Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Kedatangan Arini


__ADS_3

"Hallo," ucap Hanna saat menerima panggilan dari seseorang.


(...)


"Iya, Dia disini dan seperti nya dia butuh waktu," ujar Hanna, "Emm bolehkah dia menginap disini malam ini, Sepertinya dia masih butuh waktu,"


(...)


"Besok pagi kalian bisa menemui kami di Kampus,"


(....)


"Iya," Hanna langsung mematikan Telfon nya saat selesai. Tanpa sadar Hanna mengulum senyum nya dan membuat Jenar dan Nayla diam diam melirik ke arah Hanna, bahkan Jenar sampai lupa bahwa tadi ia menangis saat mendengar suara Hanna dan juga wajah Hanna saat menerima panggilan.


"Jenar, kamu tidur disini saja malam ini," ujar Hanna mendekat dan duduk di sebelah Jenar dan Nayla.


"Siapa yang kamu telfon," tanya Jenar dan Nayla bersamaan.


Hanna gelagapan mendengar pertanyaan dari Jenar dan Nayla. "Eh itu emm anu, emm siapa ya," Hanna mendadak beg* dan bingung harus menjawab apa.


"Jujur sama kita kita," kata Nayla menatap Hanna penuh selidik.


"Eh gimana kalau kita telfon Chaca, kita ajak dia menginap disini," ujar Hanna mengalihkan pembicaraan.


"Gak usah ngeles Hanna, jangan mengalihkan pembicaraan," Tegas Nayla.


Hanna pun hanya menghela nafasnya pasrah, "Aku sendiri juga gak tau siaa namanya, yang jelas dia ganteng, tinggi, baik dan perhatian banget," ucap Hanna Tersenyum sambil menatap ke atas membayangkan perhatian perhatian kecil yang du berikan seorang pria untuknya.


Nayla dan Jenar saling pandang, "Stres nih anak lama lama," decak Nayla menggelengkan kepalanya.


***


"Sayang, tadi mama ketemu sama Calista dan tante Ritha," ujar Tamara memulai pembicaraan di meja makan.

__ADS_1


"Terus," respon Bian cuek.


"Ya terus mama marahin lah dia habis habisan, seenaknya aja dia ngeremehin menantu kesayangan mama," ucap Tamara bangga, "Eh iya ngomong ngomong menantu kesayangan, kemana Jenar?" tanya Tamara, ia baru sadar bahwa Jenar tidak ada di antara mereka.


"Dia nginep di kosan temen nya mah, lagi banyak tugas dia," jawab Bian, sambil mengunyah makanan nya.


"Ohh, kenapa gak pada nginep nya disini aja coba, kan seru mama jadi punya banyak temen," keluh Tamara sedih.


"Arya sudah selesai, Arya ke kamar dulu mah, pah." ucap Arya lalu meninggalkan meja makan.


"Dim, kenapa adek kamu?" tanya Tamara kepada Dimas, karena melihat sikap Arya yang kembali dingin saat tidak ada Jenar.


"Apakah ada masalah di kantor hari ini?" kini Adi yang bertanya.


"Dimas gak tau mah, tapi di kantor semua baik baik aja kok," ujar Dimas.


Aiden yang biasanya banyak bicara dan bercanda, saat tidak ada Jenar dia hanya diam seribu bahasa, Aiden hanya fokus dengan makanan nya, setelah itu ia akan langsung pergi ke kamarnya.


Tentu saja Tamara dan Adi merasa ada yang aneh dngan anak anaknya hari ini, tapi mereka tidak tau apa itu.


***


Pagi harinya Jenar masuk ke kuliah dengan memakai baju Hanna dan celana Nayla, mereka berangkat bertiga dengan naik Buswe agar menghemat ongkos, serta Jenar yang belum pernah merasakan naik Buswe selama ia di kota J. Ternyata rasanya jauh lebih menyenangkan daripada naik mobil bersama Arya, ngomong ngomong soal Arya, semalaman Jenar tidak bisa tidur karena merindukan sosok suaminya, namun ia berusaha menyangkalnya, entah kenapa setiap kali ia mengingat foto yang ada di laci meja kerja Arya kemarin hatinya kembali terasa sesak.


"Eh kamu kenapa Nar?" tanya Hanna yang melihat Jenar menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ehh enggak hehehe," jawab Jenar sambil nyengir.


Setelah sampai di kampus, mereka langsung di sambut oleh orang orang yang tak mereka harapkan.


"Haloo anak Ibu tersayang," kata Arini dengan senyum manis nya.


"Hay kakak ku yang paling cantik," sapa Khanza sok baik.

__ADS_1


Sedangkan Keysha hanya tersenyum sinis menatap Jenar yang menampilkan wajah datar nya.


"U untuk apa ibu kemari," tanya Jenar.


"Tentu saja untuk mencari keberadaan salah satu anak gadis ibu yang sudah kabur," kata Arini seraya mendekat ke arah Jenar, "Kamu itu bikin ibu khawatir sayang, hiks hiks kenapa kamu jahat sekali tidak mau mengabari Ibu," Arini menangis sambil memeluk Jenar, namun Jenar hanya diam saja tak merespon.


"Berhenti bersandiwara bu, apa mau ibu," kata Jenar tegas, membuat Arini tersenyum puas.


"Belikan ibu rumah disini," jawab Arini lantang,"Ibu tau kamu sudah menikah sekarang dan suami kamu bukan orang biasa, jadi satu buah rumah untuk ibu yang sudah merawat dan membesarkan kamu itu bukan masalah sepertinya," sambungnya lagi dengan berbisik.


"Ibu tidak menyangka kalau kamu ternyata sehebat itu yah, bisa lolos dari Juragan Sadi dan bisa menikah dengan anak konglomerat." ujar Arini lagi.


"Jenar tidak punya uang," jawab Jenar datar.


"Cihh, jangan buat ibu memaksa kamu," kata Arini sambil menyeringai.


"Terserah ibu, tapi semenjak Jenar pergi dari rumah, Jenar sudah tidak ada hubungan apapun lagi dengan ibu." jawab Jenar tegas, padahal dalam hatinya tidak seperti itu, Hati Jenar selalu menangis saat melihat sang ibu tiri memperlakukan nya seperti ini.


"Ya Allah Jenarrr," Pekik Arini keras sehingga membuat semua orang yang lewat lalu lalang langsung menatap ke arahnya, "Apakah ibu terlihat semiskin itu untuk kamu akui sebagai orang tua kamu, hiks hiks semenjak kamu menikah dengan orang kaya kamu bahkan melupakan ibumu yang miskin ini, kamu tega sekali nak, Ibu setiap hari memikirkan kamu dan juga kandungan kamu, kamu hamil di luar nikah lalu kabur kesini, ibu khawatir sama anak dan calon cucu ibu, tapi kamu malah mengusir ibu dan menghina ibu huhhuhu," Arini menangis histeris sambil memegang tangan Jenar, membuat semua orang merasa kasian kepada Arini.


"Ibu bahkan rela menjual rumah di kampung hanya untuk mencari dimana keberadaan kamu, tapi setelah ketemu kamu bahkan sudah tidak mau menganggap ibu sebagai ibumu lagi huhuhu," Arini menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya.


"Sudah bu, kita pulang saja, kita biarkan anak durhaka kaya dia," ujar Keysha merangkul Arini.


"Iya bu, kita memang sudah tidak akan di kenal lagi sama anak durhaka ini, dia sudah mendapatkan semua warisan ayah dan kabur dari rumah, tapi sekarang dia malah tidak mau mengakui kita sebagai keluarga lagi." tambah Khanza.


"Kak Keysha sama bu Arini kenapa jahat banget sih, kenapa tega memfitnah Jenar seperti itu." pekik Hanna tidak terima.


"Iya, belum cukup tante memperlakukan Jenar selama ini," sambung Nayla.


"Kalian gak tau apa apa ya, jadi gak usah ikut campur," jawab khanza berteriak.


"Jenar, ibu mencari kamu sampai sini karena khawatir sama kamu, ibu tidak mau terjadi sesuatu dengan kandungan kamu, karena ibu tau hamil tanpa seorang suami itu sangat sulit." ucap Arini memulai Drama lagi.

__ADS_1


"CUKUP BU CUKUUPP!" teriak Jenar yang sudah berderai air mata.


Bersambung dulu ahh, lanjut lagi nanti yaaa 😊😘💃


__ADS_2