Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Dimana kamu sayang


__ADS_3

Setelah mengecek Cctv yang ada di dalam ruangan nya, Arya langsung terdiam, lalu tangannya meraih sebuah foto yang tadi di sudah di lihat oleh Jenar.


"Bodoh bodoh bodoh, kenapa gue masih nyimpen beginian sih." gerutu Arya merutuki kebodohan nya karena masih menyimpan fotonya bersama Tata.


"Lagi kenapa lo masih nyimpen itu foto sih bos," ucap Arlan yang sedari tadi diam kini akhirnya berkomentar.


"Mana gue tau, gur lupa kalo ada foto disana." kata Arya dingin.


"Jangan bilang lo masih ada rasa sama si Tata," kata Arlan datar, Biar bagaimana pun memang pesona dan kecantikan seorang Pricilia Agatha tidak bisa di ragukan lagi, bahkan dulu Arlan pun sempat menaruh hati pada gadis itu.


Arya, Arlan, Bryan dan Tata adalah teman satu kampus dulunya dan Tata adalah primadona disana, Bryan dan Arlan lah yang lebih dulu menyukai Tata namun mereka hanya diam diam, sampai akhirnya mereka patah hati berjamaah karena Tata mengumumkan bahwa ia berpacaran dengan Arya.


Arlan langsung mundur alon alon, berbeda dengan Bryan yang terus dekat dengan Tata sehingga terjadilah ajang perselingkuhan itu.


"Gak usah ngaco," ucap Arya dingin.


"Bos, dia udah ngehianati lo dengan lebih milih Bryan di hari penting lo, dan kalo lo masih berharap dia balik lagi, gue akui lo adalah pria paling BODOH yang pernah gue kenal." ucap Arlan serius.


"Gue," Baru Arya mau bicara namun lagi lagi ucapan nya di potong oleh Arlan.


"Kalau sampai lo nyakitin Jenar, gue siap nge gantiin lo bos, dengan senang hati gue bakal bawa Jenar pergi jauh dari lo, gak peduli lo mecat gue atau apa," ucap Arlan dengan senyum smirk nya. "Dan, jangan lupakan adek semata wayang lo yang sedari awal sudah menaruh hati sama istri lo, kalau sampai dia tau masalah ini gue yakin lo akan kehilangan Jenar," sambung nya, Arlan hanya ingin menyadarkan Arya bahwa Jenar jauh lebih baik dan lebih pantas untuk nya daripada Tata.


Arya pun diam mencerna setiap ucapan Arlan, lalu ia langsung membuang foto itu kedalam tong sampah dan segera berlari keluar untuk pulang, ia yakin pasti Jenar pulang kerumah.


**


"Om, kok tante Jenar belum pulang sih?" keluh Aiden kepada Bian, kini mereka tengah bermain Ps berdua.


"Mungkin dia akan pulang sore smaa om Arya, tadi abis kelas dia ke kantor," jawab Bian sambil matanya masih fokus ke arah layar led di depan nya.


"Aaahhh, sial," kesal Bian karena ia berhasil di kalahkan oleh Aiden.


"Hehehe ternyata om emang orang payah," ucap Aiden meremehkan Bian, lalu mereka kembali bergelut seperti biasa, hingga tiba tiba suara Arya yang berlari memasuki rumah dan langsung menuju kamar nya menjadi pengalihan perhatian Bian dan Aiden.

__ADS_1


"Om Arya kenapa ya om?" tanya Aiden kepada Bian, Bian hanya mengedikkan bahunya karena ia juga tidak tau kenapa. "Eh tante Jenar nya mana?" ucap Aiden membuat Bian merasa pasti ada yang tidak beres.


"Lo disini dulu, gue samperin om Arya," kata Bian lalu segera beranjak dari duduknya dan menuju lantai dua dimana kamar Arya dan Jenar.


Bukan mendengarkan ucapan Bian, Aiden malah mengekori Bian dari belakang dengan jalan perlahan,


Kapan sih Aiden ngedengerin omongan Bian.


Bian melihat Arya yang terduduk di lantai sambil memegangi Hape nya dan satu tangan nya memegang kepalanya bertumpu pada lutut.


