Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Merajuk


__ADS_3

"Sayang," panggil Arya lembut, namun Jenar masih diam.


"Yank," panggilnya lagi, Jenar masih cuek dan asik dengan Hape nya.


"Sayangku, cintaku, istriku yang paling baik dan cantik, lembut, Bidadari surga ku," ucap Arya merayu membuat Jenar mengulum bibirnya berusaha menahan tawa.


'Benarkah ini suamiku?'


'Astaga, kesambet apa dia, Seorang Arya Pranata bisa seperti ini,' Gumam Jenar dalam hati.


"Yank, mas tu gak pernah macem macem," kata Arya.


"Bodo," ucap Jenar tanpa suara.


Arya pun menghela nafasnya lalu ia merebahkan kepalanya di paha Jenar hingga membuat mata mereka saling menatap.


"Kamu tau siapa wanita itu?" kata Arya pelan.


"Kalau Jenar tau, gak perlu Jenar buang buang waktu buat marah sama mas Arya," jawab Jenar ketus.


"Dia itu mami kandung nya Aiden," kata Arya lagi membuat Jenar terkejut hingga tanpa sadar ia menjatuhkan Hape yang ia pegang ke wajah Arya sehingga membuat Arya memekik kesakitan.


"Sayang," pekik Arya sambil memegang hidung nya yang terkena Hape.


"Eh eh maaf mas, Jenar sengaja eh gak sengaja maksudnya," kata Jenar.

__ADS_1


Arya pun segera bangun dan mengelus hidung nya yang kini memerah karena terpentuk Hape.


"Mas, jadi itu mami nya Aiden, mantan istrinya mas Dimas?" tanya Jenar antusias namun gantian Arya hanya diam.


"Masss,," panggil Jenar manja menggoyang goyangkan lengan Arya.


Merasa tidak mendapatkan respon dari Arya, Jenar pun melepaskan tangan nya lalu ia kembali menyandarkan tubuhnya pada tempat tidur sambil mengelus perutnya.


"Sayang, papa jahat ya papa gak mau deket sama kita lagi," ucap Jenar mengelus perutnya, "Gapapa, kalian masih punya mama kok, mama akan selalu bersama kalian, biarin aja papa kalian gak mau deket sama kita yah, biarin nanti mama akan cariin kalian papa baru yang lebih ganteng, lebih PEKA, dan lebih " ucapan Jenar terhenti kala Arya langsung menarik Jenar ke pelukan nya dan membungkam bibir Jenar dengan bibir nya.


Arya mengecup dan mel**at bibir Jenar dengan lembut, setelah beberapa saat Arya melepaskan pagutan nya lalu menatap Jenar dengan tajam. "Jangan pernah ucapkan kata kata seperti itu lagi," kata Arya datar hingga membuat Jenar menelan Saliva nya.


"Abis mas Arya gituin Jenar sih," kata Jenar lirih menundukkan kepalanya.


"Yang awalnya nyuekin siapa?" kata Arya ketus.


"Hiks hiks Jenar kesel sama mas Arya, mas Arya gak langsung jelasin ke Jenar siapa wanita tadi, mas Arya malah ngasih penjelasan sepotong potong gimana Jenar gak salah paham dan marah," kata Jenar menutup wajahnya dengan tangan dan terisak. "Roti kalau sepotong lumayan bisa ganjel perut laper, lah kalau penjelasan cuma sepotong mana bisa bikin orang ngerti yang ada makin salah paham kalau ngejelasin ya cuma sepotong potong doang, lagian juga mas mau maunya di peluk peluk begitu, coba kalau Jenar yang di peluk pria lain pasti mas Arya gak akan terima juga kan," sambungnya, tanpa sadar diri bahwa tadi ia juga di peluk oleh pria lain.


"iya iya mas minta maaf," kata Arya mengalah.


"Ya udah Jenar maafin tapi jelasin dulu," kata Jenar langsung berhenti menangis.


"Jelasin apa?" tanya Arya pura pura lupa.


"Mas Aryaaaa," pekik Jenar cemberut, membuat Arya terkekeh, akhirnya Arya menceritakan semua yang ia ketahui tentang Dimas dan mantan istrinya hingga kenapa tadi mantan istri Dimas datang menemuinya.

__ADS_1


🍁


"Mas Bian," panggil Jenar saat melihat Bian yang sedang berkumpul dengan teman teman nya, Bian pun pamit dan menghampiri Jenar.


"Kenapa," tanya Bian.


"Aku pulang bareng mas Bian ya," kata Jenar.


"Lah, bang Arya gak jemput?" tanya Bian, "Duh mana aku bawa nya motor lagi," Bian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia bingung bagaimana mengantarkan Jenar.


"Mas Arya mendadak keluar kota sama mas Arlan, dan pulang besok siang," ucap Jenar cemberut.


"Ya udah lah kalau mas Bian gak mau nganterin Jenar, Jenar naik taxi aja," kata Jenar lalu berniat pergi, namun saat ia memutar tubuhnya ia begitu terkejut hingga ia hampir terhuyung kebelakang, untung Bian dengan sigap menahan tubuh Jenar daru belakang.


"Calista," pekik Bian kesal, sumpah demi apapun Bian sangat kesal lantaran Jenar hampir terjatuh. Keselamatan Jenar di kampus itu tanggung jawab terbesar bagi Bian karena itu menyangkut kedua calon keponakan nya.


"Ma maaf Bi, maaf Nar," ucap Calista, membuat Jenar dan Bian lagi lagi terkejut.


"Mbak Calista gak salah minum obat kan?" tanya Jenar polos.


"Jenar, maafin gue, gue tau gue udah parah banget buat kesalahan sama lo waktu itu, gue minta maaf, gue ,," Calista menarik nafasnya panjang, lalu menghembuskan nya perlahan, "Mata gue ketutup rasa Cemburu yang terlalu besar, mungkin bener yang gue rasa ini bukan cinta tapi hanya Obsesi sama Fabian, gue minta maaf sama lo," ucapnya lagi tulus, Jenar bisa melihat itu dari mata Calista, namun tidak dengan Bian, dia tidak akan begitu saja mempercayai Calista.


"Gue gak berharap lo mau maafin gue kok Nar, yang penting gue udah beneran tulus minta maaf sama lo, gue sadar, sifat gue yang kaya gitu malah ngehancurin gue dan keluarga gue sendiri," ucap Calista lagi, "ini hari terakhir gue disini, besok gue akan pindah dari kampus ini, semoga lo bisa bahagia ya sama bang Arya, sekali lagi gue minta maaf," kata Calista lalu segera pergi meninggalkan Jenar dan Bian yang masih mematung di tempat.


"Menurut mas Bian, mbak Calista lupa minum obat atau salah minum obat ya?" kata Jenar.

__ADS_1


"Bisa jadi udah OD tu anak, makanya otak nya konslet," kata Bian, "Ya udah yuk aku anter pulang pake mobil si Rio," kata Bian menggandeng tangan Jenar menghampiri teman teman nya untuk meminjam Mobil.


Bersambung***


__ADS_2