Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Kembali kuliah


__ADS_3

"Sayang, aku cari kamu kemana mana dari tadi," kata Arya yang baru datang di belakang Jenar.


"Ngapain nyari Jenar, mas Arya kan gak peduli sama Jenar, mau Jenar laper atau apa mas Arya gak peduli, padahal kan yang laper bukan Jenar tapi anak anak dari kecebong mas Arya," sungut Jenar kesal karena Arya terlalu banyak protes. "Mas Arya jahat gak sayang sama Jenar dan baby Twin," ucap jenar tiba tiba terisak dan duduk di lantai membuat Arya dan Bian semakin bingung.


"Oke oke, mas akan cariin kaya yang kamu mau, udah dong jangan nangis lagi oke," kata Arya menenangkan Jenar.


"Gak perlu, Udah ada om nya baby twin yang nuruti kemauan nya, om nya baik gak seperti PAPA nya," kata Jenar ketus lalu berdiri dan berjalan menuju kamar nya.


"Kenapa Jenar jadi semakin aneh sih Bi, padahal gue cuma tinggal ganti baju doang sebentar," kata Arya bingung.


"Au, dan selalu aja gue lagi yang kena imbas nya," ucap Bian menghela nafasnya. "Awas aja kalau gue gak dapet bonus karena tiap kali dia Ngidam selalu nyarinya gue," kata Bian lalu segera masuk ke dalam kamar mengganti pakaian dan mengambil kunci motornya.


"Nih lo bawa kartu gue," kata alArya menyerahkan salah satu kartunya kepada Bian.


"Nah Cakep," ujar Bian tersenyum. "Dah gue cabut dulu, pastiin agar dia gak tidur, jadi usaha gue buat ponakan gak sia sia," kata Bian lalu pergi.


Bian masih ingat beberapa hari yang lalu dia di suruh mencari Nasi kuning jam 2 pagi, dia keliling kota J setelah sejaman lebih dan mendapatkan nya eh Jenar malah udah tertidur pulas.


🍁

__ADS_1


Hari berlalu begitu cepat, kini Jenar sudah kembali masuk Kuliah lagi, tentu saja Bian yang harus menjaga ketat Jenar agar tidak terjadi apa apa.


"Mas Arya itu lebay banget, emang Jenar anak kecil apa pake harus di jaga jaga segala," kata Jenar kesal.


"Kamu kan emang anak kecil sayang," kata Arya santai, "Anak kecil yang lagi nampung anak kecil di dalam sini," katanya lagi lebih pelan dan mengusap perut Jenar.


Jenar pun langsung memanyunkan bibir nya kesal, kareana kata kata itu mengingatkan nya saat dulu dia menggoda Arya.


"Jangan memanyunkan bibir begitu, nanti aku gak jadi ke kantor lagi," ujar Arya gemas.


"Kenapa?" tanya Jenar bingung.


"Dasar mas Arya mesuuummm," pekik Jenar kencang membuat Arya terkekeh.


"Mas Arlan gimana hubungan nya sama Hanna?" tanya Jenar pada Arlan yang sedang menyetir.


"Baik non, doain aja semoga cepet nyusul, biar bisa ikut main ke puncak gunung," kata Arlan terkekeh.


"Mas Arlan apa apaan sih, smaa aja kaya mas Arya," kata Jenar ketus.

__ADS_1


"Oh jangan samakan saya dengan pak bos dong non, saya lebih ramah dan murah senyum non daripada dia," ujar Arlan terkekeh.


"Aisshh apaan sih mas Arlan dari tadi manggilnya gitu, aku bukan non aku Jenar." kata Jenar kesal, pasalnya ia sudah mewanti wanti agar Arlan tidak bersikap formal padanya, dia ingin Arlan bisa lebih dekat dengan nya dan menganggap Jenar adiknya, seperti Bian.


"Hehehe iya maaf," kata Arlan terkekeh jadi tertawa kala melihat ekspresi Arya yang sedang menatapnya dengan tajam lewat kaca spion.


"Jenar, sebaiknya jangan banyak bertanya dengan ku, atau singa di samping mu akan mengamuk," ucap Arlan menahan tawanya, membuat Jenar otomatis melirik ke samping, dan benar saja Arya juga sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


"A apa?" tanya Jenar pura pura tidak tau.


"Aku paling tidak suka di abaikan," kata Arya datar.


"Siapa sih yang ngabaiin suamiku yang ganteng ini," kata Jenar langsung bersender di dada bidang Arya, membuat Arya berdecih namun sesaat kemudian ia tersenyum.


"Pokok nya kamu harus hati hati di kampus, sedikit aja kamu luka, aku akan langsung mengambilkan cuti kamu sampai tahun depan saat anak kita lahir." kata Arya yang sebenernya ingin Jenar cuti kuliah namun Jenar tidak mau.


"Iya sayang ku yang ganteng tapi galak, Cup." Jenar mencium singkat bibir Arya membuat senyum mengembang di wajahnya.


Next 🤔

__ADS_1


__ADS_2