"Bang," panggil Bian pelan, sepertinya Bian benar bahwa ada yang tidak beres, karena terlihat raut wajah Arya yang begitu kacau.


Arha mendongakan kepalanya menatap Bian, "Hemm," jawabnya lalu kembali menunduk kembali.


"Dimana Jenar?" tanya Bian.


"Gak tau," lirih Arya, Bian melirik ke arah Hape nya Arya, terlihat disitu ia berusaha terus menghubungi nomor Jenar namun tak ada tanggapan.


"Abang, ada masalah sama Jenar?" tanya Bian lagi, "Tadi gue anterin dia ke kantor baik baik aja loh." sambung nya lagi.


"Om Arya gak jahatin tante Jenar kan," kata Aiden ketus membuat Bian terkejut, pasalnya ia tadi menyuruh bocah itu menunggu di bawah tapi kenapa bisa ada di belakang nya.


"Bocah setan, ayo keluar," ucap Bian menarik tangan Aiden untuk keluar.


'Kamu dimana sayang, maafin aku sudah buat kesalahan' gumam Arya lirih dan masih terus berusaha menghubungi nomor Jenar, nomor nya aktif namun tidak di angkat.


***


Setelah mengetahui bahwa Jenar berada di kota J dan sudah menikah dengan orang kaya, Arini dan juga Khanza langsung mempercepat kepindahan nya, kini mereka sudah berada di Apartemen sewaan milik Keysha.


"Pokoknya ibu harus berbuat sesuatu," ucap Keysha kepada Arini, Keysha sudah menceritakan semua yang ua ketahui.


"Kita bisa memanfaatkan nya sebelum menyerahkan nya kepada juragan Sadi," ucap Arini dengan senyum smirk nya.

__ADS_1


"Kapan ibu akan mendatangi rumah mereka?" tanya Keysha.


"Secepatnya." ucap Arini dengan senyum menyeringai, "Sekali dayung dua pulau terlampaui, kita dapat uang dari Jenar dan juga dapet lagi dari Juragan bangkotan itu." Arini tersenyum puas, "Dan kamu bisa dapetin tuan Arya dengan mudah." sambung nya lagi.


**


Calista sedang bersama dengan mamanya berjalan jalan di sebuah mall terbesar di kota J, dan entah suatu kebetulan darimana ia bisa bertemu dengan calon mertuanya. (Halu ya Guys)


"Mah, itu bukan nya tante Tamara?" tanya Calista kepada mamanya.


"Mana?" tanya Ritha mamanya Calista.


"Itu," Calista menunjuk Tamara yang sedang berada di sebuah toko baju khusus dalaman wanita.


"sepertinya sih iya," ucap Ritha lalu ia menggandeng Calista untuk menghampiri Tamara, Ritha dan Tamara berteman sudah lama dan Ritha tidak ada yang tau tentang kenakalan kenakalan Calista kepada Jenar.


"Jeng Tamara." panggil Ritha membuat Tamara menoleh dan membalikan tubuhnya.


"Eh Jeng Ritha," ucap Tamara senang lalu mereka cipika cipiki, "Lama gak ketemu ya Jeng," sambung nya.


"Iya, lumayan ya jeng," jawab Ritha.


"Tante Tamara apa kabar," sapa Calista sopan kepada Tamara.


Tamara sempat terdiam sebentar mengingat kejadian yang menimpa Jenar waktu itu, ia begitu kecewa dengan sosok Calista kini, namun ia tak mau memperlihatkan nya di depan Ritha.


"Alhamdulillah Baik, kamu apa kabar." tanya Tamara basa basi.


"Calista juga baik tante," jawab Calista sok anggun.


"Eh Jeng, gimana kalua kita Ngofee sebentar, udah lama kita gak ngobrol bareng ya kan," ujar Ritha.


"Hemm boleh tuh," ucap Tamara, lalu mereka bertiga menuju salah satu Coffe shop yang ada di Mall tersebut.

__ADS_1


Yahh bersambung lagi, sambung nanti lagi yaaa 🙏💃


__ADS_2