Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Balada Telur


__ADS_3

Sedari sore Jenar sudah menunggu kepulangan Arya dari kantor, namun hingga jam 8 malam Arya belum juga kembali, Berkali kali Jenar menghubungi Arya dan juga Arlan namun tidak ada yang mengangkatnya, Bahkan nomor Arya sudah tidak aktif setelah panggilan yang ke 9.


"Jenar, emang kamu mau apa sih sampai gelisah banget gitu," tanya Bian yang sedari tadi melihat Jenar hanya mondar mandir di depan pintu utama, Sedangkan Bian dan Aiden duduk di sofa ruang tamu menemani Jenar.


"Mau mas Arya," jawab Jenar cemberut.


"kamu mau nyuruh bang Arya ngapain?" tanya Bian lagi.


"Gak tau," jawab Jenar bingung juga sebenernya dia.


"Haisshh,," Bian hanya menghela nafasnya kasar lalu kembali fokus bermain Game dengan Aiden.


Karena lelah menunggu akhirnya Jenar tanpa pamit kepada dua manusia yang menemaninya itu, dia langsung berjalan cepat menuju kamarnya.


Ceklek! pintu terbuka Arya terlihat sangat lelah karena abis melakukan perjalanan dari luar kota, Arya harus kejar waktu agar bisa pulang di hari yang sama.


"Nah akhirnya pulang juga," kata Bian berdecak.


"Kenapa?" tanya Arya yang langsung menghempaskan tubuhnya di Sofa.


"Tante Jenar dari tadi nungguin om, telfonin gak di angkat angkat," kata Aiden tanpa.melihat ke Arya, mata nya masih fokus dengan Hape di depan nya.


Mendengar nama Jenar, Arya langsung terlonjak dan segera berlari menuju kamar, dia lupa mengabari bahwa ia harus ke luar kota tadi siang jadi dia pulang terlambat.


Ceklek! Arya membuka pintu kamarnya, Gelap.


"Sayang," panggil Arya sambil melepaskan dasi dan jas nya lalu meletakkan nya di kursi bersama dengan Tas nya.


"Sayang..." Panggilnya lagi namun Arya tidak menemukan Jenar, hingga tiba tiba Arya mendengar suara isak tangis.


Arya mengedarkan pandangan nya lagi dan benar saja, Jenar sedang terisak di bawah meja yang berada di walk in closet miliknya.

__ADS_1


"Hiks hiks hiks," Jenar duduk di lantai sambil menekuk lututnya dan menenggelamkan wajahnya di antara lututnya.


"Sayang," panggil Arya lembut sembari berjongkok di depan Jenar.


"Mas Arya hiks hiks hiks," Jenar segera merengkuh tubuh Arya sesaat, namun sesaat kemudian Jemar melepaskan nya.


"Hey, ada apa?" tanya Arya lembut, menghapus air mata Jenar dan merapikan anakan rambut Jenar ke belakang Kuping.


"Hiks kenapa mas Arya baru hiks pulang," tanya Jenar sambil terisak.


"Maaf ya, tadi mas dari luar Kota, mas lupa mengabari kamu, maaf" ucap Arya.


"Tapi mas Arya gak angkat telfon Jenar, mas Arya malah matiin hape biar Jenar gak ganggu waktu mas Arya kan huaaaaa," tangis Jenar malah semakin kencang membuat Arya serba salah.


"Kamu lihat nih, Hape mas mati, bahkan mas belum sempat mengecas nya," jelas Arya memberikan Hapenya yang mati karena Lowbet.


Jenar berhenti menangis dan memeriksa Hape Arya, ternyata memang benar, Hapenya mati.


"Ya udah mas mandi dulu, kamu tunggu di tempat tidur yah jangan duduk disini," kata Arya lembut, lalu Arya menuntun Jenar dan mendudukkan nya di ranjang.


20 menit kemudian Arya sudah selesai dengan ritual mandinya, lalu ia segera mendekati istrinya.


"Kenapa hem," tanya Arya karena melihat Jenar terus menatapnya.


"Laperrr," jawab Jenar sambil memegangi perut nya.


"Hah, Emang kamu belum makan?" tanya Arya melihat jam sudah malam, Arya berfikir mungkin Jenar menunggu nya pulang makanya ia tidak makan dulu.


"Tadi makan cuma sepiring doang," ucap Jenar cemberut, lagi lagi membuat Arya terkejut, Satu piring dan katanya CUMA.


"CUMA?" tanya Arya lagi dan Jenar menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya udah yuk, kita makan."


"Tapi Gendoonggg,," ucap Jenar manja sambil merentangkan kedua tangan nya dan mengayunkan kakinya.


Arya mengajak jenar keluar kamar dan menuju meja makan untuk makan, namun disana sudah tidak ada makanan apapun.


"Kamu mau makan apa ?" tanya Arya setelah mendudukkan Jenar di kursi.


"Hemm, Telur dadar sama kerupuk," kata Jenar cepat.


"Telur dadar sama kerupuk?" tanya Arya dan Jenar kembali menganggu kan kepalanya.


"Tapi maunya mas Arya yang masak," ucap Jenar manja.


Arya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dengan terpaksa ia pun mulai mengambil telur dari kulkas.


"Mas Arya, pakai Cabe sama bawang yah. cabe nya 5 aja gak usah banyak banyak, bawang putih satu aja sama garem mas Arya ulek lalu di aduk sama telurnya, telurnya dua ya kan anak mas Arya dua, Jenar mah gak usah gapapa." ucap Jenar memberi perintah ke Arya. "Ahh jangan lupa tambahin daun bawang sama kol di iris tipis kecil kecil."


"Sayang, kenapa ribet sekali sih," keluh Arya bingung sendiri, pasalnya ia tidak pernah memegang wajan kini ia harus masak.


"Mas Arya gak mau?" tanya jenar memelas.


"Bukan, bukan gitu sayang tapi..." jawab Arya bingung.


"Ya udah kalau gak mau, biar Jenar minta tolong mas Bian, tapi mas Arya jangan salahin anak mas Arya nanti kalau mereka lebih sayang sama om nya daripada Papa nya sendiri," ucap Jenar cemberut.


"Heeemm baiklah baiklah, silahkan duduk tuan putriii," Tekan Arya.


Kalau kalian di posisi Arya jengkel gak sih ngadepin orang ngidam 🙈🙈😂


Suami mommy soalnya dulu sering ngomel kalau mommy minta macem2 🙈🙈💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2