
"Mas," ucap Jenar lirih saat melihat Arya ternyata sedang merengkuh tubuhnya di tempat tidur masih lengkap dengan pakaian kerja nya.
Arya membuka matanya dan melihat Jenar sudah sadar dari pingsan nya, Arya pun langsung menghadiahi ciuman di seluruh wajah Jenar.
"Mas," ucap Jenar lagi.
"Apa yang kamu rasain sayang," ucap Arya lembut.
"Mas Arya gak kerja?" bukan menjawab Jenar malah balik bertanya.
"Mas masih mau ambil cuti hari ini, biar semua di Handle sama Arlan dan Dimas," ujar Arya.
"Kepala kamu masih pusing? masih mual gak?" tanya Arya lagi.
"Sedikit," jawab Jenar lirih.
"Sarapan dulu ya, kamu belum makan apapun dari semalam," kata Arya lalu meraih bubur dan susu yang sudah di siapkan dari tadi.
"Gak mau mas," Jenar segera menutup hidung nya kala mencium aroma makanan itu.
"Ya udah kalau begitu susunya aja ya," kata Arya lagi membuat Jenar menggelengkan kepalanya, "Sedikit aja sayang," sambung nya.
"Kita ke rumah sakit ya," ujar Arya lembut sambil meletakkan gelas bekas susu di atas nakas.
"Kenapa ke rumah sakit? Jenar gapapa mas, nanti istirahat bentar juga sembuh," ujar Jenar.
"Demi kesehatan kamu sayang, mas mohon yuk," ucap Arya lagi, Akhirnya Jenar menuruti kemauan Arya, Jenar yang malas mandi akhirnya dibantu oleh Arya dari A sampai Z. Kebalik kan ya jika biasanya Jenar yang melayani Arya, kini gantian Arya yang memberikan Pelayanan untuk Jenar.
***
Chaca sudah pulang ke rumahnya dengan di jemput oleh Faris, Saat memasuki kawasan rumah, Chaca langsung mendapatkan tatapan sinis dari sang mama dan kakak, namun Chaca tidak memperdulikan nya.
__ADS_1
"Kamu langsung istirahat ya," ujar Faris lembut dibalas anggukan oleh Chaca.
Setelah Chaca pergi ke kamar nya, Faris segera ikut bergabung bersama Lana dan Leona.
"Leona, kamu ke kamar gih sayang, ada yang mau bicarakan sama mama," ujar Faris lembut, yah Faris memang orang yang lembut, penyabar, penyayang dan pemaaf, suami dan papa idaman lah pokok nya.
Setelah Leona beranjak pergi, Faris langsung menatap tajam ke arah Lana.
"Apa?" kata Lana ketus.
"Tidak bisakah kamu bersikap lembut sedikit kepada Chaca,?" tanya Faris pelan.
"Enggak?" jawab Lana cepat.
"Dia anak kamu mah," kata Faris.
"Dia bukan anak aku, dia anak seorang Bajin**n," pekik Lana sampai meneteskan air mata.
"Kamu yang bodoh pah, kamu bukan Ayah kandung nya kenapa kamu begitu menyayangi nya, bahkan kamu lebih dekat dengan anak Bajin**n itu daripada dengan Leona, anak kandung kamu sendiri," teriak Lana meluapkan emosinya.
Yah, Faris memang lebih dekat dengan Chaca, tapi bukan karena alasan, karena sang istri yang selalu menyalahkan Chaca dan selalu berpihak pada Leona, itu menyebabkan Faris lebih berada di pihak Chaca. Kalau Faris ikut membedakan status Chaca dan Leona apa tidak akan terlalu menyakitkan buat Chaca, begitu pikir Faris, meskipun Chaca tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Lana, setidaknya Chaca bisa merasa di sayangi oleh nya.
Sedangkan Leona, tentu saja Faris juga menyayangi nya, semua permintaan dan kemauan Leona selalu di turuti oleh Faris, tapi karena hasutan dari Lana membuat fikiran Gadis itu bercabang, ia berfikir bahwa Chaca telah mengambil Hak nya sebagai anak kesayangan Faris maka dari itu ia sangat membenci Chaca, terlebih saat ia tau bahwa Chaca bukan anak dari papa nya, Kebencian Leona semakin besar.
"Kata siapa aku tidak menyayangi Leona? kata siapa aku tidak mementingkan nya? dan kata siapa aku lebih menyayangi Chaca daripada Leona?" teriak Faris pada akhirnya karena sudah merasa Jengah dengan tingkah Lana.
"Mereka berdua sama sama ANAKKU," ucap Faris tegas, "Tidak ada yang ku beda beda kan, semua nya sama, dan kamu berhenti meracuni otak putri sulungku, Harus kamu ingat, Leona dan Chaca tetep saudara kakak adik meskipun berbeda Ayah." ucap Faris.
"Chaca bukan anak kamu," tegas Lana menatap tajam ke arah Faris. "Anak kamu hanya LEONA, LEONA pah," teriak Lana.
"Sampai kapan pun Chaca juga anakku, bahkan bila aku mati pun harta ku tetap akan ku bagi rata untuk mereka berdua." ucap Faris lagi.
__ADS_1
"Enggak, enggak, dia bukan anak kamu pah dia anak Baj*ngan sialan, dia anak penjahat dia anak pembawa sial dia anak Haram dia gak pantas berada disini," pekik Lana.
Plaaakkkk,,,
Faris memberikan ciuman keras dengan menggunakan telapak tangannya di pipi Lana.
"Jaga ucapan kamu, sampai kapan pun Chaca tetap anakku." ucap Faris lalu pergi.
"Aaaaarrrrkkkhhhh, anak Brengsek, dasar anak setan, harusnya aku lenyapin dia dari dulu, harusnya aku gugur kan dia waktu masih di kandungan," ujar Lana penuh kebencian.
Tanpa mereka berdua sadari Chaca mendengar semua perdebatan orang tuanya, hati Chaca begitu sakit dan perih mendengar semua umpatan dari mama nya, tapi Chaca hanya bisa diam dan terisak.
*****Iklan**
Readers*** : mom, kapan kisahnya Chaca sama Dimas?
kapan kisah Hanna dan Arlan, dan kapan Bian bisa dapetin pengganti Jenar biar gak sakit hati lagi.
Mommy : sabar ya sayang. semua akan indah kok pada waktunya, Mommy gak bisa Up banyak banyak, karena tugas negara (taulah tugas Emak emak)😂
Readers : Jangan ada pelakor mom.
Mommy : Insya'Allah yah, mommy akan buat Konflik yang bukan pelakor. Tapiiii.....
Readers : Tapi apa mom?
Mommy : Harap sabar ya sayang 😂🙏
Intinya semua akan indah PADA WAKTUNYA 😘😘🤗🤗🙏
Mommy benci sama Pelakor jadi sebisa mungkin mommy gak mau datengin, kalau bisa loh yaaa 🙈💃💃
__ADS_1