Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Mau menggodaku ya


__ADS_3

"Kamu gapapa?" tanya orang yang telah menolong Chaca,


Chaca menggeleng dan masih membenamkan wajahnya diantara kedua lututnya sambil menangis,


"Hey, preman nya sudah pergi, kenapa masih menangis?" tanya orang itu lagi, namun Chaca masih tidak mau berhenti menangis, mau tak mau orang itu ikut berjongkok di depan Chaca dan memeluknya.


Seketika hati Chaca terasa hangat di pelukan pria asing itu, Chaca merasa aman dan nyaman,


Setelah beberapa saat Chaca mendongakan wajahnya untuk menatap wajah pria asing yang membuat hatinya tenang itu.


Deg.


Jantung Chaca berdetak semakin cepat bukan karena takut tapi karena terpesona akan ketampanan pria asing di depan nya ini.


"Sudah lebih baik?" tanya sang pria asing membuat Chaca langsung menganggukan kepalanya.


"Terimakasih," ucap Chaca sambil menghapus air matanya


"Hemm, dimana rumah kamu, biar saya antar" ujar pria asing


"Eh, gak usah saya bisa pulang sendiri" jawab Chaca menolak halus


"Biar di hadang sama preman lagi?" cibir pria asing itu


"Aku tuh cuma gak mau ngerepotin situ lagi," jawab Chaca ketus


"Udah ayo," Pria asing itu menggandeng tangan Chaca untuk memasuki mobilnya dan mengantarkan Chaca pulang.


"Terimakasih om" ucap Chaca saat mobil yang ia tumpangi sampai di depan rumahnya.


"Lain kali jangan suka keluyuran Tengah malam lagi," ucap sang pria asing


"Yaa, aku tuh bukan keluyuran, tapi laper makanya keluar buat cari makan" sungut Chaca kesal


"Kamu tinggal sendiri?" tanya nya


"Enggak, aku tuh punya keluarga tapi kaya anak yatim" kesal Chaca keceplosan padahal ia type orang yang sangat tertutup dengan yang menyangkut urusan pribadi, bahkan sahabat sahabatnya saja tidak ada yang tau, dia anak siapa dan rumahnya dimana.

__ADS_1


"Jangan memanyunkan bibir seperti itu, cepatlah masuk dan jangan terlalu sering makan mie instan" ucap pria itu dan langsung pergi meninggalkan Chaca yang masih mematung di depan gerbang rumah nya.


"Dasar om om sok perhatian" gerutu Chaca lalu ia masuk kedalam rumah.


****


Ceklek


Jenar membuka pintu kamar mandi dengan memakai Lingerie yang telah ia bimbangkan dari tadi, setelah berdebat dengan akal dan fikiran nya akhirnya Jenar memberanikan diri memakai pakaian saringan tahu itu,


Dilihatnya Arya masih fokus dengan Laptop nya, akhirnya Jenar langsung berlari menuju tempat tidur dan membungkus tubuhnya dengan selimut,


Deg deg deg jantung Jenar berpacu dengan sangat cepat, dia begitu gugup ditambah ia berlari membuatnya semakin terlihat gugup,


Arya yang mendengar suara langkah kaki Jenar berlari langsung mengalihkan pandangannya dari laptop ke arah Jenar yang sudah terbaring di tempat tidur dengan terbungkus selimut, membuat Arya menyerngitkan dahinya.


"Jenar," panggil Arya lembut sambil berjalan menuju tempat tidur, Arya berfikir jangan jangan Jenar sakit, Arya begitu khawatir dengan keadaan Jenar.


"Sayang, kamu sakit?" tanya Arya sambil berusaha membuka selimut yang membungkus Jenar, namun Jenar sekuat tenaga menahan nya agar Arya tak bida membukanya, Tapi itu justru semakin membuat Arya penasaran dengan tingkah Jenar.


"Aku gapapa, Aku mau tidur mas," jawab Jenar di balik selimutnya,


"Enggak" jawab Jenar cepat."Mas Arya kerja lagi aja, Jenar mau tidur"


Arya menghela nafasnya, ia benar benar yakin kalau Jenar marah kepadanya. Arya pun kembali ke sofa dan membereskan pekerjaan nya.


Jenar yang mengira Arya sudah kembali ke sofa pun bernafas lega, dan sedikit membuka selimutnya. "Amaann" gumam Jenar pelan, "Kayaknya mending ganti lagi deh, bikin spot jantung juga lama lama" Jenar membuka selimutnya lebih lebar lagi sehingga kepalanya kini tak terbungkus selimut, lalu ia kembalikan tubuhnya


Deg.


Jenar menelan Saliva nya karena saat ia membalikan tubuhnya ternyata Arya sudah berada di belakangnya sehingga membuat wajahnya menyentuh hidung Arya, mata mereka saling berpandang membuat jantung Jenar semakin berdetak kian cepat.


"Ma mas" ucap Jenar gugup


"Kenapa?" tanya Arya lembut


"Ko kok di disini, bu bukankah ta tadi kerja lagi"

__ADS_1


"Istri mas ngambek, jadinya mas udahan kerjanya"


Cup.


Arya mengecup lembut kening Jenar yang hampir tertutup rambut.


"Jenar gak marah mas, beneran deh Jenar mau tidur ngantuk banget, hoaaamm" ucap Jenar sambil menguap


"Kamu sakit? kenapa selimutan begini, mas Khawatir sama kamu" ucap Arya kembali berusaha membuka selimut Jenar, tapi Jenar menahan nya.


"Ja jangan mas"


"Kenapa? mas khawatir sama kamu"


"Ta tapi Jenar gapapa beneran deh." ucap Jenar menelan Saliva nya gugup,


"Kenapa kamu gugup?" tanya Arya


"Ga, Jenar gak gugup Jenar gak gugup kok heheh." jawab Jenar cepat menutupi kegugupan nya namun malah semakin memperlihatkan kegugupan nya,


Arya yang melihat itu langsung menngecup bibir Jenar sehingga membuat Jenar kembali membulatkan matanya, kini Jantung nya sudah benar benar akan lepas sepertinya, namun lama lama Jenar memejamkan matanya mencoba merilexkan fikiran nya dan menikmati ci*man Arya,


Arya yang melihat Jenar sudah memejamkan matanya pertanda Jenar sudah rilex, ia langsung menarik selimut yang menutupi tubuh Jenar, membuat Jenar langsung membuka matanya dan mendorong Arya sekuat tenaganya.


Glek.


kini gantian Arya yang langsung menelan Saliva nya, Jakun Arya naik turun setelah matanya menatap pemandangan yang begitu indah di depan nya, Jantung Arya berpacu dengan kencang, Arya juga tak kalah gugup dari Jenar.


Jenar yang melihat Arya melongo karena melihat penampilan nya langsung kembali menarik selimut yang tadi di buka oleh Arya namun tangan Arya lebih cepat menahan selimut itu, Arya menatap Jenar dengan seringai di wajahnya.


"Kamu sengaja ya?" tanya Arya sambil menyunggingkan senyum di bibirnya. "Mau menggoda ku hem?"


"Mas, siniin selimutnya" ucap Jenar meminta selimut yang di pegang Arya


Bukan memberikanya Arya malah membuang Selimut itu hingga terjatuh ke lantai, lalu segera mendekat ke arah Jenar yang malah beringsut mundur hingga mentok sandaran kasur.


Kok mommy ikut deg deg an yaa 😂

__ADS_1


Yang penasaran lanjut nanti malam yaaa, 😘


__ADS_2