.


"Maaf Je, maafin kakak, maafin kakak," kata Fahmi yang ikut meneteskan air matanya. "Kakak sudah mencari kamu kemana mana Je, tapi kamu tidak ada, maafin kakak," kata nya lagi.


"Lepas kak," kata Jenar lalu segera menghapus air matanya.


"Je, kakak mohon jangan kaya gini, jangan seolah kamu tidak mengenal ku karena itu menyakitkan Je."


"Sakit mana saat kakak meninggalkan Jeje sendirian," Pekik Jenar pada akhirnya.


"Jeje sendiri kak, Jeje sendirian," Tangis Jenar pun pecah di pelukan Fahmi.

__ADS_1


"Maaf maafin kakak, sekarang kakak sudah kembali, kakak mohon ikut lah dengan ku," kata Fahmi lagi.


"Enggak, Jeje sudah menikah dan Jeje sedang Hamil, Jeje gak akan pernah ikut kakak," kata Jenar sambil menghapus air mata nya.


"Ka kamu me menikah? dan ha hamil?" kata Fahmi terkejut lalu melepaskan pelukan nya.


"Sama siapa je?" kata Fahmi. "Je, kakak masih sangat mencintai kamu, kenapa kamu harus menikah secepat itu," kata Fahmi.


"Kakak yang buat Jeje menikah cepat, karena kakak yang telah ninggalin Jeje," kata Jenar menatap tajam ke arah Fahmi.


"Dan jangan lupakan status kita kak, jangan pernah ucapkan itu karena Jeje bukan anak kecil lagi," kata Jenar lalu segera pergi dari sana.


"Je, tunggu Je .. Jeje,,,," panggil Fahmi namun Jenar tidak mendengarkan, ia langsung menaiki taxi nya dan segera pergi ke Kantor Arya, entah mengapa saat ini ia sangat memerlukan pelukan Arya.


"Menurut kalian itu siapa nya Jenar?" kata Hanna penasaran.


"Entahlah," jawab Nayla mengedikkan bahunya.


Sesampainya di ruangan Jenar langsung masuk dan mencari keberadaan Arya namun tidak ada.


Karena merasa lelah, akhirnya Jenar memutuskan untuk masuk kedalam kamar dan istirahat sambil menunggu Arya kembali.


Jenar terbangun dari tidur nya kala mendengar sayup sayup suara Arya, secepat kilat Jenar bangun dari tempat tidur lalu berjalan menuju pintu, namun saat ia akan memutar Handle pintu tiba tiba langkahnya terhenti kala Jenar juga mendengar suara wanita yang entah siapa Jenar tidak mengenali nya.


"Ar, aku mohon kali ini aja bantuin yah," ucap wanita yang entah itu siapa Jenar tidak tau.


"Tidak, dan tidak akan pernah," jawab Arya dingin.


"Ar, aku mohon bantuin," katanya lagi.


Ceklek! Jenar membuka pintu dan matanya langsung terbelak kala melihat Arya tengah di rangkul mesra oleh seorang wanita yang asing menurut Jenar.

__ADS_1


"Sayang," ucap Arya terkejut dan langsung menyingkirkan tangan wanita itu dari lengan nya.


"Jadi kaya gini mas Arya kalau di kantor?" tanya Jenar yang sudah meneteskan air matanya.


"Enggak sayang, dengerin mas dulu dia ini," Kata Arya segera di potong oleh Jenar.


"Jenar benci sama mas Arya," teriak Jenar lalu ia segera berlari keluar ruangan meninggalkan Arya yang sedang menatap wanita di samping nya dengan wajah Marah.


"Oops Sorry," ucap wanita itu terkekeh.


Arya segera mengejar Jenar, ia sangat khawatir saat melihat Jenar berlari seperti itu, terlebih saat melihat Jenar menangis karena ke salah pahaman ini.


Bersambung dulu lah,, , ,


Jenar : Mommy kenapa mommy tega sama Akuh 😭


Mommy : Eh, mommy kenapa sayang? 🤔


Jenar : Kenapa Mommy buat mas Arya selingkuh 😭


Jenar : Aku kan lagi Hamil mom, kenapa mommy gak punya perasaan banget sih...


Mommy : Hlaahh,,, mommy jadi bingung 😒


Jenar : Pokok nya mommy jahattt, Aku mau ngambek nangis di pojokan 😫


Mommy : uluh uluh cengeng nya mommy, jangan ambek, mas Arya setia kok


Jenar : *Kucng kalau mommy kasih ikan gak bakal nolak mom, begitupun laki laki 😭


"Eh 💃💃💃*

__ADS_1


__ADS_2