
Jenar dan Trio somplak kini sedang menikmati makan siang di Restauran JF, Tidak hanya Arya yang terkagum kagum oleh pesona dan interior Restauran itu, Jenar Cs pun juga tak kalah terpesona oleh suasana nya.
"Kamu mau makan apa Nar?" tanya Nayla sambil membuka buku menu.
"Kata si Cindy disini Kepiting nya juara loh," kata Chaca.
"Aku mau ayam bakar aja deh," ucap Jenar, "Sama Kangkung deh, ada gak?"
"Aku ngikut ajalah," ucap Hanna sambil fokus dengan hapenya.
"Ya udah mbak, Ayam bakar satu utuh yah, kepiting nya satu, udang nya satu, sama cumi satu, eh bebek nya juga satu, kangkung dua." ujar Chaca menyebutkan pesanan nya kepada salah seorang pelayan Restauran.
"Dan minumnya, Es kelapa aja empat pake gula merah dan Air mineral nya juga empat," sambung nya lagi.
"Silahkan di tunggu ya kak, permisi," ujar pelayan itu lalu pergi.
"Eh aku ke toilet dulu ya," ujar Jenar lalu ia pergi ke toilet.
Saat keluar dari Toilet tiba tiba Jenar tidak sengaja menabrak sebuah dada bidang seorang pria sehingga membuatnya hampir terjatuh bila saja pria itu tak menahan tubuhnya.
Deg.
Mata mereka beradu pandang dalam beberapa detik, Entah mengapa Jenar seperti tidak asing dengan mata indah itu, beberapa detik kemudian ia melepaskan rengkuhan pria asing itu.
"Maaf, dan terimakasih," ucap Jenar sopan.
"Fahmi," ucap Pria itu sambil mengulurkan tangan nya.
"Eh, emm Jenar," jawab nya dengan membalas uluran tangan pria itu.
"Cantik, secantik orangnya," ujar Fahmi tersenyum begitu manis membuat Jenar sesaat lupa akan statusnya.
"Astaga, maaf maafkan saya, saya harus segera pergi, permisi," ucap Jenar, lalu ia segera pergi meninggalkan pria yang baru ia kenal itu.
'Kamukah itu Je,' Gumam Fahmi dalam hati sambil tersenyum.
Tanpa mereka berdua sadari ada sepasang mata yang melihat interaksi antar kedua nya dengan senyum kemenangan.
****
Jenar pulang kuliah sudah sore, karena tadi ia harus menyelesaikan dulu beberapa tugas yang harus di serahkan esok pagi, Daripada ia mengerjakan di rumah sendiri belum di ganggu oleh suami mesum nya, jadilah ia mengerjakan nya di Kosan Hanna.
__ADS_1
"Jenar, kamu baru pulang?" tanya Tamara saat melihat Jenar memasuki rumah.
"Loh, mama udah di rumah tumben," ucap Jenar lalu segera mencium tangan Tamara dan duduk di samping Tamara yang sedang membaca majalah di ruang tamu.
"Iya, arisan nya di tunda besok sore," jawab Tamara, "Oh ya kenapa kamu baru pulang?"
"Tadi ada tugas mah dan harus di serahkan besok, jadinya tadi kita pada ngerjain di Kosan Hanna," jawab Jenar.
"Lain kali kerjain nya kesini aja ya," kata Tamara lagi.
"Kenapa mah? Jenar gak boleh ya main ke kosan Hanna?" tanya Jenar lirih.
"Eh bukan gitu sayang, cuma mama pengen aja kamu bawa temen temen kamu kesini, bair rumah Rame, kamu tau sendiri kan mama tuh suka anak perempuan, jadi mama seneng kalau temen temen kamu kesini," Jelas Tamara.
"Beneran mah, gapapa kalau temen temen Jenar, Jenar ajak main kesini,?" tanya Jenar bersemangat.
"gapapa dong, mama malah seneng."
"Oke deh mah, besok besok kalau ada tugas lagi Jenar ajak mereka kesini aja." ucap Jenar senang, "Makasih ya mah," ucapnya lagi.
"Ya udah sana gih mandi, bentar lagi Arya pasti pulang," kata Tamara melirik jam di dinding belakang Jenar sudah jam 5 lewat.
"Hah, oke mah bye bye mama Cantik, Cup.." Jenar mencium pipi Tamara sekilas lalu segera pergi ke kamarnya.
Selesai mandi Jenar pergi ke dapur untuk membantu Mbok Ni memasak, sudah jarang sekali Jenar membantu mbok Ni memasak semenjak ia menikah dengan Arya.
"Masak apa mbok hari ini?" tanya Jenar.
"Ini, den Bian mau soto katanya," jawab Mbok nie yang sedang menumis bumbu soto.
"Woahh, wangi banget."Ucap Jenar sambil mencium aroma bumbu yang sedang di tumis mbok Ni. "Jenar bisa bantu apa?" tanya Jenar lagi.
"Udah ndak usah, biar mbok aja yang masak," jawab mbok Ni sungkan.
"Dih mbok Ni kaya sama siapa aja, Jenar kan kangen bercanda sama mbok Ni, sejak Jenar kuliah Jenar jadi jarang banget bantuin mbok Ni di dapur," kata Jenar.
"Hemm, ya sudah bantuin potong daun bawang aja sama kol nya," kata Mbok Ni pada akhirnya. "Bisa?"
"Mbok Ni ngeremehin Jenar banget," kata Jenar cemberut membuat Mbok Ni terkekeh.
"Ada Wortel gak mbok?" tanya Jenar sambil memotong daun bawang.
__ADS_1
"Buat apa?" tanya mbok Ni,"Kamu mau buat Jus."
"Buat campuran isi soto," jawab Jenar.
"Mana ada sih Soto pake Wortel, kalau pake Wortel namanya Sop dong Nar," kata Mbok Ni menggeleng gelengkan kepalanya.
"Ihh jangan salah mbok, Enak tau Soto pake wortel, apalagi Aiden kan susah makan sayur jadi dia harus di kasih sedikit sedikit," kata Jenar menjelaskan, "Nanti taruh aja mbok, kalau ada yang mau biar ngambil kalau gak kau ya sudah biar Jenar yang abisin," kata Jenar terkekeh sendiri.
"Ya udah, nih," mbok Ni memberikan Dua buah wortel kepada Jenar, dan Jenar langsung mengupas serta memotong nya tipis tipis.
***
Kini semua sudah berada di meja makan untuk menikmati makan malam yang di buat oleh Jenar dan mbok Ni, semua menyukai menu hari ini karena memang soto itu menu favorit keluarga Pranata, tidak ada yang bisa menolak aroma kuah soto yang begitu wangi serta segar saat di kucurin jeruk limau,#Duuhh mendadak Mommy jadi pengen bikin soto juga nih 🙈😂
"Kok Aiden di kasih wortel," protes Aiden saat mangkuk soto nya ada Wortel. Biasanya Aiden cuma memakan dengan isian bihun, ayam dan telur, tanpa seiris sayur pun karena Aiden tidak menyukainya, namun malam ini mangkuknya terdapat Worterll serta daun bawang membuatnya mendesah pelan.
"Masa sih Aiden gak suka wortel, tante aja suka, gak gentle ah gak suka Sayur." ucap Jenar cemberut pura pura merajuk.
"Kata siapa Aiden gak suka, Aiden suka kok, apapun yang tante Jenar suka pasti Aiden suka juga," ucap Aiden dengan senyum mengembang, lalu tatapan nya beralih ke mangkuknya, ada sedikit keraguan dalam hatinya untuk mencoba makan wortel.
Sejak kedatangan Jenar dia sudah bisa memakan sayur sedikit demi sedikit, dari bayam dan brokoli, dan sekarang Wortel.
Semua Terkekeh melihat Aiden yang sedang berusaha memakan Wortel demi membuat Jenar Senang.
"Huuu anak Tuyul, bisa aja cari perhatian nya," ucap Bian.
"Om Bian jangan sirik," kata Aiden lalu mulai memakan Makanan nya, "Ternyata rasanya tak seburuk yang aku kira," katanya dan kembali menyuapkan Wortel lagi ke mulutnya.
"Gimana? enak kan, kalau gak mau biar Tante Jenar yang abisin," ucap Jenar.
"Enak kok, bahkan lebih enak daripada sayur kribo," ucap Aiden yang ternyata menyukai wortel.
"Sayur Kribo?" ucap semua membeo karena bingung.
"Itu yang tante bikinin buat Aiden waktu itu, ijo ijo kribo," kata Aiden lagi.
Jenar mengerutkan keningnya memikirkan sayur apa yang sudah ia masak buat Aiden terakhir kali, Saat sudah inget Jenar pun cemberut. "Brokoli Aiden bukan sayur Kribo," ucap Jenar menepuk Jidat nya, sedangkan semua terkekeh mendengar perumpaan dari Aiden untuk Sayur.
Bersambung yaaa,,, 😘😘
Semoga gak ngebosenin yaaa, Mommy sudah berusaha menmbuat alur yang menarik, tapi memang mommy bukan Penulis sih, jadi mommy gak bisa bikin alur yang menarik dan bagus, yang penting mommy udah berusaha yaaa 😘
__ADS_1
Dan Namanya kehidupan ada naik turun nya, gak mungkin seneng terus dan gak mungkin sedih terus, Hidup itu bagaikan kita masak sayur, kalo kebanyakan gula kemanisan gak enak, kalau kebanyakan garem keasinan juga gak enak, tapi kalau kebanyakan Cabe jadi kepedesan nikmat banget 😂😂🙈💃💃💃