Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Pelukan Sahabat


__ADS_3

Jenar berlari keluar dari gedung perkantoran Pranata Grup, ia tidak menghiraukan tatapan tatapan dari para karyawan disana, para Karyawan dan Karyawati itu mengira bahwa Jenar telah di tolak oleh sang Bos mereka.


Jenar menaiki Taxi untuk pergi ke kosan Hanna dan Nayla, hanya mereka yang bisa ia datangi saat ini, Jenar membutuhkan bahu untuk nya bersandar dan menumpahkan segala keresahan hatinya.


Sepanjang perjalanan Jenar hanya menangis sambil bersandar pada kaca pintu mobil, hingga membuat sang supir taxi sesekali menengok lewat kaca spion.


'*Apakah mas Arya masih mencintai mba Tata?'


'Apakah mas Arya masih belum bisa move on?'


'Tapi kenapa dia menyatakan cintanya padaku*'


'*Benarkah mas Arya sudah mencintaiku?'


'Ataukah hanya ingin mendapatkan hak nya saja?'


'Ya Tuhan mengapa hatiku begitu sakit, bukankah wajar bila mas Arya tidak bisa move on dari mbak Tata,'


'Ataukah aku yang terlalu murahan karena begitu mudah mempercayai semua ucapan mas Arya*.'


"Tapi itu memang Hak nya,"


"Apakah mas Arya masih berharap kembali dengan mba Tata,"


"Apakah pada akhirnya aku akan sendiri lagi hiks hiks."


Jenar terus berdebat dengan fikiran nya. hatinya begitu sakit dan sesak, ia tidak sanggup membayangkan hal hal yang tak ingin terjadi.


Supir taxi yang mendengar isak tangis Jenar pun langsung menengok lewat spion lalu mengulurkan kotak tisu untuk Jenar.


"Terimakasih pak," ucap Jenar menerima kotak tisu itu, sang Supit taxi hanya diam dan mengangguk.


***


Arya memasuki Ruangan nya dan menemukan Keysa sedang membersihkan pecahan Hapenya yang telah di banting Jenar tadi.


"Apa yang kau lakukan disini." ucap Arya datar.

__ADS_1


"Tu tuan, anu em ta tadi ada orang datang kemari dan marah marah, saya berusaha menenangkan nya dan hendak menelfon resepsionis eh Hape saya yang malah ia banting sehingga Hape saya rusak." Keysa mengadu kepada Arya berharap Arya akan simpatik kepadanya dan berterimakasih karena telah mengusir wanita asing yang memasuki ruangan nya.


"Arlan," panggil Arya,"Kau urus dia!" ucap Arya datar.


Arlan langsung menarik kasar tangan Keysha untuk keluar namun Keysha memberontak.


"Ihh ini apa apaan sih, lepasin, aku bisa jalan sendiri." ucap Keysha tak terima di perlakukan kasar.


"Tuan Arya tolong saya, tolongin saya" Keysa meminta tolong kepada Arya berharap Arya membantunya, tapi Arya malah diam dan berjalan menuju kursi nya.


Arlan langsung menghempaskan tubuh Keysha dengan kasar hingga pant*nya berci*man mesra dengan lantai.


"Aauuwwhh, Asisten si*lan," pekik Keysha marah.


"Mulai sekarang lo di PECAT," tekan Arlan, "Pergi dari sini dan Jangan pernah memperlihatkan batang hidung mu di depan bos atau lo akan nyesel"


"Heh apa salah aku, harusnya kalian berterimakasih karena aku udah ngusir wanita gila itu, dia itu kemari pasti mau menggoda tuan Arya, kenapa aku malah di pecat hah." Teriak Keysha.


"Karena yang kau usir adalah ISTRI BOS lo." jawab Arlan dingin.


'Tidak mungkin, anak sialan itu adalah istrinya tuan Arya, bagaimana bisa?' tanya Keysha dalam hati.


"Gue tekanin sekali lagi, PERGI DARI SINI atau lo akan nyesel." Setelah mengucapkan itu Arlan kembali masuk ke ruangan Arya untuk melihat kondisi bos sekaligus sahabatnya itu.


Keysha dengan kesal langsung mengambil tas dan Hapenya lalu pergi dari gedung kantor.


Hatinya sangat dongkol dan benci saat tau fakta bahwa Jenar telah menikah dengan orang seperti Arya.


Setelah sampai di Apartemen nya, Keysha langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang dan menatap langit langit kamar nya.


'*Bagaimana bisa cewek sialan itu jadi istrinya tuan Arya,'


'Bukankah foto yang tadi gue ambil di laci itu adalah kekasih nya tuan Arya*,'


"Aaaarrrrkkkkhhhh Sialan pokoknya gue gak terima cewek sialan itu jadi istri tuan Arya,"


"Duuhh tapi gimana caranya, l" Keysha terus berfikir bagaimana cara untuk merebut Arya dari Jenar dan membuat Jenar menghilang selamanya bila perlu.

__ADS_1


Keysha terus marah marah dan berbicara sendiri seperti orang gila di dalam kamar nya.


***


"Nar, kamu kenapa?" pekik Hanna saat membuka pintu kamar kos mendapati Jenar sudah berurai air mata.


"Hanna hiks," Jenar langsung menghambur memeluk Hanna dengan erat, Hanna pun langsung membawa Jenar masuk kedalam kamarnya.


Sekitar 30 menit Jenar menangis akhirnya ia menceritakan semuanya kepada Hanna dan Nayla, yah Kamar Hanna dan Nayla bersebelahan jadi Hanna langsung menghubungi Nayla untuk masuk ke kamar nya begitu tau penampilan Jenar berantakan.


"Han, kenapa sakit banget sih," ujar Jenar memukul mukul dadanya berharap rasa sesak itu bisa hilang.


"Kamu harus sabar ya Nar, aku yakin kok ini pasti hanya salah faham," ujar Nayla menenangkan.


"Menurut kalian apakah aku hanya di jadikan pelampiasan semata?" tanya Jenar dengan suara parau habis menangis.


"Aku yakin ini hanya salah paham, lagian kamu tau sendiri kan bagaimana kak Keysha ke kamu dari dulu, mungkin aja dia iri dan ingin merusak hubungan kamu dan tuan Arya." ujar Hanna.


"Tapi kenapa dia masih tetep menyimpan foto itu di laci kantor nya, sedangkan foto ku saja tidak ada ia simpan, hiks hiks," ujar Jenar, "Apakah aku salah bila aku cemburu hiks hiks," sambungnya.


"Enggak Nar, kamu gak salah, wajar kamu cemburu kamu kan ISTRI sah nya, emang dasar suami kamu aja yang keterlaluan, udah nikah masih aja nyimpen foto mantan," oceh Nayla ikut kesal.


"Iya, setelah apa yang dia lakuin ke kamu selama ini harusnya dia udah bisa move on dong," tambah Hanna, "Emang ya laki laki gak ada bersyukur nya, gak cukup apa satu wanita, namanya mantan ya udah sih buang aja pada tempatnya ngapain coba masih di simpen simpen segala."


Tangis Jenar semakin pecah kala mendengarkan ocehan Hanna dan Nayla, "Kalian beraninya ngomel di belakang mas Arya, harusnya kalian ngomong kaya gitu di depan dia huaaaa." ucap Jenar.


"Terus aku mesti gimana," tanya Jenar akhirnya. "Kayaknya cinta aku ke mas Arya sudah paten tidak bisa di ganggu gugat, nyatanya hatiku sakit banget saat tau mas Arya masih nyimpen foto mantan nya hiks hiks hiks."


Hanna dan Nayla langsung memeluk Jenar dengan erat, mereka juga tidak tau harus berbuat apa karena mereka tidak tau kebenaran dan isi hati si tuan Arya, masihkah berlabuh kepada sang mantan atau sudah berpindah ke Jenar sepenuhnya, Hanna dan Nayla memilih diam karena takut malah akan melukai perasaan Jenar.


Bersambuungg Lanjut nanti malam di jam Kunti bye bye sayang sayang akoohh 😘💃


Seperti ucapan mommy ya, konflik pasti ada tapi ringan kok, mommy gak mau buat yang berat berat, cukup badan mommy aja yang berat, hidup Jenar tak akan mommy buat berat juga kok 😂


Dan satu lagi, Mommy gak bikin karakter sekejam di sebelah atau selemah di sebelah, disini mommy ngebangun karakter nya ruh sesuai kenyataan kepribadian dari orang2 di sekeliling kita aja.


😘😘😘💃

__ADS_1


__ADS_2