Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Episode 21 S2


__ADS_3

"Jadi urusan gue kalau itu menyangkut lo!" Kata Bian yang sudah menurunkan intonasi suaranya dengan lebih lembut.


"Lo hanya milik gue." Kata Bian seraya mengusap bibir Lira dengan jemarinya lalu ia menyatukan keningnya dan kening Lira sehingga membuat mata keduanya saling bertatapan.


Lira masih terkejut dan bengong mendengarkan ucapan demi ucapan Bian dan merasakan hembusan nafas Bian yang menyapa wajahnya.


"Siapapun yang deket sama lo harus berurusan sama gue." Kata Bian.


Lira mengerjapkan matanya berulang kali lalu ia bertanya. "Ke kenapa?"


"Karena gue sayang sama lo, gue gak mau lo deket sama cowok lain selain gue." Kata Bian.


"Ta tapi gue cuma pembantu lo jadi lebih baik lo buang rasa sayang itu." Ujar Lira lirih sambil memejamkan matanya.


"Gue gak peduli siapa lo, darimana asal lo, bahkan kalau lo itu alien pun gue tetep suka dan sayang sama lo." Ujar Bian serius, Lira dapat melihat itu dari sorot mata Bian.

__ADS_1


"Disini ... " Bian membawa tangan Lira untuk di letakkan di dadanya. "Lo bisa ngerasain betapa dia berdetak sangat cepat saat lo di dekat gue, terlebih saat gue marah karena cemburu. Gue udah tekan rasa ini sedari lama tapi semakin gue berusaha gue malah semakin gak bisa ngebiarin lo deket sama cowok lain. Hati gue sakit ... " kata Bian lagi.


"Gue gak tau lo siapa, darimana asal lo dan apa motif lo kerja di rumah gue padahal gue lihat lo bukanlah dari kalangan kelas bawah. Tapi yang gue tau lo sukses nyuri hati gue." Ujar Bian lalu ia mulai menjauhkan wajahnya dari Lira.


Lira terdiam di tempatnya mencoba mencerna setiap ucapan Bian. Lira bisa merasakan bahwa semua ucapan Bian itu tulus, tapi hatinya masih ragu untuk melangkah lebih dekat lagi.


Bohong jika Lira juga tidak menyukai Bian, karena sedari awal Lira sudah merasakan getaran itu, tapi dia sendiri masih bingung karena ia masih merasa terjebak diantara luka masa lalunya.


"Lo gak perlu jawab ucapan gue. Yang penting lo udah tau perasaan gue dan mulai sekarang gue akan lebih ngawasin lo lagi biar lo gak dekat lagi sama cowok lain!" Kata Bian kembali dingin dan mulai menyalakan mesin mobilnya.


"Hallo" jawab Bian.


'Dimana lo? katanya lo pengen lihat yang namanya Ariel, orang nya di Caffe sini juga nih.' Ujar Andre yang menelfon Bian.


"Sorry men, gue harus cabut nyokap nyuruh balik sekarang." Kata Bian sambil melirik ke arah Lira yang sedang berdecak mendengar alasan Bian tidak jadi menemui para sahabatnya.

__ADS_1


'Yah sayang banget dong lo gak jadi ketemu sama si Ariel hahaha.' Kata Andre tertawa melihat wajah Dion di depannya yang sedang memberengut kesal.


'Bagus lo balik aja sana!' Seru Dion ikut berbicara.


"Sorry men, besok besok juga masih bisa kan. Lo bilang dia satu kampus sama kita. Jadi sepertinya tugas ibu negara lebih penting so gue harus cabut." Kata Bian terkekeh.


Lira yang melihat perubahan sikap Bian dalam seketika seperti itu entah kenapa jantungnya kembali berdetak semakin kencang.


Semua ucapan demi ucapan Bian dan ciuman yang Bian berikan seolah sedang berputar di otaknya bagai video dalam dvd.


'Ya udah lah, salam ya buat pembantu cantik lo kalau sudah sampai dirumah.' kata Andre terkekeh.


"Gak usah macem macem lo!" Seru Bian kesal membuat kedua temannya tertawa.


Kira2 Lira bisa move on dari Raffi dan nerima Bian gak? 🙊💃💃

__ADS_1


__ADS_